Sholicha's Blog

March 17, 2011

Metode Arus Harga Pokok Persediaan LIFO dan FIFO

Filed under: Uncategorized — sholicha @ 5:49 pm

Tugas             : Softskill Akuntansi Internasional

Nama             : Amalin Sholecha

NPM              : 20207093

Kelas              : 4EB06

Metode Arus Harga Pokok Persediaan

LIFO dan FIFO

vPengertian LIFO DAN FIFO

1. FIFO

* Pengertian

Metode FIFO menganggap bahwa harga pokok dari barang-barang yang pertama kali dibeli akan merupakan barang yang dijual pertama kali. Dalam metode ini persediaan akhir dinilai dengan harga pokok pembelian yang paling akhir.

Metode ini juga mengasumsikan bahwa barang yang terjual karena pesanan adalah barang yang mereka beli. Oleh karenanya, barang-barang yang dibeli pertama kali adalah barang-barang pertama yang dijual dan barang-barang sisa di tangan (persediaan akhir) diasumsikan untuk biaya akhir. Karenanya, untuk penentuan pendapatan, biaya-biaya sebelumnya dicocokkan dengan pendapatan dan biaya-biaya yang baru digunakan untuk penilaian laporan neraca.
Metode ini konsisten dengan arus biaya aktual, sejak pemilik barang dagang mencoba untuk menjual persediaan lama pertama kali. FIFO merupakan metode yang paling luas digunakan dalam penilaian persediaan.

Metode FIFO seringkali tidak nampak secara langsung pada aliran fisik dari barang tersebut karena pengambilan barang dari gudang lebih didasarkan pada pengaturan barangnya. Dengan demikian meode FIFO lebih nampak pada perhitungan harga pokok barang. Dalam metode FIFO, biaya yang digunakan untuk membeli barang pertama kali akan dikenali sebagai Cost of Goods Sold (COGS). Untuk perhitungan harga maka digunakan harga dari stok barang dari transaksi yang terdahulu.

*Sejarah

Metode FIFO (First In First Out) pertama kali dikenal dalam akuntansi keuangan sebagai salah satu metode dalam penilaian persediaan barang. Harga yang digunakan sebagai dasar dalam menilai persediaan barang dapat memakai harga lama atau harga baru.
Pada metode FIFO, persediaan barang yang dikeluarkan untuk produksi atau dijual, nilainya didasarkan pada harga menurut urutan yang pertama masuk. Jadi, untuk penilaian pada persediaan barang yang tersisa, berarti harganya didasarkan pada harga baru atau harga urutan yang terakhir.

*Perbandingan Metode-metode Persediaan
– FIFO
1. Menghasilkan harga pokok penjualan yang rendah
2. Menghasilkan laba kotor yang tinggi
3. Menghasilkan persediaan akhir yang tinggi
Selama periode inflasi atau kenaikan harga, penggunaan FIFO akan mengakibatkan hal ini, tapi dalam kondisi ekonomi turun, terjadi kebalikannya.
– LIFO
1. menghasilkan harga pokok penjualan yang tinggi
2. Menghasilkan laba kotor yang rendah
3. Menghasilkan persediaan akhir yang rendah

- Biaya rata-rata
Memperoleh hasil antara FIFO dan LIFO untuk ketiga konsep yang telah diuraikan.

2. LIFO

*Pengertian

Metode LIFO adalah membebankan biaya dari pembelian terakhir dan memberikan biaya yang paling dtua di akun persediaan. Ada beberapa cara untuk menerapkan metode LIFO. Karena setiap variasi menghasilkan, angka yang berbeda untuk biaya bahan baku yang dikeluarkan, biaya persediaan akhir, dan laba, maka penting untuk mengikuti prosedur yang dipilih secara konsisten.
*Kelebihan :

  1. Mudah menandingakan kos sekarang dengan pendapatan sekarang
  2. Jika harga naik, harga barang konservatif
  3. laba operasi tidak tercemar oleh untung/rugi fluktuasi harga
  4. Jika harga berfluktuasi , dapat meratakan laba tahunan.

*Kelemahan :

  1. bertentangan dengan aliran fisik sesungguhnya
  2. Tidak menunjukkan potensi jasa yang sesungguhnya /kos yang sudah usang.

Penerapan Metode LIFO dan FIFO di Negara IFRS

*6 SISTEM AKUNTANSI NASIONAL  :

•PERANCIS

•JERMAN

•JEPANG

•BELANDA

•INGGRIS

•AMERIKA SERIKAT

1.PERANCIS

ü  Plan Comptable General berisi:

•Tujuan dan prinsip akuntansi serta pelaporan keuangan

•Definisi aktifa, kewajiban, ekuitas pemegang  saham, pendapatan dan beban

•Aturan pengakuan dan penilaian

•Daftar akun standar, ketentuan mengenai   penggunaannya, dan ketentuan tata buku lainnya

•Contoh laporan keuangan dan aturan  penyajiannya.

ü  Ciri utama pelaporan di Perancis mengenai pelaporan catatan kaki meliputi :

•Penjelasan mengenai aturan pengukuran yang diberlakukan
•Perlakuan akuntansi untuk pos-pos dalam mata uang asing
•Laporan perubahan aktiva tetap dan depresiasi
•Detail provisi
•Detail revaluasi yang dilakukan
•Analisis piutang dan utang sesuai masa jatuh tempo
•Daftar anak perusahaan dan kepemilikan saham
•Jumlah komitmen pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya
•Detail pengaruh pajak terhadap laporan keuangan
•Rata-rata jumlah karyawan sesuai golongan
•Analisis pendapatan menurut aktivitas dan geografis

ü  Perancis menggunakan hukum kode

•Pendanaannya tidak banyak tergantung pada pasar modal

•Hukum pajak juga mempengaruhi akuntansi secara signifikan

•Ciri khususnya terdapatnya dikotomi (pelaporan keuangan perusahaan disajikan secara tersendiri dengan laporan keuangan kelompok usaha yang dikonsolidasikan)

•Profesi Akuntansi dan auditing terpisah

•Hukum Perancis berisi provisi untuk mencegah kepailitan
•Pajak tangguhannya diakrualkan
•Hukum memperbolehkan perusahaan Perancis untuk mengikuti IFRS atau PABU/GAAP di AS

ü  REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN AKUNTANSI

•Badan Akuntansi Nasional (CNC)
•Komite Regulasi Akuntansi (CRC)
•Otoritas Pasar Keuangan (AMF)
•Ikatan Akuntan Publik (OEC)
•Ikatan Auditor Kepatuhan Nasional (CNCC)

ü  PELAPORAN KEUANGAN

•Neraca
•Laporan laba rugi
•Catatan atas laporan keuangan
•Laporan direktur
•Laporan auditor

ü  PENGUKURAN AKUNTANSI

Akuntansi di Perancis memiliki karakteristik ganda: Perusahaan secara tersendiri harus mematuhi peraturan yang tetap, sedangkan kelompok usaha konsolidasi memiliki fleksibilitas lebih besar. Persediaan menggunakan metode FIFO atau rata-rata tertimbang. Laporan keuangan konsolidasi mengikuti pendekatan penyajian wajar berupa pelaporan substansi menggungguli bentuk.

2. JERMAN

ü  Karakteristik fundamental akuntansi di Jerman:

•Perlindungan terhadap kreditor

•Hukum pajak yang secara garis besar  menentukan akuntansi komersial

•Akuntansinya sangat tergantung terhadap anggaran dasar dan keputusan pengadilan

•Jerman menggunakan hukum kode

•Karakteristik fundamental ke-3 dari akuntansi di jerman adalah ketergantungannya terhadap

anggaran dasar dan keputusan pengadilan

ü  REGULASI DAN PENEGAKAN  ATURAN AKUNTANSI

•Institut Jerman memberikan konsultasi dalam berbagai tahap pembuatan

hukum yang memengaruhi akuntansi dan pelaporan keuangan.

•Komite Standar Akuntansi Jerman (German Standards Accounting Committee – GSAC), yang membawahi Badan Standar Akuntansi Jerman (GSAB).

•Pada tahun 2003 GSAB menerapkan strategi baru untuk mencapai konverjensi standar akuntansi secara global. Perubahan ini mengakui ketentuan UE atas IFRS bagi perusahaan emiten pada tahun 2005.

•Menurut standar internasional, profesi audit (akuntansi) di Jerman terbilang kecil.

•Individu – individu ini adalah Pemeriksa buku tersumpah yang hanya diperbolehkan untuk mengaudit perusahaan berukuran kecil dan menengah menurut definisi dalam undang-undang tsb.

•Terdapat dua kelompok auditor yang ditetapkan oleh hukum untuk melakukan pemeriksaan audit independen dalam perusahaan

ü  PELAPORAN KEUANGAN

•Neraca

•Laporan laba rugi

•Catatan atas laporan keuangan

•Laporan manajemen

•Laporan auditor

Perusahaan kecil dikecualikan dari ketentuan audit dan dapat menyusun neraca dalam bentuk yang diringkas. Perusahaan yang sahamnya diperdagangkan kepada publik harus menyediakan laporan arus kas konsolidasi, namun laporan ini tidak diharuskan bagi perusahaan
lainnya.Pengungkapan berupa catatan kaki dipandang sebagai jalan untuk mencapai penyajian yang benar dan jujur pada saat menyusun laporan keuangan berbasis pajak.

Ciri utama sistem pelaporan keuangan adalah laporan secara pribadi oleh auditor kepada dewan direktur pengelola perusahaan dan dewan pengawasperusahaan.Untuk tujuan konsolidasi, seluruh perusahaan dalam kelompok tsb harus menggunakan prinsip akuntansi dan penilaian yang sama.

Metode akuntansi berbasis pajak dalam akun perusahaan tersendiri dapat dieliminasikan dalam akun kelompok usaha

ü  STANDAR UNTUK MENYUSUN LAPORAN KONSOLIDASI:

1.Hukum Komersial Jerman (KapA EG)

2.GAAP AS

3.IFRS

ü  PENGUKURAN AKUNTANSI

Metode Akuisisi (pembelian):

1) Metode Nilai Buku

2) Metode Revaluasi

Persediaan dinilai sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya atau pasar ; FIFO dan metode rata-rata merupakan metode yang digunakan untuk menentukan biaya.  Sewa guna usaha pembiayaan umumnya tidak dikapitalisasikan, tetapi kewajiban pensiun diakru berdasarkan nilai kini yang ditentukan oleh aktuarial yang sesuai dengan hukum pajak.

Provisi sebagai estimasi beban atau kerugian masa depan sangat digunakan. Provisi memberikan kesempatan bagi perusahaan Jerman untuk melakukan perataan laba.

3. Jepang

Jepang menggunakan hukum kode Akuntansi dan pelaporan keuangan mencerminkan gabungan berbagai pengaruh domestik dan internasional. Dua badan pemerintah yang terpisah bertanggung jawab atas regulasi akuntansi dan hukum pajak penghasilan perusahaan memiliki

pengaruh lebih lanjut pula.

Investasi yang saling bertautan menghasilkan konglomerasi industri

yang meraksasa disebut sebagaikei retsu suatu perusahaan besar dalam akuntansi diumumkan pada akhir tahun 1990-an untuk membuat kesehatan ekonomi perusahaan- perusahaan Jepang menjadi semakin transparan dan membawa Jepang lebih dekat dengan standar Internasional.

ü  REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN AKUNTANSI

Didasarkan pada 3 undang-undang (sistem hukum segitiga):

1. Hukum komersial, diatur oleh kementerian kehakiman (MOJ)

2. Undang-undang pasar modal, diatur oleh kementerian keuangan

3. Undang-undang pajak penghasilan perusahaan,

•BADC merupakan sumber utama prinsip akuntansi di Jepang sekarang ini

•Pengaruh hukum pajak juga sangat signifikan

•Auditor independen harus mangaudit laporan keuangan perusahaan publik sesuai hukum surat  Berharga

•Sumber pendanaan berasal dari pendanaan perusahaan dan profesi akuntansi bukan pemerintah

ü  Pengukuran Akuntansi

  • · Hukum komersial mewajibkanperusahaan besar untuk menyusunlaporan konsolidasi
  • · Metode ekuitas digunakan untuk investasi pada perusahaan afiliasi
  • · Persediaan menggunakan metode FIFO, LIFO dan rata-rata

4. BELANDA

Belanda merupakan negara hukum kode, namun akuntansinya berorientasi pada penyajian wajar. Di belanda akuntansi dianggap sebagai cabang dari ekonomi usaha. Belanda merupakan salah satu pendukung pertama atas standar internasional untuk akuntansi dan pelaporan keuangan, dan pernyataan IASB menerima perhatian besar dalam menentukan praktik yang dapat diterima.

Perusahaan-perusahaan belanda diperbolehkan untuk menyusun LK dengan menggunakan IFRS atau GAAP AS selain standar akuntansi belanda.

ü  Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi

Belanda menggunakan UU Laporan Keuangan tahunan yang merupakan program untuk mencerminkan harmonisasi perusahaan di dalam Uni Eropa.

UU tersebut mendorong pembentukan kelompok studi akuntansi tiga pihak dan melahirkan kamar dagang yaitu pengadilan khusus yang berhubungan dengan pengadilan tinggi Amsterdam.

Auditing di Belanda merupakan profesi yang mengatur diri sendiri. Badan pengaturnya disebut NivRA yang memiliki otonomi penuh dalam penentuan standar audit dan kode etik profesional.

ü  PELAPORAN KEUANGAN

• Neraca

• Laporan laba rugi

• Laporan usaha

• Proposal atas penentuan penggunaan laba ditahan

•Skedul

ü  PENGUKURAN AKUNTANSI

•Metode yang umum digunakan di Belanda yaitu metode pembelian

•Metode ekuitas digunakan apabila investor memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan usaha dan keuangan

ü  PELAPORAN KEUANGAN

•Neraca
•Laporan laba rugi
•Catatan-catatan
•Laporan direksi
•Informasi lain yang direkomendasikan

5. INGGRIS

Inggris merupakan negara pertama di dunia yang mengembangkan profesi akuntansi yang kita kenal
sekarang. Konsep penyajian hasil dan posisi keuangan yang wajar juga berasal dari inggris.

Dua sumber utama standar akuntansi keuangan di Inggris adalah hukum perusahaan dan profesi akuntansi.

Kegiatan perusahaan yang didirikan di Inggris secara luas di atur oleh aktiva yang disebut sebagai UU perusahaan.

Pengukuran Akuntansi Inggris menggunakan pengukuran akuntansi dengan metode akuisisi dan merger. Aktiva dapat dinilai dengan menggunakan biaya historis, biaya kini, atau menggunakan keduanya.

Sewa guna usaha yang mengalihkan risiko dan imbalan kepemilikan kepada pihak penyewa (lessee) dikapitalisasi dan kewajiban sewa guna usaha disajikan sebagai akun kewajiban

ü  PELAPORAN KEUANGAN

•Laporan direksi

•Laporan laba rugi dan neraca

•Laporan arus kas

•Laporan total keuntungan dan kerugian yang diakui

•Laporan kebijakan akuntansi

•Catatan atas referensi dalam laporan keuangan

•Laporan auditor

6. AMERIKA SERIKAT

Akuntansi di Amerika Serikat diatur oleh Badan Sektor Swasta (Badan Standar Akuntansi Keuangan, atauFinancial Accounting Standards Boardi – FSAB), namun sebuah lembaga pemerintah (Komisi Pengawas Pasar Modal atau Securities Exchange Commission – SEC) juga memiliki kekuasaan untuk menerapakan standarnya sendiri.

ü  Pelaporan Keuangan

1. Laporan Manajemen

2. Laporan Auditor Independen

3. Laporan Keuangan Utama (Lap. L/R, Neraca, Lap. Arus kas, Lap. Komperhensif, dan Lap. Ekuitas Pemegang Saham)

4. Diskusi manajemen dan analisis atas hasil operasi dan kondisi keuangan

5. Pengungkapan atas kebijakan akuntansi dengan pengaruh paling penting terhadap laporan keuangan

6. Catatan atas laporan keuangan

7. Perbandingan data laporan keuangan tertentu selama 5 atau 10 tahun

8. Data kuartal terpilih

Cara Perlakuan dalam Standar Akuntansi Keuangan pada PSAK

Tidak semua standar akuntansi bersifat mutlak dan absolut. Maksudnya untuk satu transaksi tertentu mungkin terdapat beberapa pilihan atau alternatif perlakuan akuntansi. Prinsip utama dalam akuntansi adalah konsistensi. Artinya perusahaan seharusnya melakukan kebijakan akuntansi yang dipilihnya secara konsisten. Hanya saja konsisten dalam akuntansi juga tidak bersifat mutlak.

Yang diperbolehkan menurut PSAK 25 Reformat 2007 adalah perubahan yang memang diatur dalam standar dan perubahan dirasa dapat membantu meningkatkan kualitas laporan keuangan dengan lebih mencerminkan keadaan perusahaan. Perubahan yang melanggar prinsip konsistensi tersebut seharusnya dilakukan secara wajar. Misalnya perubahan yang dilakukan tiap periode bukanlah termasuk perubahan yang bersifat wajar.

Perubahan dalam perlakuan akuntansi tersebut harus dilaporkan dalam laporan keuangan. Bentuk pelaporan dalam laporan keuangan tersebut ada beberapa cara. Ada perubahan yang harus diikuti dengan pembuatan jurnal sehingga akan mempengaruhi posisi keuangan maupun kinerja perusahaan. Ada juga perubahan yang cukup dilaporkan melalui pengungkapan di dalam catatan atas laporan keuangan.

Menurut Skousen, Stice, Stice dalam bukunya Intermediate Accounting, perubahan-perubahan dalam akuntansi secara umum terbagi atas tiga jenis perubahan. Perubahan-perubahan tersebut adalah:

  1. Perubahan dalam estimasi

Di dalam akuntansi yang bersifat akrual dikenal adanya estimasi atau perkiraan. Estimasi terutama dilakukan untuk item-item yang tidak dapat diketahui secara pasti. Estimasi bersifat arbitrer tetapi juga harus memenuhi unsur kewajaran. Contoh estimasi dalam akuntansi adalah estimasi terhadap nilai sisa dan masa manfaat dari penggunaan aset tetap.

  1. Perubahan dalam prinsip/kebijakan akuntansi

Untuk perlakuan akuntansi yang sifatnya bisa memilih, misalnya metode depresiasi, pengakuan kontrak jangka panjang, akuntansi persediaan, terdapat beberapa pilihan metode yang digunakan. Perusahaan harus memilih satu metode yang akan ia gunakan secara konsisten dalam perlakuan akuntansi untuk bisnisnya. Hanya saja sangat mungkin perusahaan ingin mengganti metode yang ia pilih dengan metode lain. Contohnya adalah perubahan metode depresiasi dari garis lurus menjadi jumlah angka tahun, atau perubahan pencatatn persedian dari LIFO menjadi FIFO

  1. Perubahan entitas pelaporan

Hal ini dapat terjadi misalnya ketika terjadi transaksi pengambilalihan perusahaan. dalam transaksi tersebut bisa terjadi perubahan entitas perusahaan dan perlu dilakuakn juga perubahan dari sisi akuntansinya.

Penggunaan model revaluasian untuk perlakuan akuntansi aset tetap terutama dalam hal pengukuran setelah tanggal perolehan diatur dalam PSAK 16 yang terakhir kali direvisi pada tahun 2007. Standar tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2008. Artinya baru setelah tanggal tersebut kita akan menemukan perusahaan yang menggunakan model revaluasi dalam mencatat aset tetapnya di Indonesia.

Adanya PSAK 16 revisi tahun 2007 dapat mendorong perubahan juga dalam pencatatan aset tetap. Sebelum adanya PSAK 16 revisi tahun 2007 semua perusahaan di Indonesia tentunya memakai model biaya sebagai dasar untuk melakukan pencatatan akuntansi atas aset tetapnya. Perubahan pencatatan akuntansi untuk aset tetap dari model biaya ke model revaluasi termasuk ke dalam perubahan yang disebabkan adanya standar yang baru. Maksudnya standar yang berlaku sebelumnya, yaitu PSAK 16 revisi 1994, tidak memperbolehkan adanya revaluasi sedangkan standar yang baru, yaitu PSAK 16 revisi 2007, memperbolehkan adanya model revaluasi.

Prospektif dalam hal ini diartikan yaitu pada saat penetapan perubahan model yang digunakan untuk akuntansi aset tetap, dalam hal ini dari model biaya ke model revaluasi, maka nilai buku tercatat dari aset dianggap sebagai harga perolehan untuk metode revaluasi. Nilai buku tercatat berarti nilai perolehan total dari aset dikurangi dengan akumulasi depresiasi dan akumulasi penurunan nilai sampai tanggal penetapan perubahan tersebut. Selanjutnya nilai yang telah ditetapkan sebagai nilai perolehan dengan metode revaluasi tersebut akan dibawa ke periode berikutnya.

Pincus (1997) menemukan bukti yang berbeda dengan Beaver dan Dukes (1972). Dengan membatasi analisis pada perbedaan temporer untuk item persediaan (penilaian LIFO untuk tujuan fiskal dan FIFO untuk tujuan akuntansi), Pincus (1997) menemukan bukti bahwa perubahan harga saham bergerak searah dengan naik-turunnya laba akuntansi, dan alokasi pajak antar perioda berdasarkan SFAS No.96 berpengaruh positif terhadap perubahan harga saham tersebut. Temuan Pincus (1997) ini konsisten dengan pendapat Means (1990) yang menyatakan bahwa alokasi pajak antar perioda berdasarkan SFAS No.96 lebih mudah bagi pembaca laporan keuangan untuk menginterpretasikan substansi maknanya.

Dalam metode FIFO persediaan barang dagang yang pertama dibeli akan dijual terlebih dahulu. Sehingga nilai persediaan akhir yang dilaporkan sebesar nilai harga pokok pada pembelian terakhir. Dari ketiga metode penilaian persediaan yaitu metode First In First Out (FIFO), metode Last In First Out (LIFO) dan metode rata-rata (weighted average cost method), dapat disimpulkan bahwa metode FIFO menghasilkan harga pokok penjualan yang rendah, nilai persediaan akhir yang tinggi serta laba kotor tertinggi dibandingkan dengan metode yang lainnya. Analisa deskriptif juga menunjukkan bahwa kebijakan pencatatan, penilaian dan pelaporan persediaan barang dagang telah diterapkan secara wajar sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).

Perlakuan Akuntansi di Negara-negara IFRS

ü ENAM SISTEM AKUNTANSI NASIONAL.

1. PRANCIS

Prancis merupakan pendukung utama akuntansi nasional di dunia. Kementrian Ekonomi Nasional menyetujui Plan Comptable General (kode akuntansi nasional) resmi yang pertama pada bulan September 1947. Revisi kode tersebut dilakukan pada tahun 1957. Revisi selanjutnya terjadi pada tahun 1982 berdasarkan Direktif Keempat Uni Eropa (UE). Pada tahun 1986, rencana tersebut diperluas untuk melaksanakan ketentuan dalam Direktif Ketujuh UE terhadap laporan keuangan konsolidasi dan direvisi lebih lanjut pada tahun 1999.

Plan Comptable Generalber isi:

• Tujuan dan prinsip akuntansi serta pelaporan keuangan

• Definisi aktiva, kewajiban, ekuitas pemegang saham, pendapatan dan beban

• Aturan pengakuan dan penilaian

• Daftar akun standar, ketentuan mengenai penggunaanya, dan ketentuan tata buku lainnya

• Contoh laporan keuangan dan aturan penyajian-penyajiannya

Akuntansi di Prancis sangat terkait dengan kode sehingga sangat mungkin untuk melewatkan kenyataan bahwa legislasi kuhum komersial (yaitu Code de Commerce) dan hukum pajak sebenarnya menentukan banyak praktik akuntansi dan pelaporan keuangan di Prancis. Code de Commerce berawal dari ordinansi Coulbert (Menteri Keuangan pada era Louis XIV) pada tahun 1673 dan 1681 dan diberlakukan oleh Napoleon pada tahun 1807 sebagai bagian dari hukum yang diciptakannya berdasarkan hukum tertulis.

Dasar utama aturan akuntansi di Prancis adalah Hukum Akuntansi 1983 dan Dekrit Akuntansi 1983, yang membuat Plan Comptable General wajib digunakan oleh seluruh perusahaan. Kedua dokumen tersebut menjadi bagian dari Code de Commers. Legislasi Code de Commerce mengandung ketentuan akuntansi dan pelaporan yang eksentif.

Ciri khusus akuntansi di Prancis adalah terdapatnya dikotomi antara laporan keuangan perusahaan secara tersendiri dengan laporan keuangan kelompok usaha yang dikonsolidasikan. Hukum memperbolehkan perusahaan Prancis untuk mengikuti Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) atau bahkan prinsip akuntansi yang diterima umum di AS (GAAP) dalam menyusun laporan keuangan konsolidasi. Alasan utama untuk fleksibilitas ini adalah ketika Direktif Ketujuh UE diberlakukan pada thun 1986, banyak perusahaan multinasional dari Prancis yang telah menyusun laporan keuangan konsolidasi berdasarkan prinsip Anglo-Saxon untuk keperluan pencatatan saham di luar negeri. Perusahaan Prancis yang mengacu pada IFRS atau GAAP AS sering menyataan bahwa laporan keuangan mereka telah sesuai baik dengan standar Prancis maupun dengan standar internasional atau AS.

ü  Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi

Lima organisasi yang terlibat dalam proses penetapan standar di Prancis

adalah:

1 .Counseil National de la Comptabilite atau CNC (Badan Akuntansi

Nasional)

2.Comite de la Reglementatioan Comptable or CRC (Komite Regulasi Akuntansi)
3.Autorite des Marches Financiers or AMF (Otoritas Pasar Keuangan)
4.Ordre des Experts-Comptables or OEC (Ikatan Akuntan Publik)

5.Compagnie National des Commisaires aux Comptes or CNCC (Ikatan Auditor Kepatuhan Nasional)

ü Pelaporan Keuangan

Perusahaan Prancis harus melaporkan berikut ini:

1. Neraca

2. Laporan Laba rRugi

3. Catatan atas Laporan Keuangan

4. Laporan Direktur

5. Laporan Auditor

Ciri utama pelaporan di Prancis adalah ketentuan mengenai pengungkapan catatan kaki yang ekstentif dan detail, yang meliputi hal-hal berikut:

• Penjelasan mengenai aturan pengukuran yang diberlakukan (contoh kebijakan akuntansi)

• Perlakuan akuntansi untuk pos-pos dalam mata uang asing

• Laporan perubahan aktiva tetap dan depresiasi

• Detai provisi

• Analisis piutang dan utang sesuai masa jatuh tempo

• Daftar anak perusahaan dan kepemilikan saham

• Jumlah komitmen pension dan imbalan pascakerja lainnya

• Detail pengaruh pajak terhadap laporan keuangan

• Rata-rata jumlah karyawan sesuai golongan

• Analisis pendapatan menurut aktivitas dan geografis

Perusahaan emitem juga harus membuat laporan interim semesterandan semenjak tahun 2003, juga hasil kegiatan lingkungan mereka. Di dalamnya, informasi yang harus diberikan antara lain:

• Konsumsi air, bahan mentah dan energi serta tindakan yang diambil

untuk meningkatkan efisiensi energi

• Kegiatan untuk mengurangi polusi udara, air atau tanah, termasuk

polusi udara dan biayanya, dan

• Jumlah provisi untuk resiko lingkungan

ü Pengukuran Akuntansi

Akuntansi di Prancis memiliki karakteristik ganda: perusahaan secara tersendiri harus mematuhi peraturan yang tetap, sedangkan kelompok usaha konsolidasi memiliki fleksibilitas lebih besar. Akuntansi untuk perusahaan secara individual merupakan dasar hukum untuk membagikan dividend an menghitung pendapatan kena pajak.

Aktiva berwujud umumnya dinilai berdasarkan biaya historis. Meskipun diperbolehkan, revaluasi tetap dikenakan pajak sehingga jarang ditemukan dalam praktik. Aktiva tetap didepresiasikan menurut provisi pajak, umumnya menurut dasar garis lurus atau saldo menurun. Persediaan harus dinilai berdasarkan nilai yang rendah antara biaya atau nilai realisasi dengan menggunakan metode FIFO atau metode rata-rata tertimbang.

Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya, namun dapat dikapitalisasikan dalam keadaan tertentu. Aktiva yang disewagunausahakan tidak dikapitalisasi dan beban sewa yang dibayar langsung dibebankan. Imbalan pension dan pascakerja lain pada umumnya dibebankan pada saat dibayarkan dan komitmen masa depan jarang diakui sebagai kewajiban.kebanyakan resiko dan ketidakpastian lainnya dapat dicadangkan.

Dengan beberapa pengecualian,laporan keuangan konsolidasi Prancis mengikuti pendekatan penyajian wajar berupa pelaporan substansi mengungguli bentuk. Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan metode kewajiban dan didiskontokan apabila penyelesaian perbedaan temporer dapat distimasikan.

Metode pembelian (purchase method) umumnya dicatat untuk penggabungan usaha, namun metode penyatuan kepemilikan (pooling method) dapat digunakan dalam beberapa kondisi. Muhibah (goodwill) umumnya dikapitalisasi dan diamortisasi terhadap laba, namun tidak ditentukan berapa lama periode amortisasi yang maksimum. Konsolidasi proporsional digunakan untuk usaha patungan dan metode ekuitas digunkana untuk mencatat investasi pada perusahaan yang tidak dikonsolidasikan yang dapat dipengaruhi secara signifikan. Praktik translasi mata uang asing dengan menggunakan IAS 21. Aktiva dan kewajiban perusahaan anak yang berdiri sendiri ditranslasikan dengan menggunakan kurs penutupan (akhir tahun) dan perbedaan translasi dimasukkan ke dalam ekuitas. Laporan keuangan anak perusahaan yang berdiri sendiri ditranslasikan dengan menggunakan metode kurs historis (temporal), dan perbedaan translasi dicatat ke dalam laba. Standar Pelaporan Keuangan Internasional akan menjadi dasar laporan konsolidasi di Prancis setelah tahun 2005.

2.JERMAN

Lingkungan akuntansi di Jerman mengalami perubahan terus-menerus dan hasilnya luar biasa. Hukum perusahaan tahun 1965 mengubah system pelaporan keuangan di Jerman mengarah pada ide-ide Inggris-Amerika (berlaku pada perusahaan besar). Pengungkapan lebih banyak, konsolidasi terbatas dan laporan keuangan manajemen diwajibkan. Laporan manajemen dan persyaratan audit tambahan menjadi ketentuan wajib setelah pemberlakuan Undang-Undang Publikasi Perusahaan tahun 1969.

ü  Undang-Undang baru diberlakukan pada tahun 1998:

1) Perusahaan menerbitkan saham atau utang pada sebuah pasar modal yang rerorganisir untuk mengungkapkan prinsip yang diterima secara internasional dalam laporan keuangan konsolidasi yang dibuatnya.

2) Memperbolehkan pendirian organisasi sektor swasta untuk menetapkan

standar akuntansi atas laporan keuangan konsolidasi.

Perlindungan terhadap Kreditor merupakan perhatian yang fundamental bagi akuntansi di Jerman yang dimasukkan dalam Hukum Komersial. Penilaian neraca yang konsevatif merupakan hal utama bagi perlindungan kreditor.

Hukum pajak secara garis besar menentukan akuntansi komersial. Prinsip Penentuan (Masggeblichkeitsprinzip) menentukan bahwa laba kena pajak ditentukan oleh apa yang tercatat dalam catatan keuangan perusahaan. Dominasi akuntansi pajak berarti tidak ada perbedaan yang dibuat antara laporan keuangan yang disusun untuk keperluan pajak dan yang disajikan dalam laporan keuangan.

ü  Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi

Sebelum tahun 1998, Jerman tidak memiliki fungsi penetapan standar akuntansi keuangan sebagaimana yang dipahami di Negara-negara berbahasa Inggris. Institut Jerman, Bursa Efek Frankfurt, asosiasi dagang jerman dan para akademisi akuntansi memberikan konsultasi dalam berbagai tahap pembuatan hukum yang mempengaruhi akuntansi dan pelaporan keuangan. Undang-undang tentang Pengendalian dan Transparansi (KonTraG) tahun 1998 mengenalkan keharusan bagi Kementrian kehakiman untuk mengakui badan swasta yang menetapkan standar nasional untuk memenuhi tujuan berikut:

• Mengembangkan rekomendasi atas penerapan standar akuntansi

dalam laporan keuangan konsolidasi.

• Memberikan nasihat kepada kementrian kehakiman atas legislasi akuntansi keuangan yang baru.

• Mewakili Jerman dalam organisasi akuntansi Internasional, seperti

IASB.

Tidak lama kemudian Komite Standar Akuntansi Jerman (German Accounting Standards Committee-GASC) didirikan dan langsung diakui oleh Kementrian Kehakiman sebagai pihak berwenang dalam menetapkan standar di Jerman. GASC membawahi Badan Standar Akuntansi Jerman (German Accounting Standards Board-GASB) yang melakukan pekerjaan teknis dan mengeluarkan standar akuntansi.

GASB adalah rekomendasi wajib yang hanya berlaku untuk laporan keuangan konsolidasi. GASB dibentuk untuk  mengembangkan suatu standar Jerman yang sesuai dengan standar akuntansi internasional. GASB telah mengeluarkan Standar Akuntansi Jerman (German Accounting Standards-GAS) untuk permasalahan seperti laporan arus kas, pelaporan segmen, pajak tangguhan, dan translasi mata uang asing. Namun pada tahun 2003, GASB menerapkan strategi baru dan menyelaraskan program kerjanya dengan usaha IASB untuk mencapai konverjensi standar akuntansi secara global. Perubahan ini mengakui ketentuan Unit Eropa atas IFRS bagi perusahaan emiten pada tahun 2005.

Terdapat dua kelompok auditor yang ditetapkan oleh hukum untuk

memeriksa audit independen dalam perusahaan:

• Wirtschaftsprufer (WP) atau Pemeriksa perusahaan, yang diwajibkan untuk bergabung dalam kamar Akuntansi Resmi (Wirtschaftspruferkammer), yang didirikan pada tahun 1971 sebagai badan pengatur WP.

• Vereidigte Buchprufer (pemeriksa buku tersumpah) terbentuk pada tahun 1980-an, yang hanya diperbolehkan untuk mengaudit perusahaan berukuran kecil dan menengah.

Undang-undang Akuntansi tahun 1985 secara khusus menentukan isi dan

bentuk laporan keuangan , yang meliputi:

1) Neraca

2) Laporan Laba Rugi

3) Catatan atas Laporan keuangan

4) Laporan Manajemen

5) Laporan Auditor

Ada tiga kelompok ukuran organisasi usaha; kecil, menengah dan besar yang didefinisikan dalam jumlah dalam neraca, jumlah penjualan per tahun, dan jumlah karyawan. Perusahaan yang memiliki surat berharga yang diperdagangkan kepada public pasti dalam kategori besar.

Perusahaan kecil dapat menyusun neraca dalam bentuk yang diringkas. Perusahaan berukuran kecil dan menengah dapat menyusun laporan laba rugi, catatan laporan keuangan memiliki ketentuan pengungkapan yang lebih sedikit. Perusahaan yang sahamnya diperdagangkan kepada public harus menyediakan laporan arus kas konsolidasi.

Pengungkapan Catatan Laporan Keuangan berupa catatan kaki sebagai jalan untuk mencapai penyajian yang benar dan jujur pada saat penyusunan yang berbasis pajak.

Laporan manajemen menjelaskan posisi keuangan dan perkembangan usaha selama tahun tersebut, peristiwa setelah tanggal neraca yang penting, antisipasi terhadap perkembangan masa depan, dan kegiatan pengembangan dan penelitianya.

Perusahaan yang didirikan menurut hukum komersial diwajibkan untuk menyusun laporan wajib yang harus mendapat persetujuan dalam rapat tahunan pemegang saham yang berisi :neraca, lapioran laba rugi, laporan usaha, proposal atas penentuan penggunaan (apropriasi) laba di tahan, skedul pendukung.

Catatan yang menyertai neraca dan laporan laba rugi menjelaskan kebijakan akuntansi dan memberikan detail pendukung . Laporan usaha berisi garis besar usaha dan informasi mengenai operasi, posisi keuangan dan hasil operasi. Sejumlah skedul pendukung juga wajib dibuat, terpisah dari catatan atas laporan keuangan, yang meliputi:

a)Perubahan dalam modal saham dan cadangan wajib
b)Perubahan dalam obligasi dan utang jangka panjang dan jangka pendek
c)Perubahan dalam aktiva tetap dan akumulasi depresiasi
d) Aktiva dalam penjaminan

e) Jaminan utang

f) Perubahan dalam provisi

g) Jumlah yang terutang kepada dan yang tertagih dari pemegang saham pengendali

h) Kepemilikan ekuitas dalam anak perusahaan dan jumlah lembar saham perusahaan yang dimiliki oleh anak perusahaan tersebut.

i) Piutang yang berasal dari anak perusahaan

j) Transaksi dengan direktur, auditor wajib, pemegang saham pengendali dan pihak ketiga yang menimbulkan konflik kepentingan

k) Remunerasi yang dibayarkan kepada direktur dan auditor wajib Informasi ini disusun untuk satu tahun tunggal berdasarkan suatu induk perusahaan dan diaudit oleh auditor wajib. HUkum komersial tidak mengharuskan laporan arus kas.

4.BELAND A

Standar akuntansi adalah regulasi atau aturan (termasuk pula hukum dan anggaran dasar) yang mengatur penyusunan laporan keuangan. Penetapan standar adalah proses perumusan atau formulasi standar akuntansi. Standar merupakan hasil dari penetapan standar. Namun, praktek sebenarnya berbeda dari yang ditentukan standar. Hal itu disebabkan 4 hal:

1) di kebanyakan negara hukuman atas ketidakpatuhan dengan ketentuan akuntansi resmi cenderung lemah dan tidak efektif

2) secara sukarela perusahaan boleh melaporkan infomasi lebih banyak daripada yang diharuskan

3) beberapa Negara memperbolehkan perusahaan untuk mengabaikan standar akuntansi jika dengan melakukannya operasi dan posisi keuangan perusahaan akan tersajikan secara lebih baik hasil

4) dan di beberapa Negara standar hanya berlaku untuk laporan keuangan perusahaan secara tersendiri, dan bukan untuk laporan konsolidasi.

Penetapan standar akuntansi melibatkan gabungan kelompok sector swasta yang meliputi profesi akuntansi, pengguna dan penyusun laporan keuangan, para karyawan dan kelompok public yang meliputi badan-badan seperti otoritas pajak, kementrian yang bertanggungjawab atas hukum komersial dan komisi pasar modal.

Akuntansi di Belanda memiliki beberapa paradoks yang menarik. Belanda memiliki ketentuan akuntansi dan pelaporan keuangan yang relative permisif, tetapi standar praktik profesional yang sangat tinggi. Belanda merupakan negara hukum kode, namun akuntansinya berorientasi pada penjayian wajar.

Kualitas laporan keuangan Belanda sangat seragam. Laporan keuangan wajib harus disusun dalam bahasa Belanda namun dalam bahasa Inggris, Perancis, dan Jerman dapat diterima. Laporan keuangan harus memuat hal- hal berikut: neraca, laporan laba rugi, catatan-catatan , laporan direksi, dan informasi lain yang direkomendasikan. Laporan keuangan tahunan harus disajikan baik berdasarkan induk perusahaan saja maupun konsolidasi. Kelompok-kelompok perusahaan untuk tujuan konsolidasi terdiri dari perusahaan-perusahaan yang membentuk unit ekonomi yang berada di bawah kendali yang sama.

Meskipun metode penyatuan untuk penggabungan usaha dapat digunakan dalam kondisi tertentu, metode tersebut sudah jarang digunakan di Belanda. Goodwill merupakan perbedaan antara biaya akuisisi dengan nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dibeli. Fleksibilitas Belanda dalam pengukuran akuntansi dapat terlihat dengan diperbolehkannya penggunaan nilai kini untuk aktiva berwujud seperti persediaan dan aktiva yang disusutkan. Karena perusahaan-perusahaan Belanda memiliki fleksibilitas dalam menerapkan aturan pengukuran, dapat diduga bahwa terdapat kesempatan untuk melakakukan perataan laba. Pos-pos tertentu dapat mengabaikan laporan laba rugi dan langsung disesuaikan terhadap cadangan dalam ekuitas pemegang saham.

Hal ini antara lain:

1. Kerugian akibat bencana yang tidak mungkin atau tidak umum untuk diasuransikan

2. Kerugian akibat nasionalisasi atau sejenis penyitaan lainnya

3. Konsekuensi akibat restrukturisasi keuangan

Akuntansi Belanda memiliki beberapa Pardoks yang menarik. Belanda memiliki ketentuan Akuntansi dan pelaporan keuangan yang realtif permisif, tetapi standar praktik profesional yang sangat tinggi.Belanda merupakan negara hukum kode namun akuntansinya berorientasi pada penyajian wajar . Pelaporan keuangan dan akuntansi pajak merupakan dau aktivitas terpisah. Lebih lanjut lagi , orientasi kewajaran berkembang tanpa adnya pengaruh dari pasar saham. Inggris dan Amrika Serikat telah mempengaruhi akuntansi Belanda sama seperti atau bahkan melabihi negara-negara kontinental lainnya, dan tidak seperti Eropa kontinental lainnya, profesi akuntansi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap standar dan aturan akuntansi.

Belanda merupakan salah satu pendukung pertama atas standar internsional untuk akuntansi dan praktik yang dapat diterima. Belanda juga menjadi tempat bagi beberapa perusahaan multinasional terbesar didunia, seperti Philips, Royal Dutch/Shell dan Unilever. Dewan pelaporan Tahunan mengeluarkan tuntunan terhadap prinsip akuntansi yang dapat diterima secara umum.

5.INGGRIS

Akuntansi di Inggris berkembang sebagai cabang ilmu yang independent dan secara pragmatis menyikapi kebutuhan dan praktik usaha. Seiring berjalannya waktu, legislasi perusahaan yang berurutan menambah struktur dan ketentuan lain, tetapi masih memungkinkan akuntan memiliki fleksibilitas yang cukup dalam penerapan pertimbangan yang profesional. Sejak tauhun 1970-an, sumber perkembangan hukum perusahaan yang paling penting adalah Direktif UE, khususnya Direktif Keempat dan Ketujuh. Pada saat yang bersamaan standar akuntansi dan proses penetapan standar telah menjadi semakin tegas.

Warisan akuntansi Inggris bagi dunia sangat penting. Inggris merupakan negara di dunia yang pertama mengembangkan profesi akuntansi yang kita kenal sekarang. Konsep peyajian hasil dan posisi keuangan yang wajar (pandangan yang benar dan wajar) juga berasal dari Inggris. Pemikiran dan praktik akuntansi professional diekspor ke Australia, Kanada, Amerika Serikat dan bekas wilayah jajahan Inggris seperti Hong Kong, India, Kenya, Selandia Baru, Nigeria, Singapura, dan Afrika Selatan.

ü  Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi

Dua sumber utama standar akuntansi keuangan di Inggris adalah hukum perusahaan dan profesi akuntansi. Kegiatan perusahaan yang didirikan di Inggris secara luas diatur oleh aktiva yang disebut sebagai undang-undang perusahaan. Undang-undang perusahaan disesuaikan, diperluas dan dikonsolidasikan sepanjang tahun. Sebagai contoh pada tahun 1981, Direktif Keempat UE diberlakukan, menambah aturan wajib menyangkut bentuk, prinsip akuntansi, dan konvensi dasar akuntansi. Hal ini memperkenalkan bentuk standar laporan keuangan di Inggris untuk pertama kalinya. Perusahaan dapat memilih bentuk alternatif neraca dan empat bentuk akun laba rugi. Unadang-undang tahun 1981 juga menetapkan lima prinsip dasar akuntansi:

1. Pendapatan dan beban harus ditandingkan menurut dasar akrual.

2. Pos aktiva dan kewajiban secara terpisah dalam setiap kategori aktiva dan kewajiban dinilai secara terpisah.

3. Prinsip koservatisme (kehati-hatian) diterapkan, khususnya dalam pengakuan realisasi laba dan seluruh kewajiban dan kerugian yang diketahui.

4.Penerapan kebijakan akuntansi yang konsisten dari tahun ke tahun diwajibkan.

5. Prinsip kelangsungan usaha diterapkan untuk perusahaan yang menggunakan akuntansi

Berikut enam badan akuntansi di Inggris yang berhubungan dengan Komite Konsultasi Badan Akuntansi yang berdiri pada tahun 1970:

1. Institut Akuntan Berizin Resmi di Inggris dan Wales (The Institute of Chartered Accountants in England and Wales–ICAEW)

2. Institut Akuntan Berizin Resmi di Irlandia (The Institute of Chartered Accountants in Ireland–ICAI)

3. Institut Akuntan Berizin Resmi di Skotlandia (The Institute of Chartered Accountants in Scotland__ICAS)

4. Asosiasi Akuntan Berizin Resmi dan Berserikat (The Association of Chartered Certified Accountants–ACCA)

5. Institut Akuntan Manajemen Berizin Resmi (The Chartered Institute of Management Accountants–CIMA)

6. Institut Keuangan dan Akuntansi Publik Berizin Resmi (The Chartered Institute of Finance and Accountancy–CIPFA

ü  Pelaporan Keuangan

Pelaporan keuangan Inggris termasuk yang paling komprehensif di dunia. Laporan keangan umumnya mencakup:

1. Laporan Direksi

2. Laporan Laba dan Rugi dan Neraca
3. Laporan Arus Kas
4. Laporan Total Keuntungan dan Kerugian yang Diakui
5. Laporan Kebijakan Akuntansi
6. Catatan atas Referensi dalam Laporan Keuangan

7. Laporan Auditor

ü  Pengukuran Akuntansi

Inggris memperbolehkan baik metode akuisisi dan merger dalam mencatat akuntansi untuk penggabungan usaha. Berdasarkan metode akuisisi, goodwill dihitung sebagai perbedaan antara nilai wajar penyerahan yang dilakukan dan nilai wajar aktiva yang diperoleh. Goodwill ikapitalisasikan dan diamortisasikan paling lama 20 tahun.metode ekuitas digunkana untuk perusahaan asosiasi (dimana perusahaan memiliki 20 persen atau lebih hak suara dan tidak dilakukan konsolidasi) dan lembaga patungan berbentuk perusahaan. SSAp 20 berhubungan dengan translasi mata uang asing dan mengharuskan metode kurs penutupan untuk anak perusahaan independen dan metode temporal untuk anak perusahaan yang terintegrasi. Menurut metode pertama translasi dimasukkan ke dalam cadangan ekuitas pemegang saham, sedangkan menurut metode terakhir dimasukkan ke dalam akun laba dan rugi.

Aktiva dapat dinilai menggunakan biaya histories, biaya kini atau gabungan keduanya. Oleh karena itu revaluasi terhadap tanah dan gedung diperbolehkan. Dalam praktik hanya sedikit perusahaan Inggris yang melakukan kapitalisasi dan biaya pengembangan. Persediaan dinilai sebesar yang lebih rendah antara biaya atau realisasi bersih berdasarkan FIFO atau harga rata-rata, sedangakan LIFO tidak diperbolehkan.

6.AMERIKA SERIKAT

Akuntansi di Amerika Serikat diatur oleh Badan Sektor Swasta (Badan Standar Akuntansi Keuangan, atau Financial Accounting Standards Boardi – FSAB), namun sebuah lembaga pemerintah (Komisi Pengawas Pasar Modal atau Securities Exchange Commission – SEC) juga memiliki kekuasaan untuk menerapakan standarnya sendiri.

Hingga tahun 2002 Institut Amerika untuk Akuntan Publik bersertifikat, badan sektor swasta lainnya, menetapkan Standar Auditing. Pada tahun itu Badan Pengawas Akuntansi Perusahaan Publik didirikan dengan kekuasaan yang luas untuk mengatur audit dan auditor perusahaan publik. Perusahaan di AS dibentuk berdasarkan hukum negara bagian, bukan hukum federal.

Setiap negara bagian memiliki hukum perusahaannya sendiri. Secara umum, hukum berisi ketentuan minimal atas pencatatan akuntansi dan penerbitan laporan keuangan secara periodik. Banyak hukum perusahaan ini yang tidak ditegakkan secara ketat, dan laporan yang diserahkan kepada badan-badan lokal sering kali tidak tersedia untuk publik. Karenanya, ketentuan pelaporan keuangan dan audit tahunan secara realitas hanya tedapat pada tingkat federal, seperti yang ditentukan oleh SEC. SEC memiliki kekuasaan atas perusahaan-perusahaan yang mencatatkan sahamnya pada bursa-bursa efek AS dan perusahaan yang sahamnya diperdagangkan over the counter. Perusahaan dengan kewajiban terbatas lainnya tidak menghadapi ketentuan wajib untuk pelaporan keuangan, sehingga menbuata Amerika Serikat terlihat tidak normal menurut Standar Internasional.

Laporan keuangan yang seharusnya dibuat oleh perusahan di Amerika Serikat meliputi komponen:

1. Laporan manajemen

2. Laporan auditor independen

3. Laporan keuangan utama ( laporan laba rugi, lapooran arus kas, laporan laba komprehensif, dan laporan ekuitas pemegang saham)

4. Diskusi manajemen dan analisis atau hasil operasi dan kondisi keuangan

5. Pengungkapan atas kebijakan akuntansi dengan pengaruh paling penting terhadap lapopran keuangan.
6. Catatan atas laporan keuangan
7. Perbandingan data keuangan tertentu selama lima atausepuluh tahun
8. Data kuartal terpilih

v IFRS

Compliance terhadap IFRS telah dilakukan oleh ratusan Negara di dunia diantaranya adalah Korea, India dan Canada yang akan melakukan konvergensi terhadap IFRS pada tahun 2011.  Data dari International Accounting Standard Board (IASB) menunjukkan  saat ini terdapat 102 negara yang telah menerapkan IFRS dengan berbagai tingkat keharusan yang berbeda-beda. Sebanyak 23 negara mengizinkan penggunaan IFRS secara sukarela, 75 negara mewajibkan penggunaan IFRS untuk seluruh perusahaan domestik, dan empat Negara mewajibkan penggunaan IFRS untuk perusahaan domestik tertentu.

Compliance terhadap IFRS memberikan manfaat terhadap keterbandingan laporan keuangan dan peningkatan transparansi. Melalui compliance maka laporan keuangan perusahaan Indonesia akan dapat diperbandingkan dengan laporan keuangan perusahaan dari negara lain, sehingga akan sangat jelas kinerja perusahaan mana yang lebih baik. Selain itu, program konvergensi juga bermanfaat untuk mengurangi biaya modal (cost of capital), meningkatkan investasi global, dan mengurangi beban penysusunan laporan keuangan.

International Financial Reporting Standards (IFRS) dijadikan sebagai referensi utama pengembangan standar akuntansi keuangan di Indonesia karena IFRS merupakan standar yang sangat kokoh. Penyusunannya didukung oleh para ahli dan dewan konsultatif internasional dari seluruh penjuru dunia. Mereka menyediakan waktu cukup dan  didukung dengan masukan literatur dari ratusan orang dari berbagai displin ilmu dan dari berbagai macam jurisdiksi di seluruh dunia.

Dengan telah dideklarasikannya program konvergensi terhadap IFRS ini, maka pada tahun 2012 seluruh standar yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan  IAI akan mengacu kepada IFRS dan diterapkan oleh entitas.

Standar  akuntansi  internasional  (IFRS)  adalah  wahana  untukmenciptakan  komparabilitas  yang  lebih  tinggi  di  antara  berbagai  laporankeuangan yang dibuat oleh berbagai entitas bisnis di berbagai negara. Denganadanya IFRS berarti laporan keuangan akan mengacu hanya pada satu aturansehingga  memudahkan  para  pihak-pihak  yang  berkepentingan  dalammenggunakannya.

Sebagai contoh misalnya bankir yang menerima permintaankredit dari 12 perusahaan di 12 negara yang berbeda.Meski demikian, IFRS tidk serta merta langsung dapat diterapkan dalamtaraf  nasional.  Meskipun  sudah  ada  beberapa  negara  yang  telahmengadopsinya secara penuh, beberapa negara yang lain masih memerlukantahapan-tahapan lebih lanjut untuk menkorvengensi GAAP nasionalnya keIFRS.

ü Rerangka Konseptual IFRS

Rerangka kerja IASB telah disetujui oleh Dewan IASC pada bulanApril 1989 untuk diterbitkan pada bulan Juli 1989, dan telah diadopsi olehIASB pada bulan April 2001. Secara singkat, rerangka konseptual tersbutadalah sebagai berikut :

•Mendefinisikan tujuan laporan keuangan

•Mengidentifikasi karakteristik kualitatif yang membuat informasi dalamlaporan keuangan berguna

•Asumsi-asumsi dasar

•Mendefinisikan unsur-unsur dasar laporan keuangan dan konsep-konsepuntuk mengakui dan mengukur mereka dalam laporan keuangan

•Menyediakan konsep pemeliharaan modal

Selama beberapa dekade, seperangkat standar dan prosedur umumdalam pelaporan keuangan adalah prinsip akuntansi yang berlaku umum (generally  accepted  accounting  principle—GAAP). Istilah  “diterimaumum” berarti bahwa sebauh badan pembuat akuntansi yang berwenangtelah menetapkan prinsip pelaporan di bidang tertentu, atau bahwa dariwaktu ke waktu suatu praktik tertentu telah dipandang tepat karena dapatditerapkan secara universal.Prinsip akuntansi yang diterima umum (GAAP) merupakan prinsip-prinsip yang dirumuskan oleh sebuah lembaga akuntansi di Amerika yangdikenal dengan nama Financial Accounting Standard Board (FASB).

Misiutama  dari  organisasi  ini  sebenarnya  adalah  untuk  membentuk  danmemperbaiki standar-standar akuntansi serta pelaporan keuangan dalamrangka membimbing dan mendidik publik, yang meliputi emiten, auditor,serta pemakai laporan keuangan. GAAP sendiri merupakan satu dari empat jenis  ketetapan  yang  dikeluarkan  oleh  FASB,  yakni  1)  standard  aninterpretasi (GAAP), 2) Konsep akuntansi keuangan (SFACs), 3) bulletinteknis FASB, dan 4) Pernytaan Emerging Issues Task Force (EITF).Sejak  diluncurkannya,  GAAP  (US-GAAP)  telah  menjadi  standar akuntansi yang paling diterima oleh seluruh komunitas akuntansi dunia. Halini menjadikan US-GAAP sebagai kiblat dari standar akuntansi di beberapanegara termasuk Indonesia.

Meski demikian, beberapa negara yang tidakmengadopsi GAAP memunculkan praktik akuntansi yang berbeda sepertiyang telah dibahas sebelumnya.Perbedaan praktik akuntansi tersebut akhirnya membuat sebagaianbesar negara menyadari kebutuhan akan standar yang lebih seragam.Karena  hal  ini,  maka  dibentuklah  International  Accounting  Standards Committee (IASC) pada tahun 1973 yang bertujuan untuk menyeragamkanstandar-standar akuntansi di antara negara. Tujuan IASC dalam penetapanstandar adalah untuk memperbaiki dan menyeragamkan secara umumregulasi,  standar,  serta  prosedur  akuntasi  yang  berhubungan  denganpenyajian laporan keuangan.Tahap  awal  beridirnya  IASC  tidaklah  sesuai  dengan  apa  yangdiharapkan.

Keberadaan IASC sebagai pembuat standar akuntansi yangunik menemui banyak kendala dalam mengajak komunitas akuntansi untukmenggunakan aturannya. Meskipun sebagian besar professional akuntansisecara  teoritis  setuju  untuk  menggunakan  IFRS  pada  level  nasional,sebagian besar negara menyusun standar dengan berkiblat kepada negara-negara yang mereka hargai (Amerika Serikat dan Inggris) dan hanyasebagian kecil yang mengacu kepada standar yang diajukan oleh IASC. DiEropa, IFRS telah digunakan oleh sebagian entitas pelaporan di Italia,sedang di negara lainnya seperti Malaysia, IFRS digunakan hanya sebagaibahan pertimbangan dalam pembuatan standar nasional. Hal ini secaraeksplisit membuktikan bahwa IFRS hanya diadopsi sebagai bagian dariGAAP nasional. Melalui  perjalanan  panjang,  akhirnya  pada  tahun  2000,  semuaanggota  IASC  sepakat  untuk  merestukturisasi  IASC  menjadi  sebuahlembaga professional dengan struktur baru.

Memasuki awal tahun 2001,terbentuklah lembaga baru yang disebut International Financial StandardBoard (IASB) yang kemudian mengadopsi standar yang dirumuskan olehIASC dan menjadikannya standar akuntansi internasional. PembentukanIASB ini kemudian memperkuat posisi IFRS sebagai standar akuntansi internasional yang diterima oleh sebagian besar negara di dunia. Pada tahun2005, 7000 perusahaan yang listing             di bursa efek di 25 negara di Uni Eropa,dan beberapa negara lain seperti Australia, Selandia Baru, Rusia, dan Afrika Selatan memproduksi laporan keuangan tahunan dengan menggunakansatu standar, yakni IFRS.Lebih lanjut, beberapa negara yang menggunakan GAAP sebagaistandar keuangannya kini mulai melakukan pembenahan untuk melakukankonvergensi ke IFRS. Sebagai contoh, Kanada yang memiliki GAAP yangsangat mirip dengan US-GAAP mengumumkan akan mengeliminasi GAAP-nya dan menggantinya dengan IFRS pada Tahun 2007. Bahkan, China telahmewajibkan  perusahaan-perusahaan  yang listing

di  bursa  efek  untukmenggunakan IFRS pada tahun 2007.

Dengan melihat fakta bahwa 15.000 perusahaanlisting di AmerikaSerikat  masih  menggunakan  US-GAAP  sebagai  pedoman  pembuatanlaporan keuangan, maka timbul pertanyaan apakah laporan keuangan harusdisusun berdasarkan satu atau salah satu dari kedua standar akuntansitersebut (IFRS atau US-GAAP).Untuk mengatasi persoalan ini, IASB sebagai lembaga otoritas IFRSdan FASB sebagai lembaga otoritas GAAP terus melakukan pertemuanuntuk melakukan konvergensi GAAP dengan IFRS.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: