Sholicha's Blog

June 10, 2011

Tugas sofftskill Bhs.Inggris Bisnis 2 (direct and Inderect)

Filed under: Uncategorized — sholicha @ 2:20 am

TUGAS SOFTSKIIL

BHS. INGGRIS BISNIS 2

 

Nama              : Amalin Sholecha

NPM                : 20207093

Kelas                : 3EB06

Materi             : SoaL PG direct and Inderect Speech

1. She  says, “I’am a clever student”. Bila dalam bemtuk Inderect maka…

a. She says that he is a clever

b. She says that his a clever

c. “that he is a clever”, she says

Answer            : A

2. She told me, “The women comes”. Bila dalam bemtuk Inderect maka…

a. She told me that the woman came

b. She said that the woman was coming

c. She said that the woman had come

Answer            : A

3. She said, “The woman is coming”. Bila dalam bemtuk Inderect maka…

a. She told me that the woman came

b. She said that the woman was coming

c. She said that the woman had come

Answer            : B

4. She said, “The woman has come”. Bila dalam bemtuk Inderect maka…

a. She told me that the woman came

b. She said that the woman was coming

c. She said that the woman had come

Answer            : C 

5. She said, “The woman has been coming”. Bila dalam bemtuk Inderect maka…

a. She said that the woman had been coming

b. She said that the woman had come the night before

c. She remarked that the woman had been coming

Answer            : A

6. She said that the woman had come the night before. Bila dalam bentuk derect maka…

a. She remarked, “The woman was coming”.

b. She said, “The woman came last night”.

c. She said, “The woman would come if she were you”.

Answer            : B

7. She remarked that the woman had been coming. Bila dalam bemtuk Inderect maka…

a. She remarked, “The woman was coming”.

b. She said, “The woman came last night”.

c. She said, “The woman would come if she were you”.

Answer            : A

8. She said that the woman would come. . Bila dalam bemtuk Inderect maka…

a. She remarked, “The woman was coming”.

b. She said, “The woman will come”.

c. She said, “The woman would come if she were you”.

Answer            : B

9. She said that the woman would have come if she had been me. Bila dalam bemtuk Inderect maka…

a. She remarked, “The woman was coming”.

b. She said, “The woman will come”.

c. She said, “The woman would come if she were you”.

Answer            : C

10. She said that the woman would be coming. Bila dalam bemtuk Inderect maka…

a. She remarked, “The woman was coming”.

b. She said, “The woman will be coming”.

c. She said, “The woman would come if she were you”.

Answer            : B

May 23, 2011

journaL sofftskill akuntansi Internasional

Filed under: Uncategorized — sholicha @ 5:47 pm

JOURNAL

  • Nama                  : Amalin Sholecha
  • NPM                     : 20207093
  • Kelas                   : 4EB06
  • Alamat Blog  : sholicha.wordpress.com
  • Dosen                : Masodah

Rangkuman

 

Konsep dari akuntansi komparatif atau akuntansi internasional mengarahkan akuntansi internasional kepada studi dan pemahaman atas perbedaan-perbedaan nasional di dalam skuntansi. Hal ini meliputi :

  1.  Kesadaran akan adanya keragaman internasional di dalam akuntansi perusahaan dan praktik-praktik pelaporan.
  2.  Pemahaman akan prinsip-prinsip dan praktik-praktik akuntansi dari masing-masing  negara.
  3. Kemampuan untuk menilai dampak dari beragamnya praktik-praktik akuntansi pada pelaporan keuangan.

v Penerapan Metode LIFO dan FIFO di Negara IFRS

*6 Sistem Akuntansi Nasional  :

•Perancis

•Jerman

•Jepang

•Belanda

•Inggris

•Amerika Serikat

Transaksi Mata Uang Asing

Ciri utama yang istimewa dari sebuah transaksi mata uang asing adalah penyelesaiannya dipengaruhi dalam suatu mata uang asing. Jadi, transaksi dalam mata uang asing terjadi pada saat suatu perusahaan membeli atau menjual barang dengan pembayaran yang dilakukan dalam suatu mata uang asing atau ketika perusahaan meminjam atau meminjamkan dalam mata uang asing. Suatu transaksi mata uang asing dapat berdenominasi dalam suatu mata uang, tetapi diukur dalam mata uang yang lain.

Pajak Penghasilan

Soebakir, dkk (1999:41) mengemukakan definisi pajak penghasilan sebagai suatu pajak yang dikenakan terhadap subyek pajak atas penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam tahun pajak.

Salah satu subyek pajak adalah badan, terdiri dari perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun, persekutuan, perkumpulan, firma, kongsi, koperasi, yayasan atau organisasi yang sejenis, lembaga dana pensiun dan bentuk badan usaha lainnya.

Dengan demikian, pajak penghasilan badan yang dikenalkan terhadap salah satu bentuk usaha tersebut, atas penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam satu tahun pajak.

 

 Latar Belakang Tugas SoftSkill

Dan Tujuan

A.   Latar Belakang

Soft skill adalah kualitas, ciri kepribadian dan keahlian sosial yang dimiliki setiap orang dengan tingkatan yang berbeda-beda. Ada orang-orang yang gampang berteman, misalnya, yang bisa dianggap sebagai soft skill yang berharga dalam dunia penjualan. Orang lainnya mungkin sangat menghargai waktu atau mampu mengambil keputusan yang rasional meskipun sedang berada di bawah tekanan. Seseorang juga mungkin saja memiliki kemampuan dalam dirinya untuk bekerja dengan rekan kerja yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda, atau dia bisa belajar bahasa asing secara cepat. Kesemua hal ini bisa dianggap sebagai soft skills yang berharga.

Tidak seperti halnya melihat hard skill tertentu seperti kemampuan matematik atau bakat mekanik, mencari tahu soft skill dari seorang pelamar kerja bisa menjadi pekerjaan yang benar-benar sulit. Beberapa perusahaan menggunakan uji penjajakan psikologis khusus untuk mengetahui apakah seorang pelamar memiliki temperamen atau kepribadian yang tepat untuk sebuah posisi kerja, walaupun pengujian-pengujian semacam ini tentu saja tidak selalu bisa memprediksikan bagaimana kinerja pelamar jika nanti ia bekerja dalam kondisi yang sesungguhnya. Seorang pekerja baru mungkin memiliki keterampilan dan pengalaman teknik untuk bekerja dalam tim costumer support, namun ia harus juga memiliki soft skill seperti kesabaran atau kemampuan bekerja di bawah kondisi yang menekan sehingga ia bisa efektif dalam pekerjaannya.

Memiliki keseimbangan yang tepat antara hard skill dan soft skill merupakan salah satu cara untuk meningkatkan daya saing ketika Anda berkompetisi melawan ratusan pelamar lain dalam pasar kerja yang sempit.

Motivasi adalah suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut (Wlodkowski:1985). Berdasarkan rumusan tersebut motif merupakan faktor dinamis, penyebab seseorang melakukan perbuatan. Suatu perbuatan dapat ditimbulkan oleh sesuatu motif. Namun juga bisa disebabkan oleh beberapa motif. Dalam belajar, motivasi punya peranan yang penting. Dalam membicarakan macam-macam motivasi belajar, ada dua macam sudut pandang, yakni motivasi yang berasal dari dalam pribadi seseorang yang biasa disebut ”motivasi intrinsik” dan motivasi yang berasal dari luar diri seseorang yang biasa disebut ”motivasi ekstrinsik”. Setiap anak harus memiliki motivasi belajar agar dapat tercapainya sesuatu atau hasil sesuai yang diharapkan.

B.   Tujuan

Didalam penulisan makalah ini ada beberapa tujuan yang kami jabarkan, diantaranya adalah:

  1. Sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas Psi. & Teknologi Internet
  2. Dari hasil diatas, kami ingin mengetahui lebih dalam tentang Motivasi belajar
  3. Sebagai persyaratan untuk mendapatkan nilai.

Isi Tugas 1

 

Definisi akuntansi internasional

Konsep dari akuntansi universal atau dunia adalah yang paling luas ruang lingkupnya. Konsep ini mengarahkan akuntansi internasioanal menuju formulasi dan studi atas satu kumpulan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara universal. Tujuannya adalah untuk mendapatkan satu standardisasi lengkap atas prinsip-prinsip akuntansi secara internasional.

Di dalam kerangka kerja konsep ini, akuntansi internasional dianggap sebagai sebuah sistem universal yang dapat diterapkan di semua negara. Sebuah seperangkat prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (generally accepted accounting principles-GAAP) yang diterima di seluruh dunia, seperti yang berlaku di Amerika Serikat, akan dibentuk. Praktik dan prinsip-prinsip yang dikembangkan akan dapat diberlakukan di seluruh negara. Konsep ini akan menjadi sasaran tertinggi dari suatu sistem internasional.

Konsep dari akuntansi komparatif atau akuntansi internasional mengarahkan akuntansi internasional kepada studi dan pemahaman atas perbedaan-perbedaan nasional di dalam skuntansi. Hal ini meliputi :

  1. Kesadaran akan adanya keragaman internasional di dalam akuntansi perusahaan dan praktik-praktik pelaporan.
  2. Pemahaman akan prinsip-prinsip dan praktik-praktik akuntansi dari masing-masing negara.
  3. Kemampuan untuk menilai dampak dari beragamnya praktik-praktik akuntansi pada pelaporan keuangan.

Munculnya paradigma baru di dalam akuntansi internasional memperluas kerangka kerja dan pemikiran untuk memasukkan ide-ide baru dari akuntansi internasional. Sebagai akibatnya, terbit daftar yang sangat panjang akan konsep-konsep dan teori-teori akuntansi yang dibuat oleh Amenkhienan untuk memasukkan hal-hal sebagai berikut :

1. Teori universal atau dunia

2. Teori multinasional

3. Teori komparatif

4. Teori transaksi-transaksi internasional

5. Teori translasi

Latar Belakang Sejarah

Terutama sejak Perang Dunia Kedua, banyak negara telah mengembangkan sistem nasional untuk mengatur bentuk dan isi rekening perusahaan.

Di beberapa negara, tanggung jawab ini telah disediakan untuk pemerintah dan telah diatur dalam tindakan hukum tertentu, biasanya di bawah hukum perusahaan. Sebuah contoh di sini adalah komtabel Rencana (Umum Rencana Akuntansi) sistem kodifikasi rinci sangat di Perancis dan beberapa negara Eropa lainnya.

Di negara lain, tanggung jawab telah habis seluruhnya atau sebagian besar oleh perwakilan badan akuntansi profesional yang bertindak baik atas otoritas mereka sendiri atau hanya dengan dukungan hukum yang paling umum untuk mengatur “praktek yang baik” standar akuntansi.

Di negara-negara di mana pasar yang signifikan untuk modal jangka panjang telah berevolusi, pengaruh tambahan pada norma akuntansi telah datang dari “daftar perjanjian” dibuat oleh perusahaan yang mencari hak-hak untuk berdagang di bursa saham.

Dalam posisi khusus adalah berbasis rezim aturan ditemukan di Amerika Serikat. Ini dioperasikan bersama-sama oleh US Securities & Exchange Commission (SEC) untuk lebih dari 12.000 perusahaan yang terdaftar di pasar modal Amerika dan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB), sebuah badan independen non-reguler yang SEC delegasi tugas dari menetapkan standar akuntansi untuk perusahaan pada umumnya.

Tentang 140 Laporan yang ada Standar Akuntansi Keuangan merupakan bagian penting dari US Prinsip Akuntansi umum (US GAAP). SEC mengharuskan asing (termasuk Eropa) pendaftar baik untuk menyiapkan laporan US GAAP langsung atau untuk mendamaikan mereka dengan informasi yang diperlukan dalam SEC Formulir 2.

Munculnya perusahaan multinasional dan peningkatan besar dalam pergerakan modal internasional selama dekade kemudian telah sejajar, di tingkat dunia, oleh penciptaan organisasi internasional yang terlibat dalam berbagai cara dengan standar perilaku komersial.

Salah satunya adalah Komite Standar Akuntansi Internasional (IASC) dibentuk pada tahun 1973 oleh badan akuntansi dari sembilan negara dan dengan keanggotaan, pada tahun 2000, badan akuntansi dari lebih dari 100 negara. IASC memproduksi sekitar 40 Standar Akuntansi Internasional (IAS) dan beberapa 20 “Standar Interpretasi” untuk membantu sesuai dengan IAS. Tubuh ini standar telah sangat berpengaruh mengenai laporan keuangan konsolidasi, dan standar asli pada laporan keuangan konsolidasi (IAS 3) memberikan kontribusi terhadap perumusan Akuntansi Ketujuh Uni Eropa Directive (lihat di bawah).

Undang-undang yang disahkan pada tahun 1998 di Belgia, Perancis, Jerman dan Italia untuk memfasilitasi penggunaan IAS untuk laporan perusahaan yang terdaftar dan ekonomis yang signifikan, namun jumlah kecil perusahaan juga menggunakan IAS sukarela.

Juga relevan dalam konteks ini adalah Organisasi Internasional Komisi Efek (IOSCO), didirikan pada tahun 1983 sebagai sebuah komite badan pemerintah (seperti SEC) dengan kekuasaan pengaturan terhadap bursa saham.

Namun, hanya satu organisasi di atas tingkat nasional telah membuat norma-norma akuntansi subyek hukum, yaitu Uni Eropa.

Akuntansi Dewan Standar Internasional dan IAS / IFRS

IAS: sejarah dan proses produksi

Internasional Komite Standar Akuntansi didirikan pada tahun 1973 oleh organisasi-organisasi profesional terkemuka di Australia, Kanada, Jerman, Irlandia, Jepang, Meksiko, Belanda, Inggris dan Amerika Serikat.

Sampai dengan 2000, penerimaan umum dari IAS adalah untuk waktu yang lama terhambat oleh praktik yang memungkinkan beberapa pilihan yang berbeda untuk memenuhi persyaratan. Situasi ini tercermin’s asli papan IASC struktur dan metode pemungutan suara, yang cenderung ke arah pembentukan konsensus. Kepatuhan dengan IAS selanjutnya tergantung pada “upaya terbaik” Teman-anggota tubuh IASC. perjanjian properti yang dioperasikan oleh bursa efek merupakan mekanisme kepatuhan kuat.

Pada akhir 1980-an IOSCO mengulurkan kemungkinan bahwa IAS mungkin, jika sesuai direvisi, dapat diterima untuk laporan keuangan perusahaan asing tercatat di bursa efek anggotanya.

Itu dibuat jelas, bagaimanapun, bahwa revisi IAS perlu membatasi pilihan yang tersedia secara substansial. Selama bertahun-tahun berikutnya 10, IASC bekerja sama dengan IOSCO untuk menghasilkan set “standar inti” yang akan memenuhi persyaratan anggota IOSCO, termasuk SEC.

Sepuluh pertama revisi IAS muncul pada tahun 1993, beberapa di antaranya kemudian diterima baik seluruhnya atau sebagian untuk digunakan oleh perusahaan yang tercatat di bursa efek diatur oleh anggota IOSCO. Sebuah batch lebih lanjut, termasuk beberapa yang baru IAS seluruhnya, selesai pada tahun 1999. Tahap penting dalam proses ini tercapai Mei 2000 ketika IOSCO merekomendasikan bahwa emiten multinasional pada saham ‘bursa anggotanya harus dapat menggunakan IAS dalam laporan keuangan lintas batas penawaran dan listing.

Pada akhir 1999, IASC memutuskan untuk mengubah konstitusi dengan efek dari tahun 2001. Inti dari organisasi baru ini adalah Dewan Standar Akuntansi Internasional ( IASB) yang berbasis di London dan terdiri dari 14 anggota dengan-setting kekuatan standar. Hanya delapan suara yang diperlukan untuk lulus standar, “dengan alasan bahwa ini akan mengarah pada kompromi sedikit dalam kata-kata standar dan standar akan menjadi lebih jelas, ketat dan kurang cenderung memberikan pilihan eksplisit atau implisit, terhadap akuntansi yang dibutuhkan” .

IASB menerbitkan standar dalam serangkaian pernyataan sekarang disebut Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS). Hal ini juga menerbitkan serangkaian Interpretasi Standar Akuntansi Internasional, yang dikembangkan oleh Pelaporan Keuangan Internasional Komite Interpretasi (IFRIC, sebelumnya disebut Interpretasi Standing Committee (SIC) The IASB tersebut disertai dengan Standar Dewan Pertimbangan sekitar 45 anggota.

KONVERGENSI, STANDAR AKUNTANSI DAN HARMONISASI

Sampai saat sekarang ini, negara barat masih gencar mempromosikan perlunya harmonisasi standar akuntansi internasional. Tujuan utama upaya tersebut adalah untuk meningkatkan daya banding (comparability) laporan keuangan terutama bagi perusahaan multinasional yang beroperasi di berbagai belahan dunia. Tidak mengherankan jika pihak barat membentuk suatu badan yang dinamakan International Accounting Standard Committee (IASC), yang sekarang berubah namanya menjadi International Accounting Standard Board (IASB). Badan ini bertugas menghasilkan standar akuntansi internasional (International Financial Reporting Standards-IFRS).

Pada dasarnya standar akuntansi merupakan pengumuman atau ketentuan resmi yang dikeluarkan badan berwenang di lingkungan tertentu tentang pedoman umum yang dapat digunakan manajemen untuk menghasilkan laporan keuangan. Dengan adanya standar akuntansi, laporan  keuangan diharapkan dapat menyajikan informasi yang relevan dan dapat dipercaya kebenarannya. Standar akuntansi juga digunakan oleh pemakai laporan keuangan seperti investor, kreditor, pemerintah, dan masyarakat umum sebagai acuan untuk memahami dan menganalisis laporan keuangan sehingga memungkinkan mereka untuk mengambil keputusan yang benar. Dengan demikian, standar akuntansi memiliki peranan penting bagi pihak penyusun dan pemakai laporan keuangan sehingga timbul keseragaman atau kesamaan interpretasi atas informasi yang terdapat dalam laporan keuangan.

Secara garis besar ada empat hal pokok yang diatur dalam standar akuntansi. Yang pertama berkaitan dengan definisi elemen laporan keuangan atau informasi lain yang berkaitan. Definisi digunakan dalam standar akuntansi untuk menentukan apakah transaksi tertentu harus dicatat dan dikelompokkan ke dalam aktiva, hutang, modal, pendapatan dan biaya. Yang kedua adalah pengukuran dan penilaian. Pedoman ini digunakan untuk menentukan nilai dari suatu elemen laporan keuangan baik pada saat terjadinya transaksi keuangan maupun pada saat penyajian laporan keuangan (pada tanggal neraca). Hal ketiga yang dimuat dalam standar adalah pengakuan, yaitu kriteria yang digunakan untuk mengakui elemen laporan keuangan sehingga elemen tersebut dapat disajikan dalam laporan keuangan. Yang terakhir adalah penyajian dan pengungkapan laporan keuangan. Komponen keempat ini digunakan untuk menentukan jenis informasi dan bagaimana informasi tersebut disajikan dan diungkapkan dalam laporan keuangan. Suatu informasi dapat disajikan dalam badan laporan (Neraca, Laporan Laba/Rugi) atau berupa penjelasan (notes) yang menyertai laporan keuangan.

Keempat hal itulah yang diusahakan oleh negara barat untuk diharmonisasikan secara internasional. Mereka percaya bahwa harmonisasi standar akuntansi internasional akan meningkatkan daya banding laporan keuangan secara internasional, dapat menghemat biaya terutama bagi penyaji dan pemakai laporan keuangan, dan memperbaiki standar akuntansi nasional masing-masing negara (Turner 1983).

Sebagai respon atas kebutuhan harmonisasi standar akuntansi, berbagai upaya telah dilakukan oleh negara kapitalis. Salah satunya adalah dengan dengan mendirikan International Accounting Standard Committee (IASC) pada tahun 1973, yang sekarang berubah nama menjadi International Accounting Standard Board (IASB). Jumlah keanggotaan IASC sampai sekarang meliputi lebih dari 150 organisasi profesi akuntansi yang berasal dari negara maju dan berkembang, termasuk Indonesia. Tujuan utama badan ini adalah memformulasikan standar akuntansi yang dapat diterapkan secara internasional. Sampai sekarang IASB telah mengeluarkan lebih dari 50 standar akuntansi. Meskipun IASB berhak untuk menetapkan dan mengeluarkan standar akuntansi, badan tersebut tidak memiliki kekuatan hukum untuk memaksakan penerapan standar akuntansi yang dihasilkan.

Tujuan Akuntansi Internasional

Akuntansi Internasional

Adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi antarnegara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya. Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis.

Tujuan Akuntansi Internasional

  1. Mengidentifikasi sejarah perkembangan akuntansi internasional
  2. Memperkenalkan berbagai perbedaan nasional dalam sistem akuntansi di dunia
  3.  Meringkas evolusi bisnis sampai zaman modern
  4. Membahas pentingnya dimensi akuntansi dalam bisnis global dan topik-topik penting yang membentuk akuntansi internasional

isi Tugas 2

 

Metode Arus Harga Pokok Persediaan LIFO dan FIFO

v Pengertian LIFO DAN FIFO

1. FIFO

* Pengertian

Metode FIFO menganggap bahwa harga pokok dari barang-barang yang pertama kali dibeli akan merupakan barang yang dijual pertama kali. Dalam metode ini persediaan akhir dinilai dengan harga pokok pembelian yang paling akhir.

Metode ini juga mengasumsikan bahwa barang yang terjual karena pesanan adalah barang yang mereka beli. Oleh karenanya, barang-barang yang dibeli pertama kali adalah barang-barang pertama yang dijual dan barang-barang sisa di tangan (persediaan akhir) diasumsikan untuk biaya akhir. Karenanya, untuk penentuan pendapatan, biaya-biaya sebelumnya dicocokkan dengan pendapatan dan biaya-biaya yang baru digunakan untuk penilaian laporan neraca.

Metode ini konsisten dengan arus biaya aktual, sejak pemilik barang dagang mencoba untuk menjual persediaan lama pertama kali. FIFO merupakan metode yang paling luas digunakan dalam penilaian persediaan.

Metode FIFO seringkali tidak nampak secara langsung pada aliran fisik dari barang tersebut karena pengambilan barang dari gudang lebih didasarkan pada pengaturan barangnya. Dengan demikian meode FIFO lebih nampak pada perhitungan harga pokok barang. Dalam metode FIFO, biaya yang digunakan untuk membeli barang pertama kali akan dikenali sebagai Cost of Goods Sold (COGS). Untuk perhitungan harga maka digunakan harga dari stok barang dari transaksi yang terdahulu.

*Sejarah

Metode FIFO (First In First Out) pertama kali dikenal dalam akuntansi keuangan sebagai salah satu metode dalam penilaian persediaan barang. Harga yang digunakan sebagai dasar dalam menilai persediaan barang dapat memakai harga lama atau harga baru.
Pada metode FIFO, persediaan barang yang dikeluarkan untuk produksi atau dijual, nilainya didasarkan pada harga menurut urutan yang pertama masuk. Jadi, untuk penilaian pada persediaan barang yang tersisa, berarti harganya didasarkan pada harga baru atau harga urutan yang terakhir.

*Perbandingan Metode-metode Persediaan
– FIFO
1. Menghasilkan harga pokok penjualan yang rendah
2. Menghasilkan laba kotor yang tinggi
3. Menghasilkan persediaan akhir yang tinggi
Selama periode inflasi atau kenaikan harga, penggunaan FIFO akan mengakibatkan hal ini, tapi dalam kondisi ekonomi turun, terjadi kebalikannya.
– LIFO
1. menghasilkan harga pokok penjualan yang tinggi
2. Menghasilkan laba kotor yang rendah
3. Menghasilkan persediaan akhir yang rendah

- Biaya rata-rata
Memperoleh hasil antara FIFO dan LIFO untuk ketiga konsep yang telah diuraikan.

2. LIFO

*Pengertian

Metode LIFO adalah membebankan biaya dari pembelian terakhir dan memberikan biaya yang paling dtua di akun persediaan. Ada beberapa cara untuk menerapkan metode LIFO. Karena setiap variasi menghasilkan, angka yang berbeda untuk biaya bahan baku yang dikeluarkan, biaya persediaan akhir, dan laba, maka penting untuk mengikuti prosedur yang dipilih secara konsisten.
*Kelebihan :

  1. Mudah menandingakan kos sekarang dengan pendapatan sekarang
  2. Jika harga naik, harga barang konservatif
  3. laba operasi tidak tercemar oleh untung/rugi fluktuasi harga
  4. Jika harga berfluktuasi , dapat meratakan laba tahunan.

*Kelemahan :

  1. bertentangan dengan aliran fisik sesungguhnya
  2. Tidak menunjukkan potensi jasa yang sesungguhnya /kos yang sudah usang.

Penerapan Metode LIFO dan FIFO di Negara IFRS

*6 Sistem Akuntansi Nasional  :

•Perancis

•Jerman

•Jepang

•Belanda

•Inggris

•Amerika Serikat

1.PERANCIS

ü  Plan Comptable General berisi:

•Tujuan dan prinsip akuntansi serta pelaporan keuangan

•Definisi aktifa, kewajiban, ekuitas pemegang  saham, pendapatan dan beban

•Aturan pengakuan dan penilaian

•Daftar akun standar, ketentuan mengenai   penggunaannya, dan ketentuan tata buku lainnya

•Contoh laporan keuangan dan aturan  penyajiannya.

ü  Ciri utama pelaporan di Perancis mengenai pelaporan catatan kaki meliputi :

•Penjelasan mengenai aturan pengukuran yang diberlakukan
•Perlakuan akuntansi untuk pos-pos dalam mata uang asing
•Laporan perubahan aktiva tetap dan depresiasi
•Detail provisi
•Detail revaluasi yang dilakukan
•Analisis piutang dan utang sesuai masa jatuh tempo
•Daftar anak perusahaan dan kepemilikan saham
•Jumlah komitmen pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya
•Detail pengaruh pajak terhadap laporan keuangan
•Rata-rata jumlah karyawan sesuai golongan
•Analisis pendapatan menurut aktivitas dan geografis

ü  Perancis menggunakan hukum kode

•Pendanaannya tidak banyak tergantung pada pasar modal

•Hukum pajak juga mempengaruhi akuntansi secara signifikan

•Ciri khususnya terdapatnya dikotomi (pelaporan keuangan perusahaan disajikan secara tersendiri dengan laporan keuangan kelompok usaha yang dikonsolidasikan)

•Profesi Akuntansi dan auditing terpisah

•Hukum Perancis berisi provisi untuk mencegah kepailitan
•Pajak tangguhannya diakrualkan
•Hukum memperbolehkan perusahaan Perancis untuk mengikuti IFRS atau PABU/GAAP di AS

ü  REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN AKUNTANSI

•Badan Akuntansi Nasional (CNC)
•Komite Regulasi Akuntansi (CRC)
•Otoritas Pasar Keuangan (AMF)
•Ikatan Akuntan Publik (OEC)
•Ikatan Auditor Kepatuhan Nasional (CNCC)

ü  PELAPORAN KEUANGAN

•Neraca
•Laporan laba rugi
•Catatan atas laporan keuangan
•Laporan direktur
•Laporan auditor

ü  PENGUKURAN AKUNTANSI

Akuntansi di Perancis memiliki karakteristik ganda: Perusahaan secara tersendiri harus mematuhi peraturan yang tetap, sedangkan kelompok usaha konsolidasi memiliki fleksibilitas lebih besar. Persediaan menggunakan metode FIFO atau rata-rata tertimbang. Laporan keuangan konsolidasi mengikuti pendekatan penyajian wajar berupa pelaporan substansi menggungguli bentuk.

2. JERMAN

ü  Karakteristik fundamental akuntansi di Jerman: 

•Perlindungan terhadap kreditor

•Hukum pajak yang secara garis besar  menentukan akuntansi komersial

•Akuntansinya sangat tergantung terhadap anggaran dasar dan keputusan pengadilan

•Jerman menggunakan hukum kode

•Karakteristik fundamental ke-3 dari akuntansi di jerman adalah ketergantungannya terhadap

anggaran dasar dan keputusan pengadilan

ü  REGULASI DAN PENEGAKAN  ATURAN AKUNTANSI

•Institut Jerman memberikan konsultasi dalam berbagai tahap pembuatan

hukum yang memengaruhi akuntansi dan pelaporan keuangan.

•Komite Standar Akuntansi Jerman (German Standards Accounting Committee – GSAC), yang membawahi Badan Standar Akuntansi Jerman (GSAB).

•Pada tahun 2003 GSAB menerapkan strategi baru untuk mencapai konverjensi standar akuntansi secara global. Perubahan ini mengakui ketentuan UE atas IFRS bagi perusahaan emiten pada tahun 2005.

•Menurut standar internasional, profesi audit (akuntansi) di Jerman terbilang kecil.

•Individu – individu ini adalah Pemeriksa buku tersumpah yang hanya diperbolehkan untuk mengaudit perusahaan berukuran kecil dan menengah menurut definisi dalam undang-undang tsb.

•Terdapat dua kelompok auditor yang ditetapkan oleh hukum untuk melakukan pemeriksaan audit independen dalam perusahaan

ü  PELAPORAN KEUANGAN

•Neraca

•Laporan laba rugi

•Catatan atas laporan keuangan

•Laporan manajemen

•Laporan auditor

Perusahaan kecil dikecualikan dari ketentuan audit dan dapat menyusun neraca dalam bentuk yang diringkas. Perusahaan yang sahamnya diperdagangkan kepada publik harus menyediakan laporan arus kas konsolidasi, namun laporan ini tidak diharuskan bagi perusahaan
lainnya.Pengungkapan berupa catatan kaki dipandang sebagai jalan untuk mencapai penyajian yang benar dan jujur pada saat menyusun laporan keuangan berbasis pajak.

Ciri utama sistem pelaporan keuangan adalah laporan secara pribadi oleh auditor kepada dewan direktur pengelola perusahaan dan dewan pengawasperusahaan.Untuk tujuan konsolidasi, seluruh perusahaan dalam kelompok tsb harus menggunakan prinsip akuntansi dan penilaian yang sama.

Metode akuntansi berbasis pajak dalam akun perusahaan tersendiri dapat dieliminasikan dalam akun kelompok usaha

ü  STANDAR UNTUK MENYUSUN LAPORAN KONSOLIDASI:

1.Hukum Komersial Jerman (KapA EG)

2.GAAP AS

3.IFRS

ü  PENGUKURAN AKUNTANSI

Metode Akuisisi (pembelian):

1) Metode Nilai Buku

2) Metode Revaluasi

Persediaan dinilai sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya atau pasar ; FIFO dan metode rata-rata merupakan metode yang digunakan untuk menentukan biaya.  Sewa guna usaha pembiayaan umumnya tidak dikapitalisasikan, tetapi kewajiban pensiun diakru berdasarkan nilai kini yang ditentukan oleh aktuarial yang sesuai dengan hukum pajak.

Provisi sebagai estimasi beban atau kerugian masa depan sangat digunakan. Provisi memberikan kesempatan bagi perusahaan Jerman untuk melakukan perataan laba.

3. Jepang

Jepang menggunakan hukum kode Akuntansi dan pelaporan keuangan mencerminkan gabungan berbagai pengaruh domestik dan internasional. Dua badan pemerintah yang terpisah bertanggung jawab atas regulasi akuntansi dan hukum pajak penghasilan perusahaan memiliki

pengaruh lebih lanjut pula.

Investasi yang saling bertautan menghasilkan konglomerasi industri

yang meraksasa disebut sebagaikei retsu suatu perusahaan besar dalam akuntansi diumumkan pada akhir tahun 1990-an untuk membuat kesehatan ekonomi perusahaan- perusahaan Jepang menjadi semakin transparan dan membawa Jepang lebih dekat dengan standar Internasional.

ü  REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN AKUNTANSI

Didasarkan pada 3 undang-undang (sistem hukum segitiga):

1. Hukum komersial, diatur oleh kementerian kehakiman (MOJ)

2. Undang-undang pasar modal, diatur oleh kementerian keuangan

3. Undang-undang pajak penghasilan perusahaan,

•BADC merupakan sumber utama prinsip akuntansi di Jepang sekarang ini

•Pengaruh hukum pajak juga sangat signifikan

•Auditor independen harus mangaudit laporan keuangan perusahaan publik sesuai hukum surat  Berharga

•Sumber pendanaan berasal dari pendanaan perusahaan dan profesi akuntansi bukan pemerintah

ü  Pengukuran Akuntansi

  • · Hukum komersial mewajibkanperusahaan besar untuk menyusunlaporan konsolidasi
  • · Metode ekuitas digunakan untuk investasi pada perusahaan afiliasi
  • · Persediaan menggunakan metode FIFO, LIFO dan rata-rata

4. BELANDA

Belanda merupakan negara hukum kode, namun akuntansinya berorientasi pada penyajian wajar. Di belanda akuntansi dianggap sebagai cabang dari ekonomi usaha. Belanda merupakan salah satu pendukung pertama atas standar internasional untuk akuntansi dan pelaporan keuangan, dan pernyataan IASB menerima perhatian besar dalam menentukan praktik yang dapat diterima.

Perusahaan-perusahaan belanda diperbolehkan untuk menyusun LK dengan menggunakan IFRS atau GAAP AS selain standar akuntansi belanda.

ü  Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi

Belanda menggunakan UU Laporan Keuangan tahunan yang merupakan program untuk mencerminkan harmonisasi perusahaan di dalam Uni Eropa.

UU tersebut mendorong pembentukan kelompok studi akuntansi tiga pihak dan melahirkan kamar dagang yaitu pengadilan khusus yang berhubungan dengan pengadilan tinggi Amsterdam.

Auditing di Belanda merupakan profesi yang mengatur diri sendiri. Badan pengaturnya disebut NivRA yang memiliki otonomi penuh dalam penentuan standar audit dan kode etik profesional.

ü  PELAPORAN KEUANGAN

• Neraca

• Laporan laba rugi

• Laporan usaha

• Proposal atas penentuan penggunaan laba ditahan

•Skedul

ü  PENGUKURAN AKUNTANSI

•Metode yang umum digunakan di Belanda yaitu metode pembelian

•Metode ekuitas digunakan apabila investor memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan usaha dan keuangan

ü  PELAPORAN KEUANGAN

•Neraca
•Laporan laba rugi
•Catatan-catatan
•Laporan direksi
•Informasi lain yang direkomendasikan

 

5. INGGRIS

Inggris merupakan negara pertama di dunia yang mengembangkan profesi akuntansi yang kita kenal sekarang. Konsep penyajian hasil dan posisi keuangan yang wajar juga berasal dari inggris.

Dua sumber utama standar akuntansi keuangan di Inggris adalah hukum perusahaan dan profesi akuntansi.

Kegiatan perusahaan yang didirikan di Inggris secara luas di atur oleh aktiva yang disebut sebagai UU perusahaan.

Pengukuran Akuntansi Inggris menggunakan pengukuran akuntansi dengan metode akuisisi dan merger. Aktiva dapat dinilai dengan menggunakan biaya historis, biaya kini, atau menggunakan keduanya.

Sewa guna usaha yang mengalihkan risiko dan imbalan kepemilikan kepada pihak penyewa (lessee) dikapitalisasi dan kewajiban sewa guna usaha disajikan sebagai akun kewajiban

ü  PELAPORAN KEUANGAN

•Laporan direksi

•Laporan laba rugi dan neraca

•Laporan arus kas

•Laporan total keuntungan dan kerugian yang diakui

•Laporan kebijakan akuntansi

•Catatan atas referensi dalam laporan keuangan

•Laporan auditor


6. AMERIKA SERIKAT

Akuntansi di Amerika Serikat diatur oleh Badan Sektor Swasta (Badan Standar Akuntansi Keuangan, atauFinancial Accounting Standards Boardi – FSAB), namun sebuah lembaga pemerintah (Komisi Pengawas Pasar Modal atau Securities Exchange Commission – SEC) juga memiliki kekuasaan untuk menerapakan standarnya sendiri.

ü  Pelaporan Keuangan

1. Laporan Manajemen

2. Laporan Auditor Independen

3. Laporan Keuangan Utama (Lap. L/R, Neraca, Lap. Arus kas, Lap. Komperhensif, dan Lap. Ekuitas Pemegang Saham)

4. Diskusi manajemen dan analisis atas hasil operasi dan kondisi keuangan

5. Pengungkapan atas kebijakan akuntansi dengan pengaruh paling penting terhadap laporan keuangan

6. Catatan atas laporan keuangan

7. Perbandingan data laporan keuangan tertentu selama 5 atau 10 tahun

8. Data kuartal terpilih

Cara Perlakuan dalam Standar Akuntansi Keuangan pada PSAK

Tidak semua standar akuntansi bersifat mutlak dan absolut. Maksudnya untuk satu transaksi tertentu mungkin terdapat beberapa pilihan atau alternatif perlakuan akuntansi. Prinsip utama dalam akuntansi adalah konsistensi. Artinya perusahaan seharusnya melakukan kebijakan akuntansi yang dipilihnya secara konsisten. Hanya saja konsisten dalam akuntansi juga tidak bersifat mutlak.

Yang diperbolehkan menurut PSAK 25 Reformat 2007 adalah perubahan yang memang diatur dalam standar dan perubahan dirasa dapat membantu meningkatkan kualitas laporan keuangan dengan lebih mencerminkan keadaan perusahaan. Perubahan yang melanggar prinsip konsistensi tersebut seharusnya dilakukan secara wajar. Misalnya perubahan yang dilakukan tiap periode bukanlah termasuk perubahan yang bersifat wajar.

Perubahan dalam perlakuan akuntansi tersebut harus dilaporkan dalam laporan keuangan. Bentuk pelaporan dalam laporan keuangan tersebut ada beberapa cara. Ada perubahan yang harus diikuti dengan pembuatan jurnal sehingga akan mempengaruhi posisi keuangan maupun kinerja perusahaan. Ada juga perubahan yang cukup dilaporkan melalui pengungkapan di dalam catatan atas laporan keuangan.

Menurut Skousen, Stice, Stice dalam bukunya Intermediate Accounting, perubahan-perubahan dalam akuntansi secara umum terbagi atas tiga jenis perubahan. Perubahan-perubahan tersebut adalah:

  1. Perubahan dalam estimasi

Di dalam akuntansi yang bersifat akrual dikenal adanya estimasi atau perkiraan. Estimasi terutama dilakukan untuk item-item yang tidak dapat diketahui secara pasti. Estimasi bersifat arbitrer tetapi juga harus memenuhi unsur kewajaran. Contoh estimasi dalam akuntansi adalah estimasi terhadap nilai sisa dan masa manfaat dari penggunaan aset tetap.

  1. Perubahan dalam prinsip/kebijakan akuntansi

Untuk perlakuan akuntansi yang sifatnya bisa memilih, misalnya metode depresiasi, pengakuan kontrak jangka panjang, akuntansi persediaan, terdapat beberapa pilihan metode yang digunakan. Perusahaan harus memilih satu metode yang akan ia gunakan secara konsisten dalam perlakuan akuntansi untuk bisnisnya. Hanya saja sangat mungkin perusahaan ingin mengganti metode yang ia pilih dengan metode lain. Contohnya adalah perubahan metode depresiasi dari garis lurus menjadi jumlah angka tahun, atau perubahan pencatatn persedian dari LIFO menjadi FIFO

  1. Perubahan entitas pelaporan

Hal ini dapat terjadi misalnya ketika terjadi transaksi pengambilalihan perusahaan. dalam transaksi tersebut bisa terjadi perubahan entitas perusahaan dan perlu dilakuakn juga perubahan dari sisi akuntansinya.

Penggunaan model revaluasian untuk perlakuan akuntansi aset tetap terutama dalam hal pengukuran setelah tanggal perolehan diatur dalam PSAK 16 yang terakhir kali direvisi pada tahun 2007. Standar tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2008. Artinya baru setelah tanggal tersebut kita akan menemukan perusahaan yang menggunakan model revaluasi dalam mencatat aset tetapnya di Indonesia.

Adanya PSAK 16 revisi tahun 2007 dapat mendorong perubahan juga dalam pencatatan aset tetap. Sebelum adanya PSAK 16 revisi tahun 2007 semua perusahaan di Indonesia tentunya memakai model biaya sebagai dasar untuk melakukan pencatatan akuntansi atas aset tetapnya. Perubahan pencatatan akuntansi untuk aset tetap dari model biaya ke model revaluasi termasuk ke dalam perubahan yang disebabkan adanya standar yang baru. Maksudnya standar yang berlaku sebelumnya, yaitu PSAK 16 revisi 1994, tidak memperbolehkan adanya revaluasi sedangkan standar yang baru, yaitu PSAK 16 revisi 2007, memperbolehkan adanya model revaluasi.

Prospektif dalam hal ini diartikan yaitu pada saat penetapan perubahan model yang digunakan untuk akuntansi aset tetap, dalam hal ini dari model biaya ke model revaluasi, maka nilai buku tercatat dari aset dianggap sebagai harga perolehan untuk metode revaluasi. Nilai buku tercatat berarti nilai perolehan total dari aset dikurangi dengan akumulasi depresiasi dan akumulasi penurunan nilai sampai tanggal penetapan perubahan tersebut. Selanjutnya nilai yang telah ditetapkan sebagai nilai perolehan dengan metode revaluasi tersebut akan dibawa ke periode berikutnya.

Pincus (1997) menemukan bukti yang berbeda dengan Beaver dan Dukes (1972). Dengan membatasi analisis pada perbedaan temporer untuk item persediaan (penilaian LIFO untuk tujuan fiskal dan FIFO untuk tujuan akuntansi), Pincus (1997) menemukan bukti bahwa perubahan harga saham bergerak searah dengan naik-turunnya laba akuntansi, dan alokasi pajak antar perioda berdasarkan SFAS No.96 berpengaruh positif terhadap perubahan harga saham tersebut. Temuan Pincus (1997) ini konsisten dengan pendapat Means (1990) yang menyatakan bahwa alokasi pajak antar perioda berdasarkan SFAS No.96 lebih mudah bagi pembaca laporan keuangan untuk menginterpretasikan substansi maknanya.

Dalam metode FIFO persediaan barang dagang yang pertama dibeli akan dijual terlebih dahulu. Sehingga nilai persediaan akhir yang dilaporkan sebesar nilai harga pokok pada pembelian terakhir. Dari ketiga metode penilaian persediaan yaitu metode First In First Out (FIFO), metode Last In First Out (LIFO) dan metode rata-rata (weighted average cost method), dapat disimpulkan bahwa metode FIFO menghasilkan harga pokok penjualan yang rendah, nilai persediaan akhir yang tinggi serta laba kotor tertinggi dibandingkan dengan metode yang lainnya. Analisa deskriptif juga menunjukkan bahwa kebijakan pencatatan, penilaian dan pelaporan persediaan barang dagang telah diterapkan secara wajar sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).

v Perlakuan Akuntansi di Negara-negara IFRS

ü Enam Sistem Akuntansi Nasional.

1. PRANCIS

Prancis merupakan pendukung utama akuntansi nasional di dunia. Kementrian Ekonomi Nasional menyetujui Plan Comptable General (kode akuntansi nasional) resmi yang pertama pada bulan September 1947. Revisi kode tersebut dilakukan pada tahun 1957. Revisi selanjutnya terjadi pada tahun 1982 berdasarkan Direktif Keempat Uni Eropa (UE). Pada tahun 1986, rencana tersebut diperluas untuk melaksanakan ketentuan dalam Direktif Ketujuh UE terhadap laporan keuangan konsolidasi dan direvisi lebih lanjut pada tahun 1999.

Plan Comptable Generalber isi:

• Tujuan dan prinsip akuntansi serta pelaporan keuangan

• Definisi aktiva, kewajiban, ekuitas pemegang saham, pendapatan dan beban

• Aturan pengakuan dan penilaian

• Daftar akun standar, ketentuan mengenai penggunaanya, dan ketentuan tata buku lainnya

• Contoh laporan keuangan dan aturan penyajian-penyajiannya

Akuntansi di Prancis sangat terkait dengan kode sehingga sangat mungkin untuk melewatkan kenyataan bahwa legislasi kuhum komersial (yaitu Code de Commerce) dan hukum pajak sebenarnya menentukan banyak praktik akuntansi dan pelaporan keuangan di Prancis. Code de Commerce berawal dari ordinansi Coulbert (Menteri Keuangan pada era Louis XIV) pada tahun 1673 dan 1681 dan diberlakukan oleh Napoleon pada tahun 1807 sebagai bagian dari hukum yang diciptakannya berdasarkan hukum tertulis.

Dasar utama aturan akuntansi di Prancis adalah Hukum Akuntansi 1983 dan Dekrit Akuntansi 1983, yang membuat Plan Comptable General wajib digunakan oleh seluruh perusahaan. Kedua dokumen tersebut menjadi bagian dari Code de Commers. Legislasi Code de Commerce mengandung ketentuan akuntansi dan pelaporan yang eksentif.

Ciri khusus akuntansi di Prancis adalah terdapatnya dikotomi antara laporan keuangan perusahaan secara tersendiri dengan laporan keuangan kelompok usaha yang dikonsolidasikan. Hukum memperbolehkan perusahaan Prancis untuk mengikuti Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) atau bahkan prinsip akuntansi yang diterima umum di AS (GAAP) dalam menyusun laporan keuangan konsolidasi. Alasan utama untuk fleksibilitas ini adalah ketika Direktif Ketujuh UE diberlakukan pada thun 1986, banyak perusahaan multinasional dari Prancis yang telah menyusun laporan keuangan konsolidasi berdasarkan prinsip Anglo-Saxon untuk keperluan pencatatan saham di luar negeri. Perusahaan Prancis yang mengacu pada IFRS atau GAAP AS sering menyataan bahwa laporan keuangan mereka telah sesuai baik dengan standar Prancis maupun dengan standar internasional atau AS.

ü  Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi

Lima organisasi yang terlibat dalam proses penetapan standar di Prancis

adalah:

1 .Counseil National de la Comptabilite atau CNC (Badan Akuntansi Nasional)

2.Comite de la Reglementatioan Comptable or CRC (Komite Regulasi Akuntansi)

3.Autorite des Marches Financiers or AMF (Otoritas Pasar Keuangan)

4.Ordre des Experts-Comptables or OEC (Ikatan Akuntan Publik)

5.Compagnie National des Commisaires aux Comptes or CNCC (Ikatan Auditor Kepatuhan Nasional)

ü Pelaporan Keuangan

Perusahaan Prancis harus melaporkan berikut ini:

1. Neraca

2. Laporan Laba rRugi

3. Catatan atas Laporan Keuangan

4. Laporan Direktur

5. Laporan Auditor

Ciri utama pelaporan di Prancis adalah ketentuan mengenai pengungkapan catatan kaki yang ekstentif dan detail, yang meliputi hal-hal berikut:

• Penjelasan mengenai aturan pengukuran yang diberlakukan (contoh kebijakan akuntansi)

• Perlakuan akuntansi untuk pos-pos dalam mata uang asing

• Laporan perubahan aktiva tetap dan depresiasi

• Detai provisi

• Analisis piutang dan utang sesuai masa jatuh tempo

• Daftar anak perusahaan dan kepemilikan saham

• Jumlah komitmen pension dan imbalan pascakerja lainnya

• Detail pengaruh pajak terhadap laporan keuangan

• Rata-rata jumlah karyawan sesuai golongan

• Analisis pendapatan menurut aktivitas dan geografis

Perusahaan emitem juga harus membuat laporan interim semesterandan semenjak tahun 2003, juga hasil kegiatan lingkungan mereka. Di dalamnya, informasi yang harus diberikan antara lain:

• Konsumsi air, bahan mentah dan energi serta tindakan yang diambil

untuk meningkatkan efisiensi energi

• Kegiatan untuk mengurangi polusi udara, air atau tanah, termasuk

polusi udara dan biayanya, dan

• Jumlah provisi untuk resiko lingkungan

ü Pengukuran Akuntansi

Akuntansi di Prancis memiliki karakteristik ganda: perusahaan secara tersendiri harus mematuhi peraturan yang tetap, sedangkan kelompok usaha konsolidasi memiliki fleksibilitas lebih besar. Akuntansi untuk perusahaan secara individual merupakan dasar hukum untuk membagikan dividend an menghitung pendapatan kena pajak.

Aktiva berwujud umumnya dinilai berdasarkan biaya historis. Meskipun diperbolehkan, revaluasi tetap dikenakan pajak sehingga jarang ditemukan dalam praktik. Aktiva tetap didepresiasikan menurut provisi pajak, umumnya menurut dasar garis lurus atau saldo menurun. Persediaan harus dinilai berdasarkan nilai yang rendah antara biaya atau nilai realisasi dengan menggunakan metode FIFO atau metode rata-rata tertimbang.

Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya, namun dapat dikapitalisasikan dalam keadaan tertentu. Aktiva yang disewagunausahakan tidak dikapitalisasi dan beban sewa yang dibayar langsung dibebankan. Imbalan pension dan pascakerja lain pada umumnya dibebankan pada saat dibayarkan dan komitmen masa depan jarang diakui sebagai kewajiban.kebanyakan resiko dan ketidakpastian lainnya dapat dicadangkan.

Dengan beberapa pengecualian,laporan keuangan konsolidasi Prancis mengikuti pendekatan penyajian wajar berupa pelaporan substansi mengungguli bentuk. Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan metode kewajiban dan didiskontokan apabila penyelesaian perbedaan temporer dapat distimasikan.

Metode pembelian (purchase method) umumnya dicatat untuk penggabungan usaha, namun metode penyatuan kepemilikan (pooling method) dapat digunakan dalam beberapa kondisi. Muhibah (goodwill) umumnya dikapitalisasi dan diamortisasi terhadap laba, namun tidak ditentukan berapa lama periode amortisasi yang maksimum. Konsolidasi proporsional digunakan untuk usaha patungan dan metode ekuitas digunkana untuk mencatat investasi pada perusahaan yang tidak dikonsolidasikan yang dapat dipengaruhi secara signifikan. Praktik translasi mata uang asing dengan menggunakan IAS 21. Aktiva dan kewajiban perusahaan anak yang berdiri sendiri ditranslasikan dengan menggunakan kurs penutupan (akhir tahun) dan perbedaan translasi dimasukkan ke dalam ekuitas. Laporan keuangan anak perusahaan yang berdiri sendiri ditranslasikan dengan menggunakan metode kurs historis (temporal), dan perbedaan translasi dicatat ke dalam laba. Standar Pelaporan Keuangan Internasional akan menjadi dasar laporan konsolidasi di Prancis setelah tahun 2005.

 

2.JERMAN

Lingkungan akuntansi di Jerman mengalami perubahan terus-menerus dan hasilnya luar biasa. Hukum perusahaan tahun 1965 mengubah system pelaporan keuangan di Jerman mengarah pada ide-ide Inggris-Amerika (berlaku pada perusahaan besar). Pengungkapan lebih banyak, konsolidasi terbatas dan laporan keuangan manajemen diwajibkan. Laporan manajemen dan persyaratan audit tambahan menjadi ketentuan wajib setelah pemberlakuan Undang-Undang Publikasi Perusahaan tahun 1969.

ü  Undang-Undang baru diberlakukan pada tahun 1998:

1) Perusahaan menerbitkan saham atau utang pada sebuah pasar modal yang rerorganisir untuk mengungkapkan prinsip yang diterima secara internasional dalam laporan keuangan konsolidasi yang dibuatnya.

2) Memperbolehkan pendirian organisasi sektor swasta untuk menetapkan

standar akuntansi atas laporan keuangan konsolidasi.

Perlindungan terhadap Kreditor merupakan perhatian yang fundamental bagi akuntansi di Jerman yang dimasukkan dalam Hukum Komersial. Penilaian neraca yang konsevatif merupakan hal utama bagi perlindungan kreditor.

Hukum pajak secara garis besar menentukan akuntansi komersial. Prinsip Penentuan (Masggeblichkeitsprinzip) menentukan bahwa laba kena pajak ditentukan oleh apa yang tercatat dalam catatan keuangan perusahaan. Dominasi akuntansi pajak berarti tidak ada perbedaan yang dibuat antara laporan keuangan yang disusun untuk keperluan pajak dan yang disajikan dalam laporan keuangan.

ü  Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi

Sebelum tahun 1998, Jerman tidak memiliki fungsi penetapan standar akuntansi keuangan sebagaimana yang dipahami di Negara-negara berbahasa Inggris. Institut Jerman, Bursa Efek Frankfurt, asosiasi dagang jerman dan para akademisi akuntansi memberikan konsultasi dalam berbagai tahap pembuatan hukum yang mempengaruhi akuntansi dan pelaporan keuangan. Undang-undang tentang Pengendalian dan Transparansi (KonTraG) tahun 1998 mengenalkan keharusan bagi Kementrian kehakiman untuk mengakui badan swasta yang menetapkan standar nasional untuk memenuhi tujuan berikut:

• Mengembangkan rekomendasi atas penerapan standar akuntansi

dalam laporan keuangan konsolidasi.

• Memberikan nasihat kepada kementrian kehakiman atas legislasi akuntansi keuangan yang baru.

• Mewakili Jerman dalam organisasi akuntansi Internasional, seperti

IASB.

Tidak lama kemudian Komite Standar Akuntansi Jerman (German Accounting Standards Committee-GASC) didirikan dan langsung diakui oleh Kementrian Kehakiman sebagai pihak berwenang dalam menetapkan standar di Jerman. GASC membawahi Badan Standar Akuntansi Jerman (German Accounting Standards Board-GASB) yang melakukan pekerjaan teknis dan mengeluarkan standar akuntansi.

GASB adalah rekomendasi wajib yang hanya berlaku untuk laporan keuangan konsolidasi. GASB dibentuk untuk  mengembangkan suatu standar Jerman yang sesuai dengan standar akuntansi internasional. GASB telah mengeluarkan Standar Akuntansi Jerman (German Accounting Standards-GAS) untuk permasalahan seperti laporan arus kas, pelaporan segmen, pajak tangguhan, dan translasi mata uang asing. Namun pada tahun 2003, GASB menerapkan strategi baru dan menyelaraskan program kerjanya dengan usaha IASB untuk mencapai konverjensi standar akuntansi secara global. Perubahan ini mengakui ketentuan Unit Eropa atas IFRS bagi perusahaan emiten pada tahun 2005.

Terdapat dua kelompok auditor yang ditetapkan oleh hukum untuk

memeriksa audit independen dalam perusahaan:

• Wirtschaftsprufer (WP) atau Pemeriksa perusahaan, yang diwajibkan untuk bergabung dalam kamar Akuntansi Resmi (Wirtschaftspruferkammer), yang didirikan pada tahun 1971 sebagai badan pengatur WP.

• Vereidigte Buchprufer (pemeriksa buku tersumpah) terbentuk pada tahun 1980-an, yang hanya diperbolehkan untuk mengaudit perusahaan berukuran kecil dan menengah.

Undang-undang Akuntansi tahun 1985 secara khusus menentukan isi dan

bentuk laporan keuangan , yang meliputi:

1) Neraca

2) Laporan Laba Rugi

3) Catatan atas Laporan keuangan

4) Laporan Manajemen

5) Laporan Auditor

Ada tiga kelompok ukuran organisasi usaha; kecil, menengah dan besar yang didefinisikan dalam jumlah dalam neraca, jumlah penjualan per tahun, dan jumlah karyawan. Perusahaan yang memiliki surat berharga yang diperdagangkan kepada public pasti dalam kategori besar. Perusahaan kecil dapat menyusun neraca dalam bentuk yang diringkas. Perusahaan berukuran kecil dan menengah dapat menyusun laporan laba rugi, catatan laporan keuangan memiliki ketentuan pengungkapan yang lebih sedikit. Perusahaan yang sahamnya diperdagangkan kepada public harus menyediakan laporan arus kas konsolidasi.

Pengungkapan Catatan Laporan Keuangan berupa catatan kaki sebagai jalan untuk mencapai penyajian yang benar dan jujur pada saat penyusunan yang berbasis pajak.  Laporan manajemen menjelaskan posisi keuangan dan perkembangan usaha selama tahun tersebut, peristiwa setelah tanggal neraca yang penting, antisipasi terhadap perkembangan masa depan, dan kegiatan pengembangan dan penelitianya.

Perusahaan yang didirikan menurut hukum komersial diwajibkan untuk menyusun laporan wajib yang harus mendapat persetujuan dalam rapat tahunan pemegang saham yang berisi :neraca, lapioran laba rugi, laporan usaha, proposal atas penentuan penggunaan (apropriasi) laba di tahan, skedul pendukung. Catatan yang menyertai neraca dan laporan laba rugi menjelaskan kebijakan akuntansi dan memberikan detail pendukung . Laporan usaha berisi garis besar usaha dan informasi mengenai operasi, posisi keuangan dan hasil operasi. Sejumlah skedul pendukung juga wajib dibuat, terpisah dari catatan atas laporan keuangan, yang meliputi:

a)Perubahan dalam modal saham dan cadangan wajib
b)Perubahan dalam obligasi dan utang jangka panjang dan jangka pendek
c)Perubahan dalam aktiva tetap dan akumulasi depresiasi
d) Aktiva dalam penjaminan

e) Jaminan utang

f) Perubahan dalam provisi

g) Jumlah yang terutang kepada dan yang tertagih dari pemegang saham pengendali

h) Kepemilikan ekuitas dalam anak perusahaan dan jumlah lembar saham perusahaan yang dimiliki oleh anak perusahaan tersebut.

i) Piutang yang berasal dari anak perusahaan

j) Transaksi dengan direktur, auditor wajib, pemegang saham pengendali dan pihak ketiga yang menimbulkan konflik kepentingan

k) Remunerasi yang dibayarkan kepada direktur dan auditor wajib Informasi ini disusun untuk satu tahun tunggal berdasarkan suatu induk perusahaan dan diaudit oleh auditor wajib. HUkum komersial tidak mengharuskan laporan arus kas.

4.BELANDA

Standar akuntansi adalah regulasi atau aturan (termasuk pula hukum dan anggaran dasar) yang mengatur penyusunan laporan keuangan. Penetapan standar adalah proses perumusan atau formulasi standar akuntansi. Standar merupakan hasil dari penetapan standar. Namun, praktek sebenarnya berbeda dari yang ditentukan standar. Hal itu disebabkan 4 hal:

1) di kebanyakan negara hukuman atas ketidakpatuhan dengan ketentuan akuntansi resmi cenderung lemah dan tidak efektif

2) secara sukarela perusahaan boleh melaporkan infomasi lebih banyak daripada yang diharuskan

3) beberapa Negara memperbolehkan perusahaan untuk mengabaikan standar akuntansi jika dengan melakukannya operasi dan posisi keuangan perusahaan akan tersajikan secara lebih baik hasil

4) dan di beberapa Negara standar hanya berlaku untuk laporan keuangan perusahaan secara tersendiri, dan bukan untuk laporan konsolidasi.

Penetapan standar akuntansi melibatkan gabungan kelompok sector swasta yang meliputi profesi akuntansi, pengguna dan penyusun laporan keuangan, para karyawan dan kelompok public yang meliputi badan-badan seperti otoritas pajak, kementrian yang bertanggungjawab atas hukum komersial dan komisi pasar modal.

Akuntansi di Belanda memiliki beberapa paradoks yang menarik. Belanda memiliki ketentuan akuntansi dan pelaporan keuangan yang relative permisif, tetapi standar praktik profesional yang sangat tinggi. Belanda merupakan negara hukum kode, namun akuntansinya berorientasi pada penjayian wajar.

Kualitas laporan keuangan Belanda sangat seragam. Laporan keuangan wajib harus disusun dalam bahasa Belanda namun dalam bahasa Inggris, Perancis, dan Jerman dapat diterima. Laporan keuangan harus memuat hal- hal berikut: neraca, laporan laba rugi, catatan-catatan , laporan direksi, dan informasi lain yang direkomendasikan. Laporan keuangan tahunan harus disajikan baik berdasarkan induk perusahaan saja maupun konsolidasi. Kelompok-kelompok perusahaan untuk tujuan konsolidasi terdiri dari perusahaan-perusahaan yang membentuk unit ekonomi yang berada di bawah kendali yang sama.

Meskipun metode penyatuan untuk penggabungan usaha dapat digunakan dalam kondisi tertentu, metode tersebut sudah jarang digunakan di Belanda. Goodwill merupakan perbedaan antara biaya akuisisi dengan nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dibeli. Fleksibilitas Belanda dalam pengukuran akuntansi dapat terlihat dengan diperbolehkannya penggunaan nilai kini untuk aktiva berwujud seperti persediaan dan aktiva yang disusutkan. Karena perusahaan-perusahaan Belanda memiliki fleksibilitas dalam menerapkan aturan pengukuran, dapat diduga bahwa terdapat kesempatan untuk melakakukan perataan laba. Pos-pos tertentu dapat mengabaikan laporan laba rugi dan langsung disesuaikan terhadap cadangan dalam ekuitas pemegang saham.

Hal ini antara lain:

1. Kerugian akibat bencana yang tidak mungkin atau tidak umum untuk diasuransikan

2. Kerugian akibat nasionalisasi atau sejenis penyitaan lainnya

3. Konsekuensi akibat restrukturisasi keuangan

Akuntansi Belanda memiliki beberapa Pardoks yang menarik. Belanda memiliki ketentuan Akuntansi dan pelaporan keuangan yang realtif permisif, tetapi standar praktik profesional yang sangat tinggi.Belanda merupakan negara hukum kode namun akuntansinya berorientasi pada penyajian wajar . Pelaporan keuangan dan akuntansi pajak merupakan dau aktivitas terpisah. Lebih lanjut lagi , orientasi kewajaran berkembang tanpa adnya pengaruh dari pasar saham. Inggris dan Amrika Serikat telah mempengaruhi akuntansi Belanda sama seperti atau bahkan melabihi negara-negara kontinental lainnya, dan tidak seperti Eropa kontinental lainnya, profesi akuntansi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap standar dan aturan akuntansi.

Belanda merupakan salah satu pendukung pertama atas standar internsional untuk akuntansi dan praktik yang dapat diterima. Belanda juga menjadi tempat bagi beberapa perusahaan multinasional terbesar didunia, seperti Philips, Royal Dutch/Shell dan Unilever. Dewan pelaporan Tahunan mengeluarkan tuntunan terhadap prinsip akuntansi yang dapat diterima secara umum.

5.INGGRIS

Akuntansi di Inggris berkembang sebagai cabang ilmu yang independent dan secara pragmatis menyikapi kebutuhan dan praktik usaha. Seiring berjalannya waktu, legislasi perusahaan yang berurutan menambah struktur dan ketentuan lain, tetapi masih memungkinkan akuntan memiliki fleksibilitas yang cukup dalam penerapan pertimbangan yang profesional. Sejak tauhun 1970-an, sumber perkembangan hukum perusahaan yang paling penting adalah Direktif UE, khususnya Direktif Keempat dan Ketujuh. Pada saat yang bersamaan standar akuntansi dan proses penetapan standar telah menjadi semakin tegas.

Warisan akuntansi Inggris bagi dunia sangat penting. Inggris merupakan negara di dunia yang pertama mengembangkan profesi akuntansi yang kita kenal sekarang. Konsep peyajian hasil dan posisi keuangan yang wajar (pandangan yang benar dan wajar) juga berasal dari Inggris. Pemikiran dan praktik akuntansi professional diekspor ke Australia, Kanada, Amerika Serikat dan bekas wilayah jajahan Inggris seperti Hong Kong, India, Kenya, Selandia Baru, Nigeria, Singapura, dan Afrika Selatan.

ü  Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi

Dua sumber utama standar akuntansi keuangan di Inggris adalah hukum perusahaan dan profesi akuntansi. Kegiatan perusahaan yang didirikan di Inggris secara luas diatur oleh aktiva yang disebut sebagai undang-undang perusahaan. Undang-undang perusahaan disesuaikan, diperluas dan dikonsolidasikan sepanjang tahun. Sebagai contoh pada tahun 1981, Direktif Keempat UE diberlakukan, menambah aturan wajib menyangkut bentuk, prinsip akuntansi, dan konvensi dasar akuntansi. Hal ini memperkenalkan bentuk standar laporan keuangan di Inggris untuk pertama kalinya. Perusahaan dapat memilih bentuk alternatif neraca dan empat bentuk akun laba rugi. Unadang-undang tahun 1981 juga menetapkan lima prinsip dasar akuntansi:

1. Pendapatan dan beban harus ditandingkan menurut dasar akrual.

2. Pos aktiva dan kewajiban secara terpisah dalam setiap kategori aktiva dan kewajiban dinilai secara terpisah.

3. Prinsip koservatisme (kehati-hatian) diterapkan, khususnya dalam pengakuan realisasi laba dan seluruh kewajiban dan kerugian yang diketahui.

4.Penerapan kebijakan akuntansi yang konsisten dari tahun ke tahun diwajibkan.

5. Prinsip kelangsungan usaha diterapkan untuk perusahaan yang menggunakan akuntansi

Berikut enam badan akuntansi di Inggris yang berhubungan dengan Komite Konsultasi Badan Akuntansi yang berdiri pada tahun 1970:

1. Institut Akuntan Berizin Resmi di Inggris dan Wales (The Institute of Chartered Accountants in England and Wales–ICAEW)

2. Institut Akuntan Berizin Resmi di Irlandia (The Institute of Chartered Accountants in Ireland–ICAI)

3. Institut Akuntan Berizin Resmi di Skotlandia (The Institute of Chartered Accountants in Scotland__ICAS)

4. Asosiasi Akuntan Berizin Resmi dan Berserikat (The Association of Chartered Certified Accountants–ACCA)

5. Institut Akuntan Manajemen Berizin Resmi (The Chartered Institute of Management Accountants–CIMA)

6. Institut Keuangan dan Akuntansi Publik Berizin Resmi (The Chartered Institute of Finance and Accountancy—CIPFA

ü  Pelaporan Keuangan

Pelaporan keuangan Inggris termasuk yang paling komprehensif di dunia. Laporan keangan umumnya mencakup:

1. Laporan Direksi

2. Laporan Laba dan Rugi dan Neraca
3. Laporan Arus Kas
4. Laporan Total Keuntungan dan Kerugian yang Diakui
5. Laporan Kebijakan Akuntansi
6. Catatan atas Referensi dalam Laporan Keuangan

7. Laporan Auditor

ü  Pengukuran Akuntansi

Inggris memperbolehkan baik metode akuisisi dan merger dalam mencatat akuntansi untuk penggabungan usaha. Berdasarkan metode akuisisi, goodwill dihitung sebagai perbedaan antara nilai wajar penyerahan yang dilakukan dan nilai wajar aktiva yang diperoleh. Goodwill ikapitalisasikan dan diamortisasikan paling lama 20 tahun.metode ekuitas digunkana untuk perusahaan asosiasi (dimana perusahaan memiliki 20 persen atau lebih hak suara dan tidak dilakukan konsolidasi) dan lembaga patungan berbentuk perusahaan. SSAp 20 berhubungan dengan translasi mata uang asing dan mengharuskan metode kurs penutupan untuk anak perusahaan independen dan metode temporal untuk anak perusahaan yang terintegrasi. Menurut metode pertama translasi dimasukkan ke dalam cadangan ekuitas pemegang saham, sedangkan menurut metode terakhir dimasukkan ke dalam akun laba dan rugi.

Aktiva dapat dinilai menggunakan biaya histories, biaya kini atau gabungan keduanya. Oleh karena itu revaluasi terhadap tanah dan gedung diperbolehkan. Dalam praktik hanya sedikit perusahaan Inggris yang melakukan kapitalisasi dan biaya pengembangan. Persediaan dinilai sebesar yang lebih rendah antara biaya atau realisasi bersih berdasarkan FIFO atau harga rata-rata, sedangakan LIFO tidak diperbolehkan.

 

6.AMERIKA SERIKAT

Akuntansi di Amerika Serikat diatur oleh Badan Sektor Swasta (Badan Standar Akuntansi Keuangan, atau Financial Accounting Standards Boardi – FSAB), namun sebuah lembaga pemerintah (Komisi Pengawas Pasar Modal atau Securities Exchange Commission – SEC) juga memiliki kekuasaan untuk menerapakan standarnya sendiri.

Hingga tahun 2002 Institut Amerika untuk Akuntan Publik bersertifikat, badan sektor swasta lainnya, menetapkan Standar Auditing. Pada tahun itu Badan Pengawas Akuntansi Perusahaan Publik didirikan dengan kekuasaan yang luas untuk mengatur audit dan auditor perusahaan publik. Perusahaan di AS dibentuk berdasarkan hukum negara bagian, bukan hukum federal.

Setiap negara bagian memiliki hukum perusahaannya sendiri. Secara umum, hukum berisi ketentuan minimal atas pencatatan akuntansi dan penerbitan laporan keuangan secara periodik. Banyak hukum perusahaan ini yang tidak ditegakkan secara ketat, dan laporan yang diserahkan kepada badan-badan lokal sering kali tidak tersedia untuk publik. Karenanya, ketentuan pelaporan keuangan dan audit tahunan secara realitas hanya tedapat pada tingkat federal, seperti yang ditentukan oleh SEC. SEC memiliki kekuasaan atas perusahaan-perusahaan yang mencatatkan sahamnya pada bursa-bursa efek AS dan perusahaan yang sahamnya diperdagangkan over the counter. Perusahaan dengan kewajiban terbatas lainnya tidak menghadapi ketentuan wajib untuk pelaporan keuangan, sehingga menbuata Amerika Serikat terlihat tidak normal menurut Standar Internasional.

Laporan keuangan yang seharusnya dibuat oleh perusahan di Amerika Serikat meliputi komponen:

1. Laporan manajemen

2. Laporan auditor independen

3. Laporan keuangan utama ( laporan laba rugi, lapooran arus kas, laporan laba komprehensif, dan laporan ekuitas pemegang saham)

4. Diskusi manajemen dan analisis atau hasil operasi dan kondisi keuangan

5. Pengungkapan atas kebijakan akuntansi dengan pengaruh paling penting terhadap lapopran keuangan.
6. Catatan atas laporan keuangan
7. Perbandingan data keuangan tertentu selama lima atausepuluh tahun
8. Data kuartal terpilih

v  IFRS

Compliance terhadap IFRS telah dilakukan oleh ratusan Negara di dunia diantaranya adalah Korea, India dan Canada yang akan melakukan konvergensi terhadap IFRS pada tahun 2011.  Data dari International Accounting Standard Board (IASB) menunjukkan  saat ini terdapat 102 negara yang telah menerapkan IFRS dengan berbagai tingkat keharusan yang berbeda-beda. Sebanyak 23 negara mengizinkan penggunaan IFRS secara sukarela, 75 negara mewajibkan penggunaan IFRS untuk seluruh perusahaan domestik, dan empat Negara mewajibkan penggunaan IFRS untuk perusahaan domestik tertentu.

Compliance terhadap IFRS memberikan manfaat terhadap keterbandingan laporan keuangan dan peningkatan transparansi. Melalui compliance maka laporan keuangan perusahaan Indonesia akan dapat diperbandingkan dengan laporan keuangan perusahaan dari negara lain, sehingga akan sangat jelas kinerja perusahaan mana yang lebih baik. Selain itu, program konvergensi juga bermanfaat untuk mengurangi biaya modal (cost of capital), meningkatkan investasi global, dan mengurangi beban penysusunan laporan keuangan.

International Financial Reporting Standards (IFRS) dijadikan sebagai referensi utama pengembangan standar akuntansi keuangan di Indonesia karena IFRS merupakan standar yang sangat kokoh. Penyusunannya didukung oleh para ahli dan dewan konsultatif internasional dari seluruh penjuru dunia. Mereka menyediakan waktu cukup dan  didukung dengan masukan literatur dari ratusan orang dari berbagai displin ilmu dan dari berbagai macam jurisdiksi di seluruh dunia.

Dengan telah dideklarasikannya program konvergensi terhadap IFRS ini, maka pada tahun 2012 seluruh standar yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan  IAI akan mengacu kepada IFRS dan diterapkan oleh entitas.

Standar  akuntansi  internasional  (IFRS)  adalah  wahana  untukmenciptakan  komparabilitas  yang  lebih  tinggi  di  antara  berbagai  laporankeuangan yang dibuat oleh berbagai entitas bisnis di berbagai negara. Denganadanya IFRS berarti laporan keuangan akan mengacu hanya pada satu aturansehingga  memudahkan  para  pihak-pihak  yang  berkepentingan  dalammenggunakannya.

Sebagai contoh misalnya bankir yang menerima permintaankredit dari 12 perusahaan di 12 negara yang berbeda.Meski demikian, IFRS tidk serta merta langsung dapat diterapkan dalamtaraf  nasional.  Meskipun  sudah  ada  beberapa  negara  yang  telahmengadopsinya secara penuh, beberapa negara yang lain masih memerlukantahapan-tahapan lebih lanjut untuk menkorvengensi GAAP nasionalnya keIFRS.

ü Rerangka Konseptual IFRS

Rerangka kerja IASB telah disetujui oleh Dewan IASC pada bulanApril 1989 untuk diterbitkan pada bulan Juli 1989, dan telah diadopsi olehIASB pada bulan April 2001. Secara singkat, rerangka konseptual tersbutadalah sebagai berikut :

•Mendefinisikan tujuan laporan keuangan

•Mengidentifikasi karakteristik kualitatif yang membuat informasi dalamlaporan keuangan berguna

•Asumsi-asumsi dasar

•Mendefinisikan unsur-unsur dasar laporan keuangan dan konsep-konsepuntuk mengakui dan mengukur mereka dalam laporan keuangan

•Menyediakan konsep pemeliharaan modal

Selama beberapa dekade, seperangkat standar dan prosedur umumdalam pelaporan keuangan adalah prinsip akuntansi yang berlaku umum (generally  accepted  accounting  principle—GAAP). Istilah  “diterimaumum” berarti bahwa sebauh badan pembuat akuntansi yang berwenangtelah menetapkan prinsip pelaporan di bidang tertentu, atau bahwa dariwaktu ke waktu suatu praktik tertentu telah dipandang tepat karena dapatditerapkan secara universal.Prinsip akuntansi yang diterima umum (GAAP) merupakan prinsip-prinsip yang dirumuskan oleh sebuah lembaga akuntansi di Amerika yangdikenal dengan nama Financial Accounting Standard Board (FASB).

Misiutama  dari  organisasi  ini  sebenarnya  adalah  untuk  membentuk  danmemperbaiki standar-standar akuntansi serta pelaporan keuangan dalamrangka membimbing dan mendidik publik, yang meliputi emiten, auditor,serta pemakai laporan keuangan. GAAP sendiri merupakan satu dari empat jenis  ketetapan  yang  dikeluarkan  oleh  FASB,  yakni  1)  standard  aninterpretasi (GAAP), 2) Konsep akuntansi keuangan (SFACs), 3) bulletinteknis FASB, dan 4) Pernytaan Emerging Issues Task Force (EITF).Sejak  diluncurkannya,  GAAP  (US-GAAP)  telah  menjadi  standar akuntansi yang paling diterima oleh seluruh komunitas akuntansi dunia. Halini menjadikan US-GAAP sebagai kiblat dari standar akuntansi di beberapanegara termasuk Indonesia. Meski demikian, beberapa negara yang tidakmengadopsi GAAP memunculkan praktik akuntansi yang berbeda sepertiyang telah dibahas sebelumnya.Perbedaan praktik akuntansi tersebut akhirnya membuat sebagaianbesar negara menyadari kebutuhan akan standar yang lebih seragam.Karena  hal  ini,  maka  dibentuklah  International  Accounting  Standards Committee (IASC) pada tahun 1973 yang bertujuan untuk menyeragamkanstandar-standar akuntansi di antara negara. Tujuan IASC dalam penetapanstandar adalah untuk memperbaiki dan menyeragamkan secara umumregulasi,  standar,  serta  prosedur  akuntasi  yang  berhubungan  denganpenyajian laporan keuangan.Tahap  awal  beridirnya  IASC  tidaklah  sesuai  dengan  apa  yangdiharapkan.

Keberadaan IASC sebagai pembuat standar akuntansi yangunik menemui banyak kendala dalam mengajak komunitas akuntansi untukmenggunakan aturannya. Meskipun sebagian besar professional akuntansisecara  teoritis  setuju  untuk  menggunakan  IFRS  pada  level  nasional,sebagian besar negara menyusun standar dengan berkiblat kepada negara-negara yang mereka hargai (Amerika Serikat dan Inggris) dan hanyasebagian kecil yang mengacu kepada standar yang diajukan oleh IASC. DiEropa, IFRS telah digunakan oleh sebagian entitas pelaporan di Italia,sedang di negara lainnya seperti Malaysia, IFRS digunakan hanya sebagaibahan pertimbangan dalam pembuatan standar nasional. Hal ini secaraeksplisit membuktikan bahwa IFRS hanya diadopsi sebagai bagian dariGAAP nasional. Melalui  perjalanan  panjang,  akhirnya  pada  tahun  2000,  semuaanggota  IASC  sepakat  untuk  merestukturisasi  IASC  menjadi  sebuahlembaga professional dengan struktur baru.

Memasuki awal tahun 2001,terbentuklah lembaga baru yang disebut International Financial StandardBoard (IASB) yang kemudian mengadopsi standar yang dirumuskan olehIASC dan menjadikannya standar akuntansi internasional. PembentukanIASB ini kemudian memperkuat posisi IFRS sebagai standar akuntansi internasional yang diterima oleh sebagian besar negara di dunia. Pada tahun2005, 7000 perusahaan yang listing             di bursa efek di 25 negara di Uni Eropa,dan beberapa negara lain seperti Australia, Selandia Baru, Rusia, dan Afrika Selatan memproduksi laporan keuangan tahunan dengan menggunakansatu standar, yakni IFRS.Lebih lanjut, beberapa negara yang menggunakan GAAP sebagaistandar keuangannya kini mulai melakukan pembenahan untuk melakukankonvergensi ke IFRS. Sebagai contoh, Kanada yang memiliki GAAP yangsangat mirip dengan US-GAAP mengumumkan akan mengeliminasi GAAP-nya dan menggantinya dengan IFRS pada Tahun 2007. Bahkan, China telahmewajibkan  perusahaan-perusahaan  yang listing di  bursa  efek  untukmenggunakan IFRS pada tahun 2007.

Isi Tugas 3

 

Translasi Mata Uang Asing

  • Alasan-Alasan Untuk Melakukan Translasi

Perusahaan dengan operasi luar negeri yang signifikan menyusun laporan keuangan konsolidasi yang memungkinkan para pembaca laporan keuangan untuk mendapatkan pemahaman yang holistic atas operasi perusahaan baik domestic dan luar negeri. Laporan keuangan anak perusahaan luar negeri yang berdenominasi dalam mata uang asing disajikan ulang dengan mata uang induk perusahaan. Proses penyajian ulang informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya disebut translasi.
Kurs nilai tukar variable yang digabungkan dengan berbagai macam metode translasi yang dapat digunakan dan perbedaan perlakuan atas keuntungan dan kerugian translasi, membuat perbandingan hasil keuangan satu perusahaan dengan perusahaan lain atau perbandingan hasil suatu perusahaan yang sama dari satu periode ke periode yang lain sulit dilakukan. Suatu aktiva dan kewajiban mata uang asing dikatakan menghadapi resiko mata uang jika suatu perubahan kurs nilai tukar mata uang menyebabkan mata uang induk perusahaan juga berubah.

  • Latar Belakang Dan Terminologi

Translasi tidak sama dengan konversi yang adalah pertukaran dari satu mata uang ke mata uang yang lain secara fisik. Translasi hanyalah perubahan satuan unit moneter, seperti hanya sebuah neraca yang dinyatakan dalam IDR disajikan ulang dalam nilai ekuivalen Dollar AS.Transaksi mata uang asing terjadi di pasar spot, forward, atau swap. Kurs pasar spot dipengaruhi oleh banyak factor, termasuk perbedaan tingkat inflasi antarnegara, perbedaan suku bunga nasional dan eksploitasi terhadap arah nilai tukar di masa mendatang. Kurs nilai tukar pasar spot dapat dinyatakan langsung atau tidak langsung. Transaksi pada pasar forward adalah perjanjian untuk melakukan pertukaran suatu mata usang dengan jumlah tertentu ke dalam mata uang lain pada suatu tanggal di masa depan. Kuotasi pada pasar forward dinyatakan dengan diskonto atau premium dari kurs spot. Transaksi swap melibatkan permbelian spontan penjualan forward atas suatu mata uang secara bersamaan. Investor sering memanfaatkan transaksi swap untuk mengambil keuntungan dari tingkat suku bunga yang lebih tinggi di suatu Negara asing.

  • Permasalahan

Jika kurs nilai tukar relative stabil, translasi mata uang tidak akan lebih sukar dari proses translasi satuan rinci atau kaki menjadi ekuivalennya dalam unit metrik. Namun demikian, kurs nilai tukar jarang sekali stabil. Mata uang Negara-negara industri maju menemukan nilainya secara bebas dalam pasar mata uang. Nilai tukar yang berfluktuasi sering khusus terjadi di Eropa Timur, Amerika Latin, dan beberapa Negara di Asia. Fluktuasi mata uang meningkatkan jumlah nilai tukar translasi yang dapat digunakan dalam proses translasi dan menimbulkan keuntungan dan kerugian mata uang asing.

  • Pengaruh Alternatif Kurs Translasi Terhadap Laporan Keuangan

Ketiga nilai tukar berikut ini digunakan ketika melakukan translasi saldo dalam mata uang asing menjadi mata uang domestic. Pertama, kurs ini adalah kurs nilai tukar pada saat tanggal laporan keuangan. Kedua, kurs histories adalah kurs nilai tukar pada saat suatu aktiva dalam mata uang asing pertama kali diperoleh atau ketika suatu kewajiban dalam mata uang asing pertama kali terjadi. Terakhir, kurs rata-rata yaitu rata-rata sederhana atau tertimbang dari kurs nilai tukar kini atau kurs nilai tukar histories. Pengaruh penggunaan kurs nilai tukar histories dibandingkan dengan kurs nilai tukar kini terhadap laporan keuangan ketika digunakan sebagai koofisien translasi mata uang asing. Kurs nilai tukar histories umumnya mempertahankan biaya awal ekuivalen dengan suatu pos dalam mata uang asing dalam laporan berdenominasi mata uang domestic.

  • Transaksi Mata Uang Asing

Ciri utama yang istimewa dari sebuah transaksi mata uang asing adalah penyelesaiannya dipengaruhi dalam suatu mata uang asing. Jadi, transaksi dalam mata uang asing terjadi pada saat suatu perusahaan membeli atau menjual barang dengan pembayaran yang dilakukan dalam suatu mata uang asing atau ketika perusahaan meminjam atau meminjamkan dalam mata uang asing. Suatu transaksi mata uang asing dapat berdenominasi dalam suatu mata uang, tetapi diukur dalam mata uang yang lain.

  • Perspektif Transaksi Tunggal

Berdasarkan perspektif transaksi tunggal, penyesuaian nilai tukar diperlakukan sebagai penyesuaian terhadap akun-akun transaksi yang awal berdasarkan premis bahwa suatu transaksi dan penyelesaiannya merupakan suatu peristiwa tunggal.

  • Perspektif Dua Transaksi

Berdasarkan perspektif dua transaksi, penagihan piutang dalam krona dianggap sebagai peristiwa terpisah dari penjualan yang menyebabkan timbulnya piutang tersebut. Penggunaan metode dua transaksi untuk mencatat transaksi dalam mata uang asing. Keuntungan dan kerugian dari transaksi yang sudah selesai dan belum diselesaikan dimasukkan dalam penentuan laba. Pengecualian utama terhadap ketentuan yang terjadi:

(1) Penyesuaian nilai tukar berkaitan dengan transaksi antarperusahaan jangka panjang tertentu.

(2) transaksi tersebut dimaksudkan dan berfungsi efektif sebagai lindung nilai atas investasi dan komitmen mata uang asing.

  • Translasi Mata Uang Asing

Metode translasi dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis metode yang menggunakan kurs translasi tunggal untuk menyajikan ulang saldo dalam mata uang asing ke dalam nilai ekuivalen dalam mata uang domestic atau metode yang menggunakan berbagai macam kurs.

1. Metode Kurs Tunggal

Metode ini sudah lama popular di Eropa, menerapkan suatu kurs nilai tukar, yaitu kurs terkini dan kurs penutupan, untuk seluruh aktiva dan kewajiban lancer. Pendapatan dan beban dalam mata uang asing umumnya ditranslasikan dengan menggunakan kurs nilai tukar yang berlaku pada saat pos-pos tersebut diakui. Namun demikian untuk memudahkan pos-pos ini umumnya ditranslasikan dengan menggunakan rata-rata tertimbang kurs nilai tukar yang tepat untuk periode tersebut. Laporan keuangan sebuah operasi asing memiliki domisili pelaporannya sendiri, lingkungan mata uang local di mana perusahaan afiliasi asing melakukan usahanya. Suatu aktiva atau kewajiban dalam mata uang asing dikatakan menghadapi resiko mata uang asing jika ekuivalen dalam mata uang digunakan untuk mentranslasikan aktiva atau kewajiban tersebut.

2. Metode Kurs Berganda

Metode Kurs Berganda menggabungkan kurs nilai tukar histories dan kurs nilai tukar kini dalam proses translasi.

3. Metode Kini-Nonkini

Berdasarkan Metode Kini-Non Kini, aktiva lancar dan kewajiban lancer anak perusahaan luar negeri ditranslasikan ke dalam mata uang pelaporan induk perusahaannya berdasarkan kurs kini. Aktiva dan kewajiban tidak lancer ditranslasikan berdasarkan kurs histories. Pos-pos laporan laba rugi (kecuali beban depresiasi dan amortisasi) ditranslasikan berdasarkan kurs rata-rata yang berlaku dalam setiap bulan operasi atau berdasarkan rata-rata tertimbang selama keseluruhan periode pelaporan. Beban depresiasi dan amortisasi ditranslasikan berdasarkan kurs histories yang tercatat saaat aktiva tersebut diperoleh.

Namun demikian, metode ini tidak mempertimbangkan unsur ekonomis. Menggunakan kurs akhir tahun untuk mentranslasikan aktiva lancer secara tidak langsung menunjukkan bahwa kas, piutang, dan persediaan dalam mata uang asing sama-sama menghadapi resiko nilai tukar.

4. Metode Moneter-Nonmoneter

Metode Moneter-Non Moneter juga menggunakan skema klasifikasi neraca unutk menentukan kurs translasi yang tepat. Aktiva dan kewajiban moneter ditranslasikan berdasarkan kurs kini. Pos-pos non moneter aktiva tetap, investasi jangka panjang, dan persediaan investor ditranslasikan dengan menggunakan kurs histories. Pos-pos laporan laba rugi ditranslasikan dengan menggunakan prosedur yang sama dengan yang dijelaskan untuk konsep kini-non kini.

5. Metode Temporal

Dengan menggunakan metode temporal, tranlasi mata uang merupakan proses konversi pengukuran atau penyajian ulang nilai tertentu. Metode ini tidak mengubah atribut suatu pos yang diukur, melainkan hanya mengubah unit pengukuran. Translasi saldo-saldo dalam mata uang asing menyebabkan pengukuran ulang denominasi pos-pos tersebut tetapi bukan penilaian sesungguhnya. Berdasarkan GAAP AS, kas diukur berdasarkan jumlah yang dimiliki pada tanggal neraca. Piutang dan utang dinyatakan sebesar jumlah yang diperkirakan akan diterima atau akan dibayar pada saat jatuh temponya.
Berdasarkan metode temporal, pos-pos moneter seperti kas, piutang, dan utang ditranslasikan berdasarkan kurs kini. Pos-pos moneter ditranslasikan dengan kurs yang mempertahankan dasar pengukuran pada awalnya. Secara khusus, aktiva yang nilainya dalam laporan mata uang asing sebesar biaya histories, ditranslasikan berdasarkan kurs histories. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan biaya histories dalam mata uang asing yang ditranslasikan dengan kurs nilai tukar histories menghasilkan biaya histories dalam mata uang domestik.

Keempat metode yang dibahas pada satu waktu pernah digunakan di Amerika Serikat dan dapat ditemukan hingga hari ini di berbagai Negara. Secara umum, metode ini menimbulkan hasil translasi mata uang asing yang cukup berbeda. Ketiga metode yang pertama (metode kurs kini, metode kini-non-kini, dan metode moneter-non-moneter) digunakan dalam mengidentifikasikan aktiva dan kewajiban manakah yang beresiko atau dapat dilindungi dari resiko mata uang asing. Kemudian, metode translasi diterapkan secara konsisten dengan memperhatikan perbedaan tersebut.

  • Mana Yang Terbaik?

Ada 3 pertanyaan penting yang berkaitan dengan pembahasan metode translasi:
1. Apakah menggunakan lebih dari 1 metode translasi diperbolehkan?

2. Jika Ya, metode manakah yang digunakan dan dalam kondisi apakah metode tersebut harus diterapkan?

3. Apakah terdapat situasi di mana translasi sama sekali tidak boleh dilakukan?

Terkait dengan pertanyaan pertama, jelas terlihat bahwa satu metode translasi saja tidak dapat memenuhi dengan sama translasi yang dilakukan berdasarkan kondisi yang berbeda dan untuk tujuan berbeda. Lebih dari satu metode translasi yang diperlukan. Terkait dengan pertanyaan kedua, kami berpendapat bahwa terdapat tiga pendekatan translasi yang berbeda yang dapat diterima:

(1) metode histories,

(2) metode kini, dan

(3) tidak dilakukan translasi sama sekali.

Terkait dengan pertanyaan ketiga, perlu translasi sekali tidak bolehdilakukan jika induk perusahaan dan anak perusahaan berada di dalam satu Negara tertentu karena tidak perlu diperlukan. Hal itu diakibatkan oleh karena kedua perusahaan (baik anak maupun induk berada dalam suatu Negara yang mata uangnya sama).Namun demikian, jika anak dan induk perusahaan itu terpisah, yang dalam artian berada di dua negara yang berbeda, maka metode translasi harus diterapkan untuk mengimplementasikan proses kurs asing.

Isi Tugas 4

 

Pajak Penghasilan

Soebakir, dkk (1999:41) mengemukakan definisi pajak penghasilan sebagai suatu pajak yang dikenakan terhadap subyek pajak atas penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam tahun pajak.

Salah satu subyek pajak adalah badan, terdiri dari perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun, persekutuan, perkumpulan, firma, kongsi, koperasi, yayasan atau organisasi yang sejenis, lembaga dana pensiun dan bentuk badan usaha lainnya.

Dengan demikian, pajak penghasilan badan yang dikenalkan terhadap salah satu bentuk usaha tersebut, atas penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam satu tahun pajak.

Contoh Kasus Perhitungan Pajak Penghasilan Pribadi (PPh 21)

Berikut adalah contoh perhitungan pajak penghasilan pribadi (PPh 21) dari seorang pekerja di perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas. Pekerja sudah kawin dan punya 2 anak. Pekerja ikut Program Jamsostek kecuali asuransi kesehatan, yang disediakan oleh Perusahaan. Selain itu, pekerja juga ikut Program Pensiun. Pekerja tidak mempunyai penghasilan lain.

Data-data untuk perhitungan pajak penghasilan adalah sebagai berikut:

  1. Gaji pokok: Rp10.000.000
  2. Tunjangan transport: Rp 500.000
  3. Tunjangan perumahan: Rp 500.000
  4. Uang Perjalanan Dinas: Rp 500.000 (Catatan: pekerja melakukan perjalanan dinas pada bulan berjalan)
  5. Premi Jaminan Kecelakaan Kerja: Rp127.000 (1.27% dari gaji pokok untuk bidang minyak bumi dan gas)
  6. Premi Jaminan Kematian: Rp30.000 (0.3% dari gaji pokok)
  7. Iuran Jaminan Hari Tua: Rp570.000 (5.7% dari gaji pokok; 2% ditanggung pekerja)
  8. Iuran Dana Pensiun: Rp200.000 (2% dari gaji pokok – sesuai dengan Ketentuan Menteri Keuangan)
  9. Premi Asuransi Kesehatan untuk wajib pajak: Rp500.000/bulan

Tabel di bawah ini adalah contoh perhitungan pajak penghasilan pribadi dengan data-data di atas:

No.

Keterangan

Rp

Penghasilan Bruto
1 Gaji Pokok 10.000.000
2 Premi Jaminan Kecelakaan Kerja 127.000
3 Premi Jaminan Kematian 30.000
4 Premi Asuransi Kesehatan 500.000
5 Tunjangan Transport 500.000
6 Tunjangan Perumahan 500.000
7 Penghasilan Bruto (1+2+3+4+5+6) 11.657.000
8 Pengurang
9 Biaya Jabatan per Bulan (5 %, maksimum Rp500.000) 500.000
10 Premi Jaminan Hari Tua (yang dibayar pekerja) 200.000
11 Iuran Pensiun (yang dibayar pekerja) 200.000
12 Total Pengurang (10+11+12) 900.000
13 Penghasilan Neto sebelum Potong Pajak 10.757.000
14 Penghasilan Neto Disetahunkan 129.084.000
15 Penghasilan Tidak Kena Pajak (K-2) 19.800.000
16 Penghasilan Neto Kena Pajak (14-15) 109.284.000
17 Pajak Setahun (sesuai tarif yang berlaku) 11.392.000
18 Pajak pada Bulan Berjalan 949.383
20 Penghasilan Bersih Setelah Potong Pajak (13-18) 9.807.617
21 Net Take Home Pay (19-10-11) 9.407.617

Contoh perhitungan pajak di atas mengabaikan penghasilan dan pajak kumulatif bulan berjalan. Perhitungan pajak bulan berjalan umumnya memperhitungkan kumulatif penghasilan yang sudah berjalan. Misalnya, perhitungan pajak penghasilan bulan April akan memperhitungkan kumulatif penghasilan, pajak yang sudah dipotong pada bulan-bulan sebelumnya dan prediksi penghasilan di bulan-bulan mendatang.

Itulah contoh perhitungan pajak penghasilan pribadi (PPh 21). Anda bisa mencoba bagaimana menghitung pajak penghasilan Anda pada bulan ini dengan mengikuti langkah-langkah di atas. Bisa juga Anda bertanya kepada bagian Payroll untuk mengetahui lebih rinci bagaimana perhitungan pajak penghasilan di perusahaan Anda.

Artikel Terkait:

Tarif Pajak Penghasilan Pribadi dan Penghasilan Tidak Kena Pajak
Sejak 1 Januari 2009 berlaku tarif pajak penghasilan pribadi dan penghasilan tidak kena pajak yang baru.

Langkah-Langkah Menghitung Pajak Penghasilan Pribadi
Sesuai dengan Undang-Undang No. 36 tahun 2008 (UU tentang Pajak Penghasilan), berikut adalah langkah-langkah menghitung pajak penghasilan yang bisa Anda gunakan.

Sepuluh Alasan PHK
Inilah alasan-alasan yang dapat digunakan perusahaan untuk mem-PHK Anda.

Langkah-Langkah Melakukan PHK dengan Alasan Efisiensi
Bila usaha-usaha penghematan (efisiensi) gagal untuk menyelamatkan perusahaan, berikut adalah langkah-langkah melakukan PHK.

Langkah-Langkah Menyikapi PHK
Bila perusahaan mem-PHK Anda, berikut adalah sikap yang bisa Anda pertimbangkan.

Menghitung Uang Pesangon dan Penghargaan
Cara menghitung uang pesangon dan penghargaan seperti diatur oleh UU No. 13/2003.

Tarif Pajak Uang Pesangon dan Penghargaan
Sejak 1 Januari 2009, berlaku tarif pajak yang baru untuk uang pesangon dan penghargaan.

Hal-Hal Penting tentang Serikat Pekerja yang Perlu Anda Ketahui
Ada tujuh (7) hal yang perlu diketahui.

Langkah-Langkah Mendirikan Serikat Pekerja/Serikat Buruh
Bila ingin membentuk serikat pekerja atau serikat buruh di perusahaan, langkah-langkah berikut bisa Anda terapkan.

Ketenagakerjaan, Jamsostek, Dana Pensiun, Pajak Penghasilan dan Serikat Pekerja
Daftar undang-undang yang berkaitan dengan dunia kerja.

Peraturan tentang Jamsostek (Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 1993)
Ada 12 pasal penting yang perlu diketahui pekerja maupun pemberi kerja (perusahaan).

Iuran Jamsostek untuk Jaminan Kecelakaan Kerja
Besar iuran Jamsostek untuk jenis usaha yang termasuk Kelompok I dan II.

Premi Jamsostek untuk Jaminan Kecelakaan Kerja
Besar iuran Jamsostek untuk jenis usaha yang termasuk Kelompok III.

Iuran Jamsostek untuk Jaminan Kecelakaan Kerja
Besar iuran Jamsostek untuk jenis usaha yang termasuk Kelompok IV dan V.

  • Contoh Lain :

Contoh Penghitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Karyawan

Nampaknya masih banyak pegawai atau karyawan yang masih bingung tentang bagaimana cara menghitung pajak atas gaji karyawan. Nah, untuk itu saya coba memberikan contoh sederhana tentang cara menghitung pajak karyawan yang dalam bahasa teknis perpajakan disebut pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 untuk pegawai tetap.

Untuk memudahkan, di sini saya ambilkan contoh perhitungan PPh Pasal 21 yang sudah ada dalam petunjuk pemotongan PPh Pasal 21 (Peraturan Dirjen Nomor PER-15/PJ/2006). Untuk memudahkan saya coba menggunakan contoh yang paling sederhana.

Misal, Tukul Arwana pegawai pada perusahaan PT Empat Mata, menikah tanpa anak, memperoleh gaji sebulan Rp. 2.000.000,00. PT Empat Mata mengikuti program Jamsostek, premi Jaminan Kecelakaan Kerja dan premi Jaminan Kematian dibayar oleh pemberi kerja dengan jumlah masing-masing 0,50% dan 0,30% dari gaji. PT Empat Mata menanggung iuran Jaminan Hari Tua setiap bulan sebesar 3,70% dari gaji sedangkan Once Dewo membayar iuran Jaminan Hari Tua sebesar 2,00% dari gaji setiap bulan. Disamping itu PT Empat Mata juga mengikuti program pensiun untuk pegawainya.

PT Empat Mata membayar iuran pensiun untuk Tukul Arwana ke dana pensiun, yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan, setiap bulan sebesar Rp. 70.000,00, sedangkan Tukul Arwana membayar iuran pensiun sebesar Rp. 50.000,00.

Perhatikan, perhitungan untuk mengetahui berapa besarnya pajak (penghasilan) yang harus dipotong PT Empat Mata untuk satu bulannya.

Gaji sebulan

2.000.000

Premi Jaminan Kecelakaan Kerja

10.000

Premi Jaminan Kematian

6.000

Jumlah
Penghasilan Bruto

2.016.000

Pengurangan :
1. Biaya Jabatan

100.800

2. Iuran Pensiun

50.000

3. Iuran Jaminan Hari Tua

40.000

Jumlah Pengurangan

190.800

Penghasilan Neto Sebulan

1.825.200

Penghasilan Neto Setahun

21.902.400

PTKP
- Diri WP Sendiri

13.200.000

- Status Kawin

1.200.000

Jumlah PTKP

14.400.000

Penghasilan Kena Pajak Setahun

7.502.400

Pembulatan

7.502.000

PPh Pasal 21 Setahun

375.100

PPh Pasal 21 Sebulan

31.258

Langkah pertama kita menjumlahkan penghasilan bruto. Penghasilan bruto ini adalah seluruh penghasilan yang diterima oleh karyawan atau pegawai secara teratur dalam sebulannya. Yang termasuk dalam penghasilan bruto ini misalnya adalah gaji, tunjangan-tunjangan, uang lembur dan premi asuransi yang ditanggung oleh perusahaan. Tidak termasuk dalam penghasilan bruto adalah imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan. Dalam contoh di atas penghasilan bruto yang menjadi objek PPh Pasal 21 adalah gaji, premi jaminan kecelakaan kerja (5% dari gaji) dan premi jaminan kematian (0,3% dari gaji) yang dibayar atau ditanggung perusahaan.

Langkah berikutnya kita hitung pengurang yang diperbolehkan yaitu pada dasarnya ada dua macam yaitu biaya jabatan dan iuran pensiun (termsuk iuran jaminan hari tua). Biaya jabatan sendiri besarnya 5% dari penghasilan bruto 5% x Rp2.016.000,00 atau sama dengan Rp100.000,00.Jumlah ini masih di bawah maksimum yang diperkenankan yaitu sebesar Rp108.000,00 per bulan.

Pengurang lainnya adalah iuran pensiun dan iuran JHT yang masing-masing Rp50.000,00 dan Rp40.000,00 (2% dari gaji) per bulan. Iuran pensiun dan iuran JHT yang dibayar atau ditanggung oleh perusahaan tidak dapat dikurangkan. Dengan demikian, jumlah seluruh pengurang adalah Rp190.800,00.

Penghasilan bruto Rp2.016.000,00 dikurangi pengurang Rp190.000 sama dengan Rp1.825.200,00. Jumlah inilah yang dimaksud dengan penghasilan neto sebulan. Selanjutnya penghasilan neto sebulan ini kita buat setahunkan dengan cara penghasilan neto sebulan dikali 12 bulan atau Rp1.825.200 x 12 = Rp21.902.400,00.

Setelah itu barulah kita kurangi dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang dalam hal ini jumlahnya adalah Rp14.400.000,00. Selisihnya (Rp21.902.400 – Rp14.400.000,00 = Rp7.502.400) inilah yang merupakan Penghasilan Kena Pajak. O, ya. Perlu diketahui juga, sebelum dikalikan tarif pajak, Penghasilan Kena Pajak tersebut harus dibulatkan dulu ribuan penuh ke bawah.

Pajak Penghasilan terutang adalah tarif pajak (berdasarkan tarif Pasal 17 UU Pajak Penghasilan) dikalikan Penghasilan Kena Pajak. Karena Penghasilan Kena Pajak ini masih di bawah Rp25.000.000,- maka tarif yang dikenakan adalah 5% sehingga PPh Pasal 21 nya adalah 5% x Rp7.502.000,00 = Rp375.100,00.

Nah, karena kita menghitung PPh Pasal 21 untuk satu bulan, maka PPh Pasal 21 terutang di atas tinggal dibagi 12 sehingga pajak yang dipotong oleh PT Empat Mata atas penghasilannya Tukul Arwana adalah Rp375.100 : 12 = Rp31.258,00.

Update 2009 :

Mulai tahun 2009 ini beberapa bagian perhitungan di atas sdah mengalami perubahan seiring dengan berlakunya dasar hukum yang baru tentang pemotongan PPh Pasal 21 yaitu : UU Nomor 36 Tahun 2008, Peraturan Menkeu Nomor 252/PMK.03/2008 dan Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-31/PJ/2009.

Beberapa perubahan penting yang harus dikoreksi dari perhitungan di atas adalah :

  1. Besarnya maksimum biaya jabatan sudah berubah menjadi Rp6.000.000 setahun atau Rp500.000 sebulan
  2. Besarnya PTKP sudah berubah mengikuti besaran PTKP dalam Pasal 7 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008
  3. Besaran tarif dan lapisan penghasilan kena pajak juga berubah sesuai dengan perubahan di Pasal 17 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008.

Kesimpulan

 

A. KESIMPULAN

Makalah yang telah disusun ini merupakan program yang sangat membantu dalam pembahasan tentang motivasi belajar, selain itu juga memberikan perbandingan pandangan dengan apa yang telah didapat dilingkungan masyarakat.

Proses yang mempengaruhi proses belajar dan hasil belajar ada dua, yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Bila kebutuhan intrinsik dan ekstrinsik terpenuhi, proses dan hasil belajar bias dicapai sesuai dengan harapan. Cara belajar juga memiliki tiga tipe, visual, auditori, dan kinestik. Bila kita mengetahui cara belajar yang lebih kita gemari, kenyamanan dalam belajar mungkin akan didapat.

 

Contoh Kasus Perhitungan Pajak Penghasilan

Filed under: Uncategorized — sholicha @ 2:05 pm

Contoh Kasus Perhitungan Pajak Penghasilan Pribadi (PPh 21)

 

Berikut adalah contoh perhitungan pajak penghasilan pribadi (PPh 21) dari seorang pekerja di perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas. Pekerja sudah kawin dan punya 2 anak. Pekerja ikut Program Jamsostek kecuali asuransi kesehatan, yang disediakan oleh Perusahaan. Selain itu, pekerja juga ikut Program Pensiun. Pekerja tidak mempunyai penghasilan lain.

Data-data untuk perhitungan pajak penghasilan adalah sebagai berikut:

  1. Gaji pokok: Rp10.000.000
  2. Tunjangan transport: Rp 500.000
  3. Tunjangan perumahan: Rp 500.000
  4. Uang Perjalanan Dinas: Rp 500.000 (Catatan: pekerja melakukan perjalanan dinas pada bulan berjalan)
  5. Premi Jaminan Kecelakaan Kerja: Rp127.000 (1.27% dari gaji pokok untuk bidang minyak bumi dan gas)
  6. Premi Jaminan Kematian: Rp30.000 (0.3% dari gaji pokok)
  7. Iuran Jaminan Hari Tua: Rp570.000 (5.7% dari gaji pokok; 2% ditanggung pekerja)
  8. Iuran Dana Pensiun: Rp200.000 (2% dari gaji pokok – sesuai dengan Ketentuan Menteri Keuangan)
  9. Premi Asuransi Kesehatan untuk wajib pajak: Rp500.000/bulan

Tabel di bawah ini adalah contoh perhitungan pajak penghasilan pribadi dengan data-data di atas:

No.

Keterangan

Rp

Penghasilan Bruto
1 Gaji Pokok 10.000.000
2 Premi Jaminan Kecelakaan Kerja 127.000
3 Premi Jaminan Kematian 30.000
4 Premi Asuransi Kesehatan 500.000
5 Tunjangan Transport 500.000
6 Tunjangan Perumahan 500.000
7 Penghasilan Bruto (1+2+3+4+5+6) 11.657.000
8 Pengurang
9 Biaya Jabatan per Bulan (5 %, maksimum Rp500.000) 500.000
10 Premi Jaminan Hari Tua (yang dibayar pekerja) 200.000
11 Iuran Pensiun (yang dibayar pekerja) 200.000
12 Total Pengurang (10+11+12) 900.000
13 Penghasilan Neto sebelum Potong Pajak 10.757.000
14 Penghasilan Neto Disetahunkan 129.084.000
15 Penghasilan Tidak Kena Pajak (K-2) 19.800.000
16 Penghasilan Neto Kena Pajak (14-15) 109.284.000
17 Pajak Setahun (sesuai tarif yang berlaku) 11.392.000
18 Pajak pada Bulan Berjalan 949.383
20 Penghasilan Bersih Setelah Potong Pajak (13-18) 9.807.617
21 Net Take Home Pay (19-10-11) 9.407.617

Contoh perhitungan pajak di atas mengabaikan penghasilan dan pajak kumulatif bulan berjalan. Perhitungan pajak bulan berjalan umumnya memperhitungkan kumulatif penghasilan yang sudah berjalan. Misalnya, perhitungan pajak penghasilan bulan April akan memperhitungkan kumulatif penghasilan, pajak yang sudah dipotong pada bulan-bulan sebelumnya dan prediksi penghasilan di bulan-bulan mendatang.

Itulah contoh perhitungan pajak penghasilan pribadi (PPh 21). Anda bisa mencoba bagaimana menghitung pajak penghasilan Anda pada bulan ini dengan mengikuti langkah-langkah di atas. Bisa juga Anda bertanya kepada bagian Payroll untuk mengetahui lebih rinci bagaimana perhitungan pajak penghasilan di perusahaan Anda.

Artikel Terkait:

Tarif Pajak Penghasilan Pribadi dan Penghasilan Tidak Kena Pajak
Sejak 1 Januari 2009 berlaku tarif pajak penghasilan pribadi dan penghasilan tidak kena pajak yang baru.

Langkah-Langkah Menghitung Pajak Penghasilan Pribadi
Sesuai dengan Undang-Undang No. 36 tahun 2008 (UU tentang Pajak Penghasilan), berikut adalah langkah-langkah menghitung pajak penghasilan yang bisa Anda gunakan.

Sepuluh Alasan PHK
Inilah alasan-alasan yang dapat digunakan perusahaan untuk mem-PHK Anda.

Langkah-Langkah Melakukan PHK dengan Alasan Efisiensi
Bila usaha-usaha penghematan (efisiensi) gagal untuk menyelamatkan perusahaan, berikut adalah langkah-langkah melakukan PHK.

Langkah-Langkah Menyikapi PHK
Bila perusahaan mem-PHK Anda, berikut adalah sikap yang bisa Anda pertimbangkan.

Menghitung Uang Pesangon dan Penghargaan
Cara menghitung uang pesangon dan penghargaan seperti diatur oleh UU No. 13/2003.

Tarif Pajak Uang Pesangon dan Penghargaan
Sejak 1 Januari 2009, berlaku tarif pajak yang baru untuk uang pesangon dan penghargaan.

Hal-Hal Penting tentang Serikat Pekerja yang Perlu Anda Ketahui
Ada tujuh (7) hal yang perlu diketahui.

Langkah-Langkah Mendirikan Serikat Pekerja/Serikat Buruh
Bila ingin membentuk serikat pekerja atau serikat buruh di perusahaan, langkah-langkah berikut bisa Anda terapkan.

Ketenagakerjaan, Jamsostek, Dana Pensiun, Pajak Penghasilan dan Serikat Pekerja
Daftar undang-undang yang berkaitan dengan dunia kerja.

Peraturan tentang Jamsostek (Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 1993)
Ada 12 pasal penting yang perlu diketahui pekerja maupun pemberi kerja (perusahaan).

Iuran Jamsostek untuk Jaminan Kecelakaan Kerja
Besar iuran Jamsostek untuk jenis usaha yang termasuk Kelompok I dan II.

Premi Jamsostek untuk Jaminan Kecelakaan Kerja
Besar iuran Jamsostek untuk jenis usaha yang termasuk Kelompok III.

Iuran Jamsostek untuk Jaminan Kecelakaan Kerja
Besar iuran Jamsostek untuk jenis usaha yang termasuk Kelompok IV dan V.

  • Contoh Lain :

Contoh Penghitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Karyawan

Nampaknya masih banyak pegawai atau karyawan yang masih bingung tentang bagaimana cara menghitung pajak atas gaji karyawan. Nah, untuk itu saya coba memberikan contoh sederhana tentang cara menghitung pajak karyawan yang dalam bahasa teknis perpajakan disebut pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 untuk pegawai tetap.

Untuk memudahkan, di sini saya ambilkan contoh perhitungan PPh Pasal 21 yang sudah ada dalam petunjuk pemotongan PPh Pasal 21 (Peraturan Dirjen Nomor PER-15/PJ/2006). Untuk memudahkan saya coba menggunakan contoh yang paling sederhana.

Misal, Tukul Arwana pegawai pada perusahaan PT Empat Mata, menikah tanpa anak, memperoleh gaji sebulan Rp. 2.000.000,00. PT Empat Mata mengikuti program Jamsostek, premi Jaminan Kecelakaan Kerja dan premi Jaminan Kematian dibayar oleh pemberi kerja dengan jumlah masing-masing 0,50% dan 0,30% dari gaji. PT Empat Mata menanggung iuran Jaminan Hari Tua setiap bulan sebesar 3,70% dari gaji sedangkan Once Dewo membayar iuran Jaminan Hari Tua sebesar 2,00% dari gaji setiap bulan. Disamping itu PT Empat Mata juga mengikuti program pensiun untuk pegawainya.

PT Empat Mata membayar iuran pensiun untuk Tukul Arwana ke dana pensiun, yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan, setiap bulan sebesar Rp. 70.000,00, sedangkan Tukul Arwana membayar iuran pensiun sebesar Rp. 50.000,00.

Perhatikan, perhitungan untuk mengetahui berapa besarnya pajak (penghasilan) yang harus dipotong PT Empat Mata untuk satu bulannya.

Gaji sebulan

2.000.000

Premi Jaminan Kecelakaan Kerja

10.000

Premi Jaminan Kematian

6.000

Jumlah
Penghasilan Bruto

2.016.000

Pengurangan :
1. Biaya Jabatan

100.800

2. Iuran Pensiun

50.000

3. Iuran Jaminan Hari Tua

40.000

Jumlah Pengurangan

190.800

Penghasilan Neto Sebulan

1.825.200

Penghasilan Neto Setahun

21.902.400

PTKP
- Diri WP Sendiri

13.200.000

- Status Kawin

1.200.000

Jumlah PTKP

14.400.000

Penghasilan Kena Pajak Setahun

7.502.400

Pembulatan

7.502.000

PPh Pasal 21 Setahun

375.100

PPh Pasal 21 Sebulan

31.258

Langkah pertama kita menjumlahkan penghasilan bruto. Penghasilan bruto ini adalah seluruh penghasilan yang diterima oleh karyawan atau pegawai secara teratur dalam sebulannya. Yang termasuk dalam penghasilan bruto ini misalnya adalah gaji, tunjangan-tunjangan, uang lembur dan premi asuransi yang ditanggung oleh perusahaan. Tidak termasuk dalam penghasilan bruto adalah imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan. Dalam contoh di atas penghasilan bruto yang menjadi objek PPh Pasal 21 adalah gaji, premi jaminan kecelakaan kerja (5% dari gaji) dan premi jaminan kematian (0,3% dari gaji) yang dibayar atau ditanggung perusahaan.

Langkah berikutnya kita hitung pengurang yang diperbolehkan yaitu pada dasarnya ada dua macam yaitu biaya jabatan dan iuran pensiun (termsuk iuran jaminan hari tua). Biaya jabatan sendiri besarnya 5% dari penghasilan bruto 5% x Rp2.016.000,00 atau sama dengan Rp100.000,00.Jumlah ini masih di bawah maksimum yang diperkenankan yaitu sebesar Rp108.000,00 per bulan.

Pengurang lainnya adalah iuran pensiun dan iuran JHT yang masing-masing Rp50.000,00 dan Rp40.000,00 (2% dari gaji) per bulan. Iuran pensiun dan iuran JHT yang dibayar atau ditanggung oleh perusahaan tidak dapat dikurangkan. Dengan demikian, jumlah seluruh pengurang adalah Rp190.800,00.

Penghasilan bruto Rp2.016.000,00 dikurangi pengurang Rp190.000 sama dengan Rp1.825.200,00. Jumlah inilah yang dimaksud dengan penghasilan neto sebulan. Selanjutnya penghasilan neto sebulan ini kita buat setahunkan dengan cara penghasilan neto sebulan dikali 12 bulan atau Rp1.825.200 x 12 = Rp21.902.400,00.

Setelah itu barulah kita kurangi dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang dalam hal ini jumlahnya adalah Rp14.400.000,00. Selisihnya (Rp21.902.400 – Rp14.400.000,00 = Rp7.502.400) inilah yang merupakan Penghasilan Kena Pajak. O, ya. Perlu diketahui juga, sebelum dikalikan tarif pajak, Penghasilan Kena Pajak tersebut harus dibulatkan dulu ribuan penuh ke bawah.

Pajak Penghasilan terutang adalah tarif pajak (berdasarkan tarif Pasal 17 UU Pajak Penghasilan) dikalikan Penghasilan Kena Pajak. Karena Penghasilan Kena Pajak ini masih di bawah Rp25.000.000,- maka tarif yang dikenakan adalah 5% sehingga PPh Pasal 21 nya adalah 5% x Rp7.502.000,00 = Rp375.100,00.

Nah, karena kita menghitung PPh Pasal 21 untuk satu bulan, maka PPh Pasal 21 terutang di atas tinggal dibagi 12 sehingga pajak yang dipotong oleh PT Empat Mata atas penghasilannya Tukul Arwana adalah Rp375.100 : 12 = Rp31.258,00.

Update 2009 :

Mulai tahun 2009 ini beberapa bagian perhitungan di atas sdah mengalami perubahan seiring dengan berlakunya dasar hukum yang baru tentang pemotongan PPh Pasal 21 yaitu : UU Nomor 36 Tahun 2008, Peraturan Menkeu Nomor 252/PMK.03/2008 dan Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-31/PJ/2009.

Beberapa perubahan penting yang harus dikoreksi dari perhitungan di atas adalah :

  1. Besarnya maksimum biaya jabatan sudah berubah menjadi Rp6.000.000 setahun atau Rp500.000 sebulan
  2. Besarnya PTKP sudah berubah mengikuti besaran PTKP dalam Pasal 7 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008
  3. Besaran tarif dan lapisan penghasilan kena pajak juga berubah sesuai dengan perubahan di Pasal 17 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008.

 

Tugas Sofftskill ak.Internasional Translasi mata Uang Asing

Filed under: Uncategorized — sholicha @ 1:24 pm

Translasi Mata Uang Asing

Translasi Mata Uang Asing

  • Alasan-Alasan Untuk Melakukan Translasi

Perusahaan dengan operasi luar negeri yang signifikan menyusun laporan keuangan konsolidasi yang memungkinkan para pembaca laporan keuangan untuk mendapatkan pemahaman yang holistic atas operasi perusahaan baik domestic dan luar negeri. Laporan keuangan anak perusahaan luar negeri yang berdenominasi dalam mata uang asing disajikan ulang dengan mata uang induk perusahaan. Proses penyajian ulang informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya disebut translasi.
Kurs nilai tukar variable yang digabungkan dengan berbagai macam metode translasi yang dapat digunakan dan perbedaan perlakuan atas keuntungan dan kerugian translasi, membuat perbandingan hasil keuangan satu perusahaan dengan perusahaan lain atau perbandingan hasil suatu perusahaan yang sama dari satu periode ke periode yang lain sulit dilakukan. Suatu aktiva dan kewajiban mata uang asing dikatakan menghadapi resiko mata uang jika suatu perubahan kurs nilai tukar mata uang menyebabkan mata uang induk perusahaan juga berubah.

  • Latar Belakang Dan Terminologi

Translasi tidak sama dengan konversi yang adalah pertukaran dari satu mata uang ke mata uang yang lain secara fisik. Translasi hanyalah perubahan satuan unit moneter, seperti hanya sebuah neraca yang dinyatakan dalam IDR disajikan ulang dalam nilai ekuivalen Dollar AS.Transaksi mata uang asing terjadi di pasar spot, forward, atau swap. Kurs pasar spot dipengaruhi oleh banyak factor, termasuk perbedaan tingkat inflasi antarnegara, perbedaan suku bunga nasional dan eksploitasi terhadap arah nilai tukar di masa mendatang. Kurs nilai tukar pasar spot dapat dinyatakan langsung atau tidak langsung. Transaksi pada pasar forward adalah perjanjian untuk melakukan pertukaran suatu mata usang dengan jumlah tertentu ke dalam mata uang lain pada suatu tanggal di masa depan. Kuotasi pada pasar forward dinyatakan dengan diskonto atau premium dari kurs spot. Transaksi swap melibatkan permbelian spontan penjualan forward atas suatu mata uang secara bersamaan. Investor sering memanfaatkan transaksi swap untuk mengambil keuntungan dari tingkat suku bunga yang lebih tinggi di suatu Negara asing.

 

  • Permasalahan

Jika kurs nilai tukar relative stabil, translasi mata uang tidak akan lebih sukar dari proses translasi satuan rinci atau kaki menjadi ekuivalennya dalam unit metrik. Namun demikian, kurs nilai tukar jarang sekali stabil. Mata uang Negara-negara industri maju menemukan nilainya secara bebas dalam pasar mata uang. Nilai tukar yang berfluktuasi sering khusus terjadi di Eropa Timur, Amerika Latin, dan beberapa Negara di Asia. Fluktuasi mata uang meningkatkan jumlah nilai tukar translasi yang dapat digunakan dalam proses translasi dan menimbulkan keuntungan dan kerugian mata uang asing.

  • Pengaruh Alternatif Kurs Translasi Terhadap Laporan Keuangan

Ketiga nilai tukar berikut ini digunakan ketika melakukan translasi saldo dalam mata uang asing menjadi mata uang domestic. Pertama, kurs ini adalah kurs nilai tukar pada saat tanggal laporan keuangan. Kedua, kurs histories adalah kurs nilai tukar pada saat suatu aktiva dalam mata uang asing pertama kali diperoleh atau ketika suatu kewajiban dalam mata uang asing pertama kali terjadi. Terakhir, kurs rata-rata yaitu rata-rata sederhana atau tertimbang dari kurs nilai tukar kini atau kurs nilai tukar histories. Pengaruh penggunaan kurs nilai tukar histories dibandingkan dengan kurs nilai tukar kini terhadap laporan keuangan ketika digunakan sebagai koofisien translasi mata uang asing. Kurs nilai tukar histories umumnya mempertahankan biaya awal ekuivalen dengan suatu pos dalam mata uang asing dalam laporan berdenominasi mata uang domestic.

  • Transaksi Mata Uang Asing

Ciri utama yang istimewa dari sebuah transaksi mata uang asing adalah penyelesaiannya dipengaruhi dalam suatu mata uang asing. Jadi, transaksi dalam mata uang asing terjadi pada saat suatu perusahaan membeli atau menjual barang dengan pembayaran yang dilakukan dalam suatu mata uang asing atau ketika perusahaan meminjam atau meminjamkan dalam mata uang asing. Suatu transaksi mata uang asing dapat berdenominasi dalam suatu mata uang, tetapi diukur dalam mata uang yang lain.

  • Perspektif Transaksi Tunggal

Berdasarkan perspektif transaksi tunggal, penyesuaian nilai tukar diperlakukan sebagai penyesuaian terhadap akun-akun transaksi yang awal berdasarkan premis bahwa suatu transaksi dan penyelesaiannya merupakan suatu peristiwa tunggal.

 

  • Perspektif Dua Transaksi

Berdasarkan perspektif dua transaksi, penagihan piutang dalam krona dianggap sebagai peristiwa terpisah dari penjualan yang menyebabkan timbulnya piutang tersebut. Penggunaan metode dua transaksi untuk mencatat transaksi dalam mata uang asing. Keuntungan dan kerugian dari transaksi yang sudah selesai dan belum diselesaikan dimasukkan dalam penentuan laba. Pengecualian utama terhadap ketentuan yang terjadi:

(1) Penyesuaian nilai tukar berkaitan dengan transaksi antarperusahaan jangka panjang tertentu.

(2) transaksi tersebut dimaksudkan dan berfungsi efektif sebagai lindung nilai atas investasi dan komitmen mata uang asing.

  • Translasi Mata Uang Asing

Metode translasi dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis metode yang menggunakan kurs translasi tunggal untuk menyajikan ulang saldo dalam mata uang asing ke dalam nilai ekuivalen dalam mata uang domestic atau metode yang menggunakan berbagai macam kurs.
1. Metode Kurs Tunggal

Metode ini sudah lama popular di Eropa, menerapkan suatu kurs nilai tukar, yaitu kurs terkini dan kurs penutupan, untuk seluruh aktiva dan kewajiban lancer. Pendapatan dan beban dalam mata uang asing umumnya ditranslasikan dengan menggunakan kurs nilai tukar yang berlaku pada saat pos-pos tersebut diakui. Namun demikian untuk memudahkan pos-pos ini umumnya ditranslasikan dengan menggunakan rata-rata tertimbang kurs nilai tukar yang tepat untuk periode tersebut. Laporan keuangan sebuah operasi asing memiliki domisili pelaporannya sendiri, lingkungan mata uang local di mana perusahaan afiliasi asing melakukan usahanya. Suatu aktiva atau kewajiban dalam mata uang asing dikatakan menghadapi resiko mata uang asing jika ekuivalen dalam mata uang digunakan untuk mentranslasikan aktiva atau kewajiban tersebut.
2. Metode Kurs Berganda

Metode Kurs Berganda menggabungkan kurs nilai tukar histories dan kurs nilai tukar kini dalam proses translasi.
3. Metode Kini-Nonkini

Berdasarkan Metode Kini-Non Kini, aktiva lancar dan kewajiban lancer anak perusahaan luar negeri ditranslasikan ke dalam mata uang pelaporan induk perusahaannya berdasarkan kurs kini. Aktiva dan kewajiban tidak lancer ditranslasikan berdasarkan kurs histories. Pos-pos laporan laba rugi (kecuali beban depresiasi dan amortisasi) ditranslasikan berdasarkan kurs rata-rata yang berlaku dalam setiap bulan operasi atau berdasarkan rata-rata tertimbang selama keseluruhan periode pelaporan. Beban depresiasi dan amortisasi ditranslasikan berdasarkan kurs histories yang tercatat saaat aktiva tersebut diperoleh.

Namun demikian, metode ini tidak mempertimbangkan unsur ekonomis. Menggunakan kurs akhir tahun untuk mentranslasikan aktiva lancer secara tidak langsung menunjukkan bahwa kas, piutang, dan persediaan dalam mata uang asing sama-sama menghadapi resiko nilai tukar.
4. Metode Moneter-Nonmoneter

Metode Moneter-Non Moneter juga menggunakan skema klasifikasi neraca unutk menentukan kurs translasi yang tepat. Aktiva dan kewajiban moneter ditranslasikan berdasarkan kurs kini. Pos-pos non moneter aktiva tetap, investasi jangka panjang, dan persediaan investor ditranslasikan dengan menggunakan kurs histories. Pos-pos laporan laba rugi ditranslasikan dengan menggunakan prosedur yang sama dengan yang dijelaskan untuk konsep kini-non kini.

5. Metode Temporal

Dengan menggunakan metode temporal, tranlasi mata uang merupakan proses konversi pengukuran atau penyajian ulang nilai tertentu. Metode ini tidak mengubah atribut suatu pos yang diukur, melainkan hanya mengubah unit pengukuran. Translasi saldo-saldo dalam mata uang asing menyebabkan pengukuran ulang denominasi pos-pos tersebut tetapi bukan penilaian sesungguhnya. Berdasarkan GAAP AS, kas diukur berdasarkan jumlah yang dimiliki pada tanggal neraca. Piutang dan utang dinyatakan sebesar jumlah yang diperkirakan akan diterima atau akan dibayar pada saat jatuh temponya.
Berdasarkan metode temporal, pos-pos moneter seperti kas, piutang, dan utang ditranslasikan berdasarkan kurs kini. Pos-pos moneter ditranslasikan dengan kurs yang mempertahankan dasar pengukuran pada awalnya. Secara khusus, aktiva yang nilainya dalam laporan mata uang asing sebesar biaya histories, ditranslasikan berdasarkan kurs histories. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan biaya histories dalam mata uang asing yang ditranslasikan dengan kurs nilai tukar histories menghasilkan biaya histories dalam mata uang domestik.

Keempat metode yang dibahas pada satu waktu pernah digunakan di Amerika Serikat dan dapat ditemukan hingga hari ini di berbagai Negara. Secara umum, metode ini menimbulkan hasil translasi mata uang asing yang cukup berbeda. Ketiga metode yang pertama (metode kurs kini, metode kini-non-kini, dan metode moneter-non-moneter) digunakan dalam mengidentifikasikan aktiva dan kewajiban manakah yang beresiko atau dapat dilindungi dari resiko mata uang asing. Kemudian, metode translasi diterapkan secara konsisten dengan memperhatikan perbedaan tersebut.

  • Mana Yang Terbaik?

Ada 3 pertanyaan penting yang berkaitan dengan pembahasan metode translasi:
1. Apakah menggunakan lebih dari 1 metode translasi diperbolehkan?

2. Jika Ya, metode manakah yang digunakan dan dalam kondisi apakah metode tersebut harus diterapkan?

3. Apakah terdapat situasi di mana translasi sama sekali tidak boleh dilakukan?
Terkait dengan pertanyaan pertama, jelas terlihat bahwa satu metode translasi saja tidak dapat memenuhi dengan sama translasi yang dilakukan berdasarkan kondisi yang berbeda dan untuk tujuan berbeda. Lebih dari satu metode translasi yang diperlukan. Terkait dengan pertanyaan kedua, kami berpendapat bahwa terdapat tiga pendekatan translasi yang berbeda yang dapat diterima:

(1) metode histories,

(2) metode kini, dan

(3) tidak dilakukan translasi sama sekali.

Terkait dengan pertanyaan ketiga, perlu translasi sekali tidak bolehdilakukan jika induk perusahaan dan anak perusahaan berada di dalam satu Negara tertentu karena tidak perlu diperlukan. Hal itu diakibatkan oleh karena kedua perusahaan (baik anak maupun induk berada dalam suatu Negara yang mata uangnya sama).

Namun demikian, jika anak dan induk perusahaan itu terpisah, yang dalam artian berada di dua negara yang berbeda, maka metode translasi harus diterapkan untuk mengimplementasikan proses kurs asing.

April 23, 2011

tugas softskill bln april bhs.inggris 2

Filed under: Uncategorized — sholicha @ 5:46 am

TUGAS SOFTSKILL BHS.INGGRIS BISNIS 2 (bulan April)

Nama : Amalin Sholecha

NPM : 20207093

Kelas : 3EB06

Kelas Asal : 4EB06

TOEIC

  • What is TOEIC…?

TOEIC merupakan singkatan dari Test Bahasa Inggris untuk Komunikasi Internasional. Test ini dirancang untuk mereka yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris .. Menilai TOEIC menunjukkan sejauh mana seseorang mampu berkomunikasi dengan orang lain dalam bahasa Inggris dalam era globalisasi ini. Tes ini tidak memerlukan kosakata khusus atau pengetahuan. tes ini hanya mengukur kemampuan berbahasa Inggris yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Apa TOEIC test itu ? Test Bahasa Inggris untuk Komunikasi Internasional

TOEIC adalah suatu pilihan untuk menguji kecakapan bahasa Inggris bagi orang pribumi. Mengukur bahasa Inggris mereka Pengertian, pidato, menulis dan ketrampilan membaca di dalam suatu lingkungan internasional tentunya menggunakan Bahasa Inggris. Score menandai seberapa baik orang-orang dapat berkomunikasi dengan Bahasa Inggris dengan orang lain dalam bisnis, industri dan perdagangan. test TOEIC telah dikembangkan di Amerika Serikat sejak tahun 1979 oleh ETS ( Pengujian Bidang pendidikan ) menuruti suatu permintaan dari Kementerian Perdagangan luar negeri dan Industri Jepang( MITI).

ETS adalah suatu pusat psychometric, yang disambut “tepuk tangan” karena mutu dan keandalan tentang test seperti TOEFL ( Test of English as a Foreign Language ), GMAT (Graduate Management Administration Test ), SAT ( Student Admission Test ) dan banyak yang lain yang mencakup ujian yang mendorong ke arah kecakapan profesional. Test TOEIC, suatu test yang telah memenuhi standarisasi dan terbukti memberi hasil dan dapat dipercaya menilai kecakapan Bahasa Inggris pada semua tingkat ( pemula dan menengah ) profesional maupun kategori sosial.

  • Apa format dari test TOEIC itu?

Test TOEIC adalah suatu soal berdurasi dua jam pilihan ganda dan terdiri dari 200 pertanyaan, dibagi menjadi dua bagian Bagian Listening : Ada 100 mendengarkan pertanyaan pengertian yang diatur oleh audio-cassette Bagian Reading: Ada 100 menjawab pertanyaan pertanyaan test TOEIC didasarkan pada kenyataan yang terjasi di lapangan pekerjaan Internasional (pertemuan-pertemuan, perjalanan, telepon dll).

Ujian TOEIC Tes Bahasa Inggris untuk Komunikasi Internasional diproduksi oleh ETS (Educational Testing Service). pertanyaan tes TOEIC didasarkan pada pengaturan kerja nyata dalam lingkungan internasional (pertemuan, perjalanan, percakapan telepon, dll). apa TOEIC ini? Tes ini digunakan oleh organisasi untuk menentukan apakah seorang karyawan yang cocok untuk suatu tugas tertentu. Jika Anda bekerja atau ingin bekerja untuk sebuah organisasi besar, terutama di Asia, maka tes TOEIC akan berguna bagi Anda.

  • Seperti apa itu tes TOEIC?

Ada dua bagian yang terpisah untuk tes TOEIC:

Uji Berbicara dan Menulis adalah sebuah tes online yang diambil di sebuah pusat tes dan membutuhkan waktu 90 menit.

Uji Berbicara dan Menulis adalah tes baru yang hanya tersedia di beberapa negara.

  • Bagaimana dengan nilai?

Para TOEIC Membaca dan Mendengarkan memberikan skor antara 10 dan 990: 905-990 Proficiency Internasional 785-900 Proficiency Kerja Plus 605-780 Limited Kerja Proficiency 405-600 Elementary Proficiency Plus 255-400 Elementary Proficiency 185-250 Memorised Proficiency 10-180 No Proficiency Berguna TOEIC Berbicara dan tes Menulis dinilai dari 200. Klik di sini untuk melihat tabel membandingkan ujian yang berbeda berkaitan dengan tingkat CEF mereka. Berapa biaya untuk mengambil TOEIC? Biaya ditetapkan oleh pusat-pusat ujian. Mengharapkan untuk membayar sekitar $ 85 USD untuk setiap komponen (Mendengarkan dan Membaca / Berbicara dan Menulis). Belajar bahasa Inggris di Australia Australia bangga dengan reputasi dan kualitas yang Kursus Intensif Bahasa Inggris untuk Siswa Luar Negeri (ELICOS). Nasional Akreditasi pelatihan bahasa Inggris Scheme (NEAS) menjaga standar tinggi program ELICOS Australia. Tinggi standar Semua ELICOS calon penyedia harus mendaftar dengan bahasa pelatihan bahasa Inggris Akreditasi Nasional Scheme (NEAS) sebelum mereka dapat menawarkan program ELICOS. NEAS mempertahankan standar tinggi program ELICOS Australia, dan juga memonitor penyedia untuk memastikan bahwa mereka terus memberikan standar pendidikan yang tinggi. NEAS melihat ukuran kelas, bahan ajar dan layanan dukungan yang tersedia bagi siswa internasional. Anda dapat menemukan rincian lengkap dari proses akreditasi dan penyedia terdaftar di situs NEAS: http://www.neas.org.au. penyedia Pendidikan yang ingin menawarkan program studi kepada siswa internasional juga diatur melalui Layanan Pendidikan untuk Siswa Luar Negeri (ESOS) Act 2000 dan undang-undang yang terkait, yang dikelola oleh Departemen Pendidikan Pemerintah Australia, Ketenagakerjaan dan Hubungan Tempat Kerja (DEEWR). Undang-undang ini menjamin perlindungan hak-hak siswa internasional ‘setiap saat. Kerangka hukum dari tindakan ESOS itu ditinjau dan diubah oleh Pemerintah Australia pada awal 2010. ESOS Act mengharuskan semua penyedia layanan menawarkan pendidikan untuk siswa internasional untuk mendaftar di Register Persemakmuran Lembaga dan Program for Overseas Students (CRICOS). Ini adalah ilegal bagi penyedia layanan untuk menawarkan program studi kepada siswa internasional kecuali mereka CRICOS terdaftar. Anda dapat menemukan informasi lebih lanjut tentang legislasi CRICOS dan penyedia terdaftar di http://cricos.deewr.gov.au. Informasi umum Siswa yang datang ke Australia dengan visa pelajar untuk belajar ELICOS diharuskan untuk belajar penuh waktu. Pada umumnya ada ada persyaratan masuk dalam perjalanan studi ELICOS tetapi Anda selalu harus mengecek dengan lembaga pendidikan Anda. Para wisatawan dan pengunjung ke Australia juga dapat berpartisipasi dalam studi ELICOS selama mereka tinggal selama kursus ini kurang dari 12 minggu. Program studi menggabungkan dan kegiatan wisata telah dirancang khusus bagi pengunjung siswa. Anda dapat menemukan rincian persyaratan visa di Departemen Imigrasi dan Kewarganegaraan website di http://www.immi.gov.au. Kursus informasi Lembaga menawarkan berbagai program studi yang cocok untuk semua kebutuhan belajar. Kursus meliputi: Bahasa Inggris Umum Bahasa Inggris untuk Keperluan Akademik Bahasa Inggris untuk Persiapan Sekolah Menengah Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (misalnya, bahasa Inggris untuk Bisnis) IELTS dan persiapan ujian TOEFL Persiapan ujian Cambridge program study tour (yang mencakup kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler lainnya). Tes kemahiran bahasa Inggris Ada sejumlah tes di Australia yang dirancang untuk menilai kemampuan berbahasa Inggris siswa internasional yang ingin mendapatkan masuk program Australia. Yang utama adalah: Pengujian Sistem Inggris Internasional Bahasa (IELTS) IELTS tersedia dalam dua format ujian: ‘akademis’ dan ‘umum pelatihan’. Semua kandidat tes mengambil berbicara sama dan modul mendengarkan, tetapi calon memiliki pilihan untuk pelatihan umum atau membaca akademik dan modul menulis. modul Akademik ini ditujukan untuk siswa yang ingin belajar di tingkat universitas. modul pelatihan yang menekankan Umum keterampilan dasar untuk bertahan hidup dalam konteks sosial dan pendidikan yang luas dan cocok untuk kandidat yang ingin menghadiri sekolah menengah, untuk keperluan imigrasi atau untuk melakukan program pelatihan tidak di tingkat derajat. Pengujian ini secara luas diakui oleh universitas, pengusaha, badan profesional dan otoritas imigrasi di seluruh dunia. Anda dapat menemukan rincian lebih lanjut pada http://www.ielts.org.

Test Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (TOEFL) Kemampuan Tes TOEFL mengukur calon ‘untuk memahami dan menggunakan bahasa Inggris ke tingkat yang diucapkan, ditulis, dan mendengar dalam lingkungan universitas. Tes secara luas diakui di seluruh dunia dan tersedia sebagai tes berbasis kertas atau berbasis internet. Anda dapat menemukan rincian lebih lanjut di http://www.toefl.org. Cambridge Inggris untuk Penutur Bahasa Lain (ESOL) Cambridge ESOL menilai ujian kemahiran bahasa Inggris untuk masuk ke program universitas dan lainnya. Ujian diakui di seluruh dunia oleh universitas-universitas, pengusaha dan otoritas pendidikan nasional. Anda dapat menemukan rincian lebih lanjut di http://www.cambridge-efl.org. Pekerjaan Inggris Test (OET) OET ini tes kemampuan bahasa Inggris para profesional medis dan kesehatan di luar negeri-kualifikasi yang ingin mengikuti program pelatihan atau pemeriksaan dalam rangka memperoleh pengakuan profesional dan praktek di Australia. Anda dapat menemukan rincian lebih lanjut di http://www.occupationalenglishtest.org

TOEFL

Tentang TOEFL

  • Pengertian TOEFL

merupakan singkatan dari Test Of English as a Foreign Language.

TOEFL adalah standardisasi kemampuan bahasa inggris seseorang secara tertulis (de jure) yang meliputi empat aspek penguasaan: Listening, Writing dan Reading. Sistem penilaian TOEFL menggunakan konversi dari setiap jawaban yang benar. Nilai TOEFL tertinggi yang bisa dicapai seseorang adalah 675.

  • Tujuan Test TOEFL

TOEFL memiliki dua tujuan umum yaitu: Academic dan General. Dalam bentuk yang sama, sertifikasi rekomendasi TOEFL bisa gunakan untuk kedua hal tadi. Academic adalah menggunakan test untuk tujuan pendidikan, penelitian atau yang berhubungan dengan kegiatan akademis di luar negeri, ataupun di Indonesia. Untuk paska sarjana, biasanya nilai minimal adalah 550. sedangkan untuk S1 adalah 500 General pada umumnya digunakan untuk tujuan pekerjaan, kenaikan pangkat atau tugas kerja. Banyak perusahaan yang memasang standar bahasa inggris karyawannya dengan melihat nilai TOEFL – nya. Umumnya, nilai TOEFL minimal adalah 500 untuk kenaikan pangkat standar. Sepanjang yang saya temui, kisaran nilai TOEFL rata – rata orang indonesia dengan jenjang pendidikan minimal S1 sangat fluktuatif. Bahkan ada beberapa yang tidak mengetahui apa dan untuk apa itu TOEFL (mereka membaca dengan : ”tufl”). Tidak demikian dengan para pengambil jurusan bahasa inggris semasa kuliah. Minimal mereka tahu, apa itu TOEFL. Meski demikian, nilai TOEFL seorang mahasiswa atau lulusan jurusan bahasa inggris sekalipun tidak menjamin tinggi. Pada beberapa kali case recruiment, saya mendapati beberapa applicant mendapatkan nilai TOEFL 300, padahal di lamarannya, yang bersangkutan adalah alumni sebuah ABA (Akademi Bahasa Asing). Sedangkan secara umum, fluktuasi nilai TOEFL rata – ratanya berkisar antara 300 sampai 600.

  • Apakah nilai TOEFL seseorang menjamin kemampuan bahasa inggris seseorang?

Umumnya, orang memahami bahwa bahasa inggris adalah speaking, conversation, cas cis cus dan seterusnya. Bahasa inggris mengcover 4 skill utama yaitu: Listening (pencernaan kata melalui pendengaran), Writing (pencernaan kata melalui tulisan dan tata bahasanya), reading (pencernaan makna sebuah text bahasa) dan Speaking (mampu mengucapkannya). Berbicara tentang penguasaan bahasa, maka tidak bisa dilepaskan dari penguasaan empat skill tadi, secara sempurna. Namun, banyak yang beranggapan, yang penting adalah kemampuan mengucapkannya, meski dengan tata bahasa yang penuh toleransi dan pilihan kata yang seadanya dan asal ketemu. Contohnya: John : Would you drive me to the hospital? Us : Better go now…. Dari makna pembicaraan, ucapan tersebut memiliki pengertian. Tetapi kita juga tahu, kualitas seseorang diketahui dari caranya berbicara, terlebih penggunaan diksinya (pilihan kata).

PERBEDAAN TOEIC DENGAN TOEFL 


Apakah TOEIC itu?

Dan apa bedanya pula dengan TOEFL?

TOEFL, GRE, SAT dan TOEIC merupakan produk-produk tes yang dikeluarkan ETS (Educational Testing Service) yang berpusat di AS dan telah beroperasi lebih dari 40 tahun. Selama ini produk uji kemampuan bahasa Inggris dari ETS yang paling populer di Indonesia adalah TOEFL (Test of English As Foreign Language). Namun, tes TOEFL tersebut sesungguhnya dirancang untuk keperluan akademis yakni bagi siapa saja yang ingin melanjutkan studi ke AS dan Amerika Utara. Selama ini, kalangan perusahaan di Indonesia pun ikut memasang skor TOEFL sebagai persyaratan rekrutmen karyawan. Penggunaaan skor TOEFL untuk dunia kerja ternyata kurang efektif. Oleh karena itu, kemudian terjadi tren dari perusahaan-perusahaan yang bermaksud merekrut karyawan untuk beralih ke TOEIC (Test of English for International Communication). TOEIC sudah diselenggarakan ETS selama 25 tahun di seluruh dunia. ” Di Indonesia tes TOEIC mulai diperkenalkan pada tahun 1999,” kata Julivan E. Rondonuwu dari PT International Test Center, perwakilan ETS di Indonesia. TOEIC merupakan tes keahlian berbahasa Inggris untuk orang-orang yang bahasa ibunya bukan Bahasa Inggris. Tes TOEIC dapat mengukur kemampuan berbahasa Inggris untuk individu yang bekerja di lingkungan internasional dalam kesehariannya. Nilai-nilainya menunjukkan seberapa baik seseorang dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan individu lainnya dalam berbisnis,perdagangan dan industri. Tes ini tidak memerlukan pengetahuan khusus atau istilah yang tidak umum seperti yang terdapat dalam tes TOEFL. Oleh karena itu, materi tes TOEIC lebih mudah dibandingkan tes TOEFL karena hanya merupakan tes pilihan ganda selama 2 (dua) jam yang dibagi dalam sesi mendengarkan dan sesi membaca. Oleh karena itu tes TOEIC dipandang cocok bagi karyawan atau staf yang menggunakan bahasa Inggris di lingkungannya seperti bisnis, hotel, rumah sakit, restoran, pertemuan internasional, konferensi dan even olahraga. Demikian pula staf manajemen, sales dan karyawan teknik dalam bisnis internasional, perdagangan dan industri yang membutuhkan Bahasa Inggris dalam pekerjaan mereka. Skor TOEIC dimulai dari angka 400 hingga 990.

  • Ada enam level yakni

level 0/0+ Novice (skor 10-250), level 1 Elementary (skor 255-400), level 1+ Intermediate (skor 405-600), level 2 Basic Working Proficiency (skor 605-780), level 2+ Advance Working Profiency ( skor 785-900) dan level 3/3+ General Professional Proficiency (skor 905-990). Seorang calon karyawan biasa minimal harus memiliki skor TOEIC sebesar 400. Sementara seorang calon manajer minimal harus memiliki skor TOEIC sebesar 800. Seseorang yang memiliki skor TOEIC 405-600 , misalnya, dalam mendengarkan mampu mengerti penjelasan yang berkaitan dengan tugas rutin sehari-hari , mengerti pengumuman-pengumuman selama dalam perjalanan dan mengusai percakapan social yang terbatas. Dalam hal berbicara mampu menerangkan tanggung jawab kerj adan latar belakang akademis serta melakukan diskusi tentang proyek di masa lalu dan masa yang akan datang. Sedangkan dalam hal membaca masih membutuhkan kamus untuk memahami dokumen-dokumen teknik. Dan terakhir dalam hal menulis orang yang memiliki level intermediate itu mampu menulis memo pendek, surat komplain dan mengisi formulir aplikasi sederhana.

  •   PERBEDAAN LAIN ANTARA TOEIC DENGAN TOEFL

TOEFL adalah singkatan dari Test Bahasa Inggris Bahasa Asing ace. Dalam pendek yang toefl adalah untuk mengetahui kemampuan Anda berbahasa Inggris! Hanya sederhana Penyelenggara TOEFL ini adalah sebuah lembaga nirlaba berpusat di New York sana, yaitu ETS (Educational Testing Wakil). Toefl organizer ini mengaku bahwa hasil tes ini dipercaya lebih dari 6.000 lembaga di 110 negara. Tujuan mereka: mengikuti tes, karena kita telah dipercaya. Mungkin saja Anda adalah kemampuan bahasa inggris yang Anda di tempat orang tua Anda dalam hukum misalnya, tapi hanya bebas; berguna ya tapi hasil uji adalah non-pengakuan oleh orang yang mengharuskan Anda tes misalnya kantor Anda. Waktu toefl ini terbagi menjadi 2 bentuk: berbasis internet dan berbasis kertas. Maksudnya yang merupakan salah satu kita ngerjainnya dari di depan komputer yang incircuit internet, apa yang satu lagi menggunakan kertas dan pensil 2B. TOEFL, GRE, SAT Dan tes TOEIC merupakan produk yang dikeluarkan oleh ETS (Educational Testing Service) berpusat di ACE dan telah beroperasi lebih dari 40 tahun. Selama ini menguji produk kemampuan bahasa Inggris dari ETS yang paling populer di Indonesia adalah TOEFL (Test Bahasa Inggris dari Ace Bahasa Asing). Namun, tes TOEFL ini sebenarnya dirancang untuk akademik yaitu hanya hanya untuk yang yang ingin melanjutkan studi ke ACE dan Amerika Utara. Selama ini, kalangan perusahaan di Indonesia pun ikut memasang skor TOEFL sebagai prasyarat dari karyawan. penggunaan Skor TOEFL untuk dunia kerja memang kurang efektif. Oleh karena itu, kemudian terjadi oleh tren dari perusahaan yang berarti untuk merekrut karyawan untuk beralih ke TOEIC (Test Bahasa Inggris untuk Komunikasi Internasional). TOEIC telah dilakukan oleh ETS selama 25 tahun di seluruh dunia “Di Indonesia tes TOEIC mulai diperkenalkan pada tahun 1999,” kata Julivan E. Rondonuwu dari PT International Test Center, perwakilan ETS di Indonesia. TOEIC mewakili keanggotaan tes berbahasa Inggris bagi orang-orang yang bahasa ibu nya bukan bahasa Inggris. Tes TOEIC dapat mengukur kemampuan berbahasa Inggris untuk individu yang bekerja di lingkungan internasional di sepanjang hari itu. nilai-Nya menunjukkan seberapa baik seseorang dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara individual adalah lain dalam berbisnis, Dagang dan industri. Test ini tidak memerlukan pengetahuan khusus atau istilah yang tidak umum seperti yang terdapat dalam tes TOEFL. Oleh karena itu, dibandingkan dengan item lebih mudah tes TOEIC tes TOEFL karena hanya merupakan tes dari helix ganda selama 2 jam yang dibagi dalam sesi mendengarkan dan sesi membaca. Oleh karena itu tes TOEIC menatap kompatibel untuk karyawan atau staf yang menggunakan bahasa Inggris di lingkungannya seperti bisnis, hotel, rumah sakit, restoran, pertemuan internasional, memiliki konferensi dan atletis bahkan. Demikian pula staf manajemen, penjualan dan karyawan teknik internasional, perdagangan bisnis dan industri yang membutuhkan Bahasa Inggris dalam pekerjaan mereka. Skor TOEIC dimulai dari nomor 400 sampai 990. Ada enam level yakni level 0 / 0 + Novice (skor 10-250), tingkat 1 SD (skor 255-400), tingkat 1 + Intermediate (skor 405-600), level 2 Basic Working Proficiency (skor 605-780) , tingkat 2 + Uang Muka Kerja Profiency (skor 785-900) dan level 3 / 3 + General Professional Proficiency (skor 905-990). Seorang calon karyawan biasa meminimalkan harus memiliki skor TOEIC sebesar 400. Untuk calon sementara manajer minimal harus memiliki skor TOEIC sebesar 800. Seseorang yang memiliki skor TOEIC 405-600, misalnya, dalam mendengarkan mampu memahami klarifikasi yang berkaitan dengan tugas rutin sehari-hari, pemahaman pengumuman selama dalam perjalanan dan setelah pembicaraan terbatas sosial. Dalam hal berbicara mampu menjelaskan tanggung jawab kerj adan latar belakang akademis dan juga melakukan diskusi tentang proyek di masa lalu dan masa datang. Sementara dalam hal membaca masih memerlukan kamus untuk memahami dokumen teknik. Dan terakhir dalam kasus yang menulis sendiri yang tingkat menengah yang mampu menulis memo pendek, surat mengeluh dan mengisi formulir aplikasi yang sederhana. Banyak lembaga atau perusahaan meminta untuk melaksanakan dari TOEIC untuk merekrut, mempromosikan, atau menempatkan karyawannya. TOEIC juga sangat bermanfaat bagi lulusan pencari kerja atau universitas yang ingin melengkapi mereka [TERBATAS MITRA, CV], juga hanya hanya untuk yang yang ingin menguji kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Dan TOEFL TOEIC dirancang untuk tujuan yang berbeda.

PERBEDAANNYA TOEIC DENGAN TOEFL

TOEFL ditujukan untuk pelajar atau mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di Amerika Serikat dan Kanada.Sedangkan TOEIC ditujukan untuk orang yang bahasa ibu nya bukan bahasa Inggris dan ingin menunjukkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris di dunia kerja dan mengambil tangan dalam globalisasi. Namun, ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi. Salah satunya adalah penilaian TOEFL standar yang digunakan oleh masing-masing tempat tidak sama. Sehingga, tidak dapat dibuat dengan instruksi utama untuk menyamakan TOEFL antara A dengan B. Penyebab, adalah mungkin bahwa kemampuan mereka adalah sama, hanya untuk hanya tingkat penilaian wilayah tes satu dengan lainnya berbeda. Oleh karena itu, sekarang berkembang wacana tentang TOEIC menggunakan kompatibilitas standar internasional. Jika di luar negeri, TOIEC sudah sangat populer. Buktinya, dari data yang ada, benar-benar tes ini telah digunakan oleh sekitar 10.000 perusahaan di dunia. Mungkin, adalah mungkin bahwa karena selain memiliki standar internasional, juga TOEIC yang telah ada sejak tahun 1979. Sehingga, levelnya pun lebih tinggi dibandingkan dengan tes TOEFL.

PERBEDAAN LAIN :

TOEFL TOEIC Uji Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing Uji Dari bahasa Inggris sebagai Komunikasi Internasional Target Mengevaluasi kemampuan bahasa Inggris untuk orang yang melanjutkan pendidikan akademik (beasiswa). Mengevaluasi kemampuan bahasa Inggris untuk tempat kerja global (internasional). Kegunaan utama bagi perusahaan. Untuk Sekolah / Program bahasa Inggris, terutama di wilayah akademik. lain kegunaan Untuk Sekolah / Program bahasa Inggris, terutama [dalam] area bisnis. Untuk Lembaga pendidikan yang lebih tinggi. Pesaing Tes.

Pekerja perusahaan internasional, mahasiswa Kejuruan / trade sekolah dan perguruan tinggi, Mahasiswa dalam bisnis program Mahasiswa band Inggris pada Mahasiswa pendidikan bahasa Inggris, membutuhkan kondisi bahasa Inggris, Pemohon dari pada program transfer beasiswa dan siswa Pemakai Hasil Test.

•Manajer Pelatihan.

• Manajer SDM.

• Recruiter Pekerja

• Sekolah program Bahasa Inggris.

• Program / Bahasa Inggris sekolah.

• Direktur program tol mahasiswa dan transfer mahasiswa.

• mahasiswa

March 24, 2011

Reading (tgs Bhs.Inggris Bisnis 2-softskill

Filed under: Uncategorized — sholicha @ 4:48 am

Nama    : Amalin Sholicha

NPM      : 20207093

Kelas     : 3EB06 (Asal 4EB06)

Tugas    : Bhs.Inggris Bisnis 2 softskill

Cerro pierto, twenty miles south of the united states border, is a large geothermal energy held likely to produce 1.000 megawatts annually by the early 1990’s. This will be well above its initial 1973 capacity of 75 megawatts added two years later to bring it up to its present capacity. However, in addition to the promary purpose to producing electricity, scientists of cerro proeto have developed saveral other uses for the geothermal heat and fluid, including some in aquaculture and hidroponies. In relation to the former , cryfish are raised in water kept at about 850 F. They feed on the minute crustaceans and algaeoccering naturally in the along with small local crayfish that absorb salts harmful to the commercial variety. This variety metabolism is speeded up by the controlled environment, which reduces growing time. The salt-rich geothermal fluid also  produces striking results though the use of hydroponics, with yields of crops such as tomatoes and cucumber as much as 300 percent higher than in normal soil. Meanwhile. A ten-meter-long enclosed shed produces half a ton of barley grass per day, the grass reaching a height of five inches in only seven days from seed.

1. Cierro pierto is …

a)      In the south of the United States

b)      Not very large

c)       In a field

d)      Not in the United States

Jawaban              : D

2. What was the generating capacity of the Cerro Pierto field in 1980 …

a)      75 megawatts

b)      105 megawatts

c)       150 megawatts

d)      180 megawatts

Jawaban              : C

3. By how much was the field’s capacity expected to expand between the time of writing and the early 1990’s?

a)      820 megawatts

b)      700 megawatts

c)       250 megawatts

d)      100 megawatts

Jawaban              : A

4. The passages implies that …

a)      The field’s  generating capacity doubles every six years

b)      The fields oraginally began producing in 1973

c)       Engineers had to look further afield to find another 30 megawatts

d)      The last addition to capacity was two years behind schedhule

Jawaban              : B

5. According to the passage. Which of the following is true?

a)      The scientists have designed special food for the cryfish

b)      Scientists a Cerro Pierto are more interested in hydroponic than in generating electricity

c)       Commercial cryfish react  badly to salts in the geothermal fluid

d)      Cryfish feed on special types of bacteria

Jawabam             : C

6. It can be inferred from the passage that …

a)      The local cryfish and the “commercial” cryfish livein differnt natural environtments

b)      “commercial” cryfish have reduced growth in a controlled environment

c)       “commercial” cryfish raise the water temperature to 850F

d)      The bacteria alluded to accu naturally in the geothermal fluid

Jawaban              : A

7. Scientists control the commercial crayfish’s environment in order to…

a)      Produce special bacteria

b)      Reduce their growth

c)       Shorten their growth time

d)      Produce smaller, local cryfish

Jawaban              : C

8. The passage says that, compared with what is normal, the use of hydroponics at Cerro Pierto produces…

a)      More tomatoes and cucumbers

b)      Higher tomatoes and cucumbers

c)       Larges tomatoes and cucumbers

d)      Comparable tomatoes and cucumbers

Jawaban              : A

9. The barley grass mentioned in the passage …

a)      Grows up to ten meters high

b)      Has half a ton of bactery mixed with it

c)       Grows about ¾ inch per day

d)      Is grown in fenced-off field

Jawaban              : C

10. What is the best the best title for the passage?

a)      Cerro pierto: Increased generating capacity for the nineties

b)      Goethermal energy’s surprising bonuses

c)       The hydroponics revolution

d)      Geothermal energy: elecricity from the earth

Jawaban              : B

March 17, 2011

Metode Arus Harga Pokok Persediaan LIFO dan FIFO

Filed under: Uncategorized — sholicha @ 5:49 pm

Tugas             : Softskill Akuntansi Internasional

Nama             : Amalin Sholecha

NPM              : 20207093

Kelas              : 4EB06

Metode Arus Harga Pokok Persediaan

LIFO dan FIFO

vPengertian LIFO DAN FIFO

1. FIFO

* Pengertian

Metode FIFO menganggap bahwa harga pokok dari barang-barang yang pertama kali dibeli akan merupakan barang yang dijual pertama kali. Dalam metode ini persediaan akhir dinilai dengan harga pokok pembelian yang paling akhir.

Metode ini juga mengasumsikan bahwa barang yang terjual karena pesanan adalah barang yang mereka beli. Oleh karenanya, barang-barang yang dibeli pertama kali adalah barang-barang pertama yang dijual dan barang-barang sisa di tangan (persediaan akhir) diasumsikan untuk biaya akhir. Karenanya, untuk penentuan pendapatan, biaya-biaya sebelumnya dicocokkan dengan pendapatan dan biaya-biaya yang baru digunakan untuk penilaian laporan neraca.
Metode ini konsisten dengan arus biaya aktual, sejak pemilik barang dagang mencoba untuk menjual persediaan lama pertama kali. FIFO merupakan metode yang paling luas digunakan dalam penilaian persediaan.

Metode FIFO seringkali tidak nampak secara langsung pada aliran fisik dari barang tersebut karena pengambilan barang dari gudang lebih didasarkan pada pengaturan barangnya. Dengan demikian meode FIFO lebih nampak pada perhitungan harga pokok barang. Dalam metode FIFO, biaya yang digunakan untuk membeli barang pertama kali akan dikenali sebagai Cost of Goods Sold (COGS). Untuk perhitungan harga maka digunakan harga dari stok barang dari transaksi yang terdahulu.

*Sejarah

Metode FIFO (First In First Out) pertama kali dikenal dalam akuntansi keuangan sebagai salah satu metode dalam penilaian persediaan barang. Harga yang digunakan sebagai dasar dalam menilai persediaan barang dapat memakai harga lama atau harga baru.
Pada metode FIFO, persediaan barang yang dikeluarkan untuk produksi atau dijual, nilainya didasarkan pada harga menurut urutan yang pertama masuk. Jadi, untuk penilaian pada persediaan barang yang tersisa, berarti harganya didasarkan pada harga baru atau harga urutan yang terakhir.

*Perbandingan Metode-metode Persediaan
– FIFO
1. Menghasilkan harga pokok penjualan yang rendah
2. Menghasilkan laba kotor yang tinggi
3. Menghasilkan persediaan akhir yang tinggi
Selama periode inflasi atau kenaikan harga, penggunaan FIFO akan mengakibatkan hal ini, tapi dalam kondisi ekonomi turun, terjadi kebalikannya.
– LIFO
1. menghasilkan harga pokok penjualan yang tinggi
2. Menghasilkan laba kotor yang rendah
3. Menghasilkan persediaan akhir yang rendah

- Biaya rata-rata
Memperoleh hasil antara FIFO dan LIFO untuk ketiga konsep yang telah diuraikan.

2. LIFO

*Pengertian

Metode LIFO adalah membebankan biaya dari pembelian terakhir dan memberikan biaya yang paling dtua di akun persediaan. Ada beberapa cara untuk menerapkan metode LIFO. Karena setiap variasi menghasilkan, angka yang berbeda untuk biaya bahan baku yang dikeluarkan, biaya persediaan akhir, dan laba, maka penting untuk mengikuti prosedur yang dipilih secara konsisten.
*Kelebihan :

  1. Mudah menandingakan kos sekarang dengan pendapatan sekarang
  2. Jika harga naik, harga barang konservatif
  3. laba operasi tidak tercemar oleh untung/rugi fluktuasi harga
  4. Jika harga berfluktuasi , dapat meratakan laba tahunan.

*Kelemahan :

  1. bertentangan dengan aliran fisik sesungguhnya
  2. Tidak menunjukkan potensi jasa yang sesungguhnya /kos yang sudah usang.

Penerapan Metode LIFO dan FIFO di Negara IFRS

*6 SISTEM AKUNTANSI NASIONAL  :

•PERANCIS

•JERMAN

•JEPANG

•BELANDA

•INGGRIS

•AMERIKA SERIKAT

1.PERANCIS

ü  Plan Comptable General berisi:

•Tujuan dan prinsip akuntansi serta pelaporan keuangan

•Definisi aktifa, kewajiban, ekuitas pemegang  saham, pendapatan dan beban

•Aturan pengakuan dan penilaian

•Daftar akun standar, ketentuan mengenai   penggunaannya, dan ketentuan tata buku lainnya

•Contoh laporan keuangan dan aturan  penyajiannya.

ü  Ciri utama pelaporan di Perancis mengenai pelaporan catatan kaki meliputi :

•Penjelasan mengenai aturan pengukuran yang diberlakukan
•Perlakuan akuntansi untuk pos-pos dalam mata uang asing
•Laporan perubahan aktiva tetap dan depresiasi
•Detail provisi
•Detail revaluasi yang dilakukan
•Analisis piutang dan utang sesuai masa jatuh tempo
•Daftar anak perusahaan dan kepemilikan saham
•Jumlah komitmen pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya
•Detail pengaruh pajak terhadap laporan keuangan
•Rata-rata jumlah karyawan sesuai golongan
•Analisis pendapatan menurut aktivitas dan geografis

ü  Perancis menggunakan hukum kode

•Pendanaannya tidak banyak tergantung pada pasar modal

•Hukum pajak juga mempengaruhi akuntansi secara signifikan

•Ciri khususnya terdapatnya dikotomi (pelaporan keuangan perusahaan disajikan secara tersendiri dengan laporan keuangan kelompok usaha yang dikonsolidasikan)

•Profesi Akuntansi dan auditing terpisah

•Hukum Perancis berisi provisi untuk mencegah kepailitan
•Pajak tangguhannya diakrualkan
•Hukum memperbolehkan perusahaan Perancis untuk mengikuti IFRS atau PABU/GAAP di AS

ü  REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN AKUNTANSI

•Badan Akuntansi Nasional (CNC)
•Komite Regulasi Akuntansi (CRC)
•Otoritas Pasar Keuangan (AMF)
•Ikatan Akuntan Publik (OEC)
•Ikatan Auditor Kepatuhan Nasional (CNCC)

ü  PELAPORAN KEUANGAN

•Neraca
•Laporan laba rugi
•Catatan atas laporan keuangan
•Laporan direktur
•Laporan auditor

ü  PENGUKURAN AKUNTANSI

Akuntansi di Perancis memiliki karakteristik ganda: Perusahaan secara tersendiri harus mematuhi peraturan yang tetap, sedangkan kelompok usaha konsolidasi memiliki fleksibilitas lebih besar. Persediaan menggunakan metode FIFO atau rata-rata tertimbang. Laporan keuangan konsolidasi mengikuti pendekatan penyajian wajar berupa pelaporan substansi menggungguli bentuk.

2. JERMAN

ü  Karakteristik fundamental akuntansi di Jerman:

•Perlindungan terhadap kreditor

•Hukum pajak yang secara garis besar  menentukan akuntansi komersial

•Akuntansinya sangat tergantung terhadap anggaran dasar dan keputusan pengadilan

•Jerman menggunakan hukum kode

•Karakteristik fundamental ke-3 dari akuntansi di jerman adalah ketergantungannya terhadap

anggaran dasar dan keputusan pengadilan

ü  REGULASI DAN PENEGAKAN  ATURAN AKUNTANSI

•Institut Jerman memberikan konsultasi dalam berbagai tahap pembuatan

hukum yang memengaruhi akuntansi dan pelaporan keuangan.

•Komite Standar Akuntansi Jerman (German Standards Accounting Committee – GSAC), yang membawahi Badan Standar Akuntansi Jerman (GSAB).

•Pada tahun 2003 GSAB menerapkan strategi baru untuk mencapai konverjensi standar akuntansi secara global. Perubahan ini mengakui ketentuan UE atas IFRS bagi perusahaan emiten pada tahun 2005.

•Menurut standar internasional, profesi audit (akuntansi) di Jerman terbilang kecil.

•Individu – individu ini adalah Pemeriksa buku tersumpah yang hanya diperbolehkan untuk mengaudit perusahaan berukuran kecil dan menengah menurut definisi dalam undang-undang tsb.

•Terdapat dua kelompok auditor yang ditetapkan oleh hukum untuk melakukan pemeriksaan audit independen dalam perusahaan

ü  PELAPORAN KEUANGAN

•Neraca

•Laporan laba rugi

•Catatan atas laporan keuangan

•Laporan manajemen

•Laporan auditor

Perusahaan kecil dikecualikan dari ketentuan audit dan dapat menyusun neraca dalam bentuk yang diringkas. Perusahaan yang sahamnya diperdagangkan kepada publik harus menyediakan laporan arus kas konsolidasi, namun laporan ini tidak diharuskan bagi perusahaan
lainnya.Pengungkapan berupa catatan kaki dipandang sebagai jalan untuk mencapai penyajian yang benar dan jujur pada saat menyusun laporan keuangan berbasis pajak.

Ciri utama sistem pelaporan keuangan adalah laporan secara pribadi oleh auditor kepada dewan direktur pengelola perusahaan dan dewan pengawasperusahaan.Untuk tujuan konsolidasi, seluruh perusahaan dalam kelompok tsb harus menggunakan prinsip akuntansi dan penilaian yang sama.

Metode akuntansi berbasis pajak dalam akun perusahaan tersendiri dapat dieliminasikan dalam akun kelompok usaha

ü  STANDAR UNTUK MENYUSUN LAPORAN KONSOLIDASI:

1.Hukum Komersial Jerman (KapA EG)

2.GAAP AS

3.IFRS

ü  PENGUKURAN AKUNTANSI

Metode Akuisisi (pembelian):

1) Metode Nilai Buku

2) Metode Revaluasi

Persediaan dinilai sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya atau pasar ; FIFO dan metode rata-rata merupakan metode yang digunakan untuk menentukan biaya.  Sewa guna usaha pembiayaan umumnya tidak dikapitalisasikan, tetapi kewajiban pensiun diakru berdasarkan nilai kini yang ditentukan oleh aktuarial yang sesuai dengan hukum pajak.

Provisi sebagai estimasi beban atau kerugian masa depan sangat digunakan. Provisi memberikan kesempatan bagi perusahaan Jerman untuk melakukan perataan laba.

3. Jepang

Jepang menggunakan hukum kode Akuntansi dan pelaporan keuangan mencerminkan gabungan berbagai pengaruh domestik dan internasional. Dua badan pemerintah yang terpisah bertanggung jawab atas regulasi akuntansi dan hukum pajak penghasilan perusahaan memiliki

pengaruh lebih lanjut pula.

Investasi yang saling bertautan menghasilkan konglomerasi industri

yang meraksasa disebut sebagaikei retsu suatu perusahaan besar dalam akuntansi diumumkan pada akhir tahun 1990-an untuk membuat kesehatan ekonomi perusahaan- perusahaan Jepang menjadi semakin transparan dan membawa Jepang lebih dekat dengan standar Internasional.

ü  REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN AKUNTANSI

Didasarkan pada 3 undang-undang (sistem hukum segitiga):

1. Hukum komersial, diatur oleh kementerian kehakiman (MOJ)

2. Undang-undang pasar modal, diatur oleh kementerian keuangan

3. Undang-undang pajak penghasilan perusahaan,

•BADC merupakan sumber utama prinsip akuntansi di Jepang sekarang ini

•Pengaruh hukum pajak juga sangat signifikan

•Auditor independen harus mangaudit laporan keuangan perusahaan publik sesuai hukum surat  Berharga

•Sumber pendanaan berasal dari pendanaan perusahaan dan profesi akuntansi bukan pemerintah

ü  Pengukuran Akuntansi

  • · Hukum komersial mewajibkanperusahaan besar untuk menyusunlaporan konsolidasi
  • · Metode ekuitas digunakan untuk investasi pada perusahaan afiliasi
  • · Persediaan menggunakan metode FIFO, LIFO dan rata-rata

4. BELANDA

Belanda merupakan negara hukum kode, namun akuntansinya berorientasi pada penyajian wajar. Di belanda akuntansi dianggap sebagai cabang dari ekonomi usaha. Belanda merupakan salah satu pendukung pertama atas standar internasional untuk akuntansi dan pelaporan keuangan, dan pernyataan IASB menerima perhatian besar dalam menentukan praktik yang dapat diterima.

Perusahaan-perusahaan belanda diperbolehkan untuk menyusun LK dengan menggunakan IFRS atau GAAP AS selain standar akuntansi belanda.

ü  Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi

Belanda menggunakan UU Laporan Keuangan tahunan yang merupakan program untuk mencerminkan harmonisasi perusahaan di dalam Uni Eropa.

UU tersebut mendorong pembentukan kelompok studi akuntansi tiga pihak dan melahirkan kamar dagang yaitu pengadilan khusus yang berhubungan dengan pengadilan tinggi Amsterdam.

Auditing di Belanda merupakan profesi yang mengatur diri sendiri. Badan pengaturnya disebut NivRA yang memiliki otonomi penuh dalam penentuan standar audit dan kode etik profesional.

ü  PELAPORAN KEUANGAN

• Neraca

• Laporan laba rugi

• Laporan usaha

• Proposal atas penentuan penggunaan laba ditahan

•Skedul

ü  PENGUKURAN AKUNTANSI

•Metode yang umum digunakan di Belanda yaitu metode pembelian

•Metode ekuitas digunakan apabila investor memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan usaha dan keuangan

ü  PELAPORAN KEUANGAN

•Neraca
•Laporan laba rugi
•Catatan-catatan
•Laporan direksi
•Informasi lain yang direkomendasikan

5. INGGRIS

Inggris merupakan negara pertama di dunia yang mengembangkan profesi akuntansi yang kita kenal
sekarang. Konsep penyajian hasil dan posisi keuangan yang wajar juga berasal dari inggris.

Dua sumber utama standar akuntansi keuangan di Inggris adalah hukum perusahaan dan profesi akuntansi.

Kegiatan perusahaan yang didirikan di Inggris secara luas di atur oleh aktiva yang disebut sebagai UU perusahaan.

Pengukuran Akuntansi Inggris menggunakan pengukuran akuntansi dengan metode akuisisi dan merger. Aktiva dapat dinilai dengan menggunakan biaya historis, biaya kini, atau menggunakan keduanya.

Sewa guna usaha yang mengalihkan risiko dan imbalan kepemilikan kepada pihak penyewa (lessee) dikapitalisasi dan kewajiban sewa guna usaha disajikan sebagai akun kewajiban

ü  PELAPORAN KEUANGAN

•Laporan direksi

•Laporan laba rugi dan neraca

•Laporan arus kas

•Laporan total keuntungan dan kerugian yang diakui

•Laporan kebijakan akuntansi

•Catatan atas referensi dalam laporan keuangan

•Laporan auditor

6. AMERIKA SERIKAT

Akuntansi di Amerika Serikat diatur oleh Badan Sektor Swasta (Badan Standar Akuntansi Keuangan, atauFinancial Accounting Standards Boardi – FSAB), namun sebuah lembaga pemerintah (Komisi Pengawas Pasar Modal atau Securities Exchange Commission – SEC) juga memiliki kekuasaan untuk menerapakan standarnya sendiri.

ü  Pelaporan Keuangan

1. Laporan Manajemen

2. Laporan Auditor Independen

3. Laporan Keuangan Utama (Lap. L/R, Neraca, Lap. Arus kas, Lap. Komperhensif, dan Lap. Ekuitas Pemegang Saham)

4. Diskusi manajemen dan analisis atas hasil operasi dan kondisi keuangan

5. Pengungkapan atas kebijakan akuntansi dengan pengaruh paling penting terhadap laporan keuangan

6. Catatan atas laporan keuangan

7. Perbandingan data laporan keuangan tertentu selama 5 atau 10 tahun

8. Data kuartal terpilih

Cara Perlakuan dalam Standar Akuntansi Keuangan pada PSAK

Tidak semua standar akuntansi bersifat mutlak dan absolut. Maksudnya untuk satu transaksi tertentu mungkin terdapat beberapa pilihan atau alternatif perlakuan akuntansi. Prinsip utama dalam akuntansi adalah konsistensi. Artinya perusahaan seharusnya melakukan kebijakan akuntansi yang dipilihnya secara konsisten. Hanya saja konsisten dalam akuntansi juga tidak bersifat mutlak.

Yang diperbolehkan menurut PSAK 25 Reformat 2007 adalah perubahan yang memang diatur dalam standar dan perubahan dirasa dapat membantu meningkatkan kualitas laporan keuangan dengan lebih mencerminkan keadaan perusahaan. Perubahan yang melanggar prinsip konsistensi tersebut seharusnya dilakukan secara wajar. Misalnya perubahan yang dilakukan tiap periode bukanlah termasuk perubahan yang bersifat wajar.

Perubahan dalam perlakuan akuntansi tersebut harus dilaporkan dalam laporan keuangan. Bentuk pelaporan dalam laporan keuangan tersebut ada beberapa cara. Ada perubahan yang harus diikuti dengan pembuatan jurnal sehingga akan mempengaruhi posisi keuangan maupun kinerja perusahaan. Ada juga perubahan yang cukup dilaporkan melalui pengungkapan di dalam catatan atas laporan keuangan.

Menurut Skousen, Stice, Stice dalam bukunya Intermediate Accounting, perubahan-perubahan dalam akuntansi secara umum terbagi atas tiga jenis perubahan. Perubahan-perubahan tersebut adalah:

  1. Perubahan dalam estimasi

Di dalam akuntansi yang bersifat akrual dikenal adanya estimasi atau perkiraan. Estimasi terutama dilakukan untuk item-item yang tidak dapat diketahui secara pasti. Estimasi bersifat arbitrer tetapi juga harus memenuhi unsur kewajaran. Contoh estimasi dalam akuntansi adalah estimasi terhadap nilai sisa dan masa manfaat dari penggunaan aset tetap.

  1. Perubahan dalam prinsip/kebijakan akuntansi

Untuk perlakuan akuntansi yang sifatnya bisa memilih, misalnya metode depresiasi, pengakuan kontrak jangka panjang, akuntansi persediaan, terdapat beberapa pilihan metode yang digunakan. Perusahaan harus memilih satu metode yang akan ia gunakan secara konsisten dalam perlakuan akuntansi untuk bisnisnya. Hanya saja sangat mungkin perusahaan ingin mengganti metode yang ia pilih dengan metode lain. Contohnya adalah perubahan metode depresiasi dari garis lurus menjadi jumlah angka tahun, atau perubahan pencatatn persedian dari LIFO menjadi FIFO

  1. Perubahan entitas pelaporan

Hal ini dapat terjadi misalnya ketika terjadi transaksi pengambilalihan perusahaan. dalam transaksi tersebut bisa terjadi perubahan entitas perusahaan dan perlu dilakuakn juga perubahan dari sisi akuntansinya.

Penggunaan model revaluasian untuk perlakuan akuntansi aset tetap terutama dalam hal pengukuran setelah tanggal perolehan diatur dalam PSAK 16 yang terakhir kali direvisi pada tahun 2007. Standar tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2008. Artinya baru setelah tanggal tersebut kita akan menemukan perusahaan yang menggunakan model revaluasi dalam mencatat aset tetapnya di Indonesia.

Adanya PSAK 16 revisi tahun 2007 dapat mendorong perubahan juga dalam pencatatan aset tetap. Sebelum adanya PSAK 16 revisi tahun 2007 semua perusahaan di Indonesia tentunya memakai model biaya sebagai dasar untuk melakukan pencatatan akuntansi atas aset tetapnya. Perubahan pencatatan akuntansi untuk aset tetap dari model biaya ke model revaluasi termasuk ke dalam perubahan yang disebabkan adanya standar yang baru. Maksudnya standar yang berlaku sebelumnya, yaitu PSAK 16 revisi 1994, tidak memperbolehkan adanya revaluasi sedangkan standar yang baru, yaitu PSAK 16 revisi 2007, memperbolehkan adanya model revaluasi.

Prospektif dalam hal ini diartikan yaitu pada saat penetapan perubahan model yang digunakan untuk akuntansi aset tetap, dalam hal ini dari model biaya ke model revaluasi, maka nilai buku tercatat dari aset dianggap sebagai harga perolehan untuk metode revaluasi. Nilai buku tercatat berarti nilai perolehan total dari aset dikurangi dengan akumulasi depresiasi dan akumulasi penurunan nilai sampai tanggal penetapan perubahan tersebut. Selanjutnya nilai yang telah ditetapkan sebagai nilai perolehan dengan metode revaluasi tersebut akan dibawa ke periode berikutnya.

Pincus (1997) menemukan bukti yang berbeda dengan Beaver dan Dukes (1972). Dengan membatasi analisis pada perbedaan temporer untuk item persediaan (penilaian LIFO untuk tujuan fiskal dan FIFO untuk tujuan akuntansi), Pincus (1997) menemukan bukti bahwa perubahan harga saham bergerak searah dengan naik-turunnya laba akuntansi, dan alokasi pajak antar perioda berdasarkan SFAS No.96 berpengaruh positif terhadap perubahan harga saham tersebut. Temuan Pincus (1997) ini konsisten dengan pendapat Means (1990) yang menyatakan bahwa alokasi pajak antar perioda berdasarkan SFAS No.96 lebih mudah bagi pembaca laporan keuangan untuk menginterpretasikan substansi maknanya.

Dalam metode FIFO persediaan barang dagang yang pertama dibeli akan dijual terlebih dahulu. Sehingga nilai persediaan akhir yang dilaporkan sebesar nilai harga pokok pada pembelian terakhir. Dari ketiga metode penilaian persediaan yaitu metode First In First Out (FIFO), metode Last In First Out (LIFO) dan metode rata-rata (weighted average cost method), dapat disimpulkan bahwa metode FIFO menghasilkan harga pokok penjualan yang rendah, nilai persediaan akhir yang tinggi serta laba kotor tertinggi dibandingkan dengan metode yang lainnya. Analisa deskriptif juga menunjukkan bahwa kebijakan pencatatan, penilaian dan pelaporan persediaan barang dagang telah diterapkan secara wajar sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).

Perlakuan Akuntansi di Negara-negara IFRS

ü ENAM SISTEM AKUNTANSI NASIONAL.

1. PRANCIS

Prancis merupakan pendukung utama akuntansi nasional di dunia. Kementrian Ekonomi Nasional menyetujui Plan Comptable General (kode akuntansi nasional) resmi yang pertama pada bulan September 1947. Revisi kode tersebut dilakukan pada tahun 1957. Revisi selanjutnya terjadi pada tahun 1982 berdasarkan Direktif Keempat Uni Eropa (UE). Pada tahun 1986, rencana tersebut diperluas untuk melaksanakan ketentuan dalam Direktif Ketujuh UE terhadap laporan keuangan konsolidasi dan direvisi lebih lanjut pada tahun 1999.

Plan Comptable Generalber isi:

• Tujuan dan prinsip akuntansi serta pelaporan keuangan

• Definisi aktiva, kewajiban, ekuitas pemegang saham, pendapatan dan beban

• Aturan pengakuan dan penilaian

• Daftar akun standar, ketentuan mengenai penggunaanya, dan ketentuan tata buku lainnya

• Contoh laporan keuangan dan aturan penyajian-penyajiannya

Akuntansi di Prancis sangat terkait dengan kode sehingga sangat mungkin untuk melewatkan kenyataan bahwa legislasi kuhum komersial (yaitu Code de Commerce) dan hukum pajak sebenarnya menentukan banyak praktik akuntansi dan pelaporan keuangan di Prancis. Code de Commerce berawal dari ordinansi Coulbert (Menteri Keuangan pada era Louis XIV) pada tahun 1673 dan 1681 dan diberlakukan oleh Napoleon pada tahun 1807 sebagai bagian dari hukum yang diciptakannya berdasarkan hukum tertulis.

Dasar utama aturan akuntansi di Prancis adalah Hukum Akuntansi 1983 dan Dekrit Akuntansi 1983, yang membuat Plan Comptable General wajib digunakan oleh seluruh perusahaan. Kedua dokumen tersebut menjadi bagian dari Code de Commers. Legislasi Code de Commerce mengandung ketentuan akuntansi dan pelaporan yang eksentif.

Ciri khusus akuntansi di Prancis adalah terdapatnya dikotomi antara laporan keuangan perusahaan secara tersendiri dengan laporan keuangan kelompok usaha yang dikonsolidasikan. Hukum memperbolehkan perusahaan Prancis untuk mengikuti Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) atau bahkan prinsip akuntansi yang diterima umum di AS (GAAP) dalam menyusun laporan keuangan konsolidasi. Alasan utama untuk fleksibilitas ini adalah ketika Direktif Ketujuh UE diberlakukan pada thun 1986, banyak perusahaan multinasional dari Prancis yang telah menyusun laporan keuangan konsolidasi berdasarkan prinsip Anglo-Saxon untuk keperluan pencatatan saham di luar negeri. Perusahaan Prancis yang mengacu pada IFRS atau GAAP AS sering menyataan bahwa laporan keuangan mereka telah sesuai baik dengan standar Prancis maupun dengan standar internasional atau AS.

ü  Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi

Lima organisasi yang terlibat dalam proses penetapan standar di Prancis

adalah:

1 .Counseil National de la Comptabilite atau CNC (Badan Akuntansi

Nasional)

2.Comite de la Reglementatioan Comptable or CRC (Komite Regulasi Akuntansi)
3.Autorite des Marches Financiers or AMF (Otoritas Pasar Keuangan)
4.Ordre des Experts-Comptables or OEC (Ikatan Akuntan Publik)

5.Compagnie National des Commisaires aux Comptes or CNCC (Ikatan Auditor Kepatuhan Nasional)

ü Pelaporan Keuangan

Perusahaan Prancis harus melaporkan berikut ini:

1. Neraca

2. Laporan Laba rRugi

3. Catatan atas Laporan Keuangan

4. Laporan Direktur

5. Laporan Auditor

Ciri utama pelaporan di Prancis adalah ketentuan mengenai pengungkapan catatan kaki yang ekstentif dan detail, yang meliputi hal-hal berikut:

• Penjelasan mengenai aturan pengukuran yang diberlakukan (contoh kebijakan akuntansi)

• Perlakuan akuntansi untuk pos-pos dalam mata uang asing

• Laporan perubahan aktiva tetap dan depresiasi

• Detai provisi

• Analisis piutang dan utang sesuai masa jatuh tempo

• Daftar anak perusahaan dan kepemilikan saham

• Jumlah komitmen pension dan imbalan pascakerja lainnya

• Detail pengaruh pajak terhadap laporan keuangan

• Rata-rata jumlah karyawan sesuai golongan

• Analisis pendapatan menurut aktivitas dan geografis

Perusahaan emitem juga harus membuat laporan interim semesterandan semenjak tahun 2003, juga hasil kegiatan lingkungan mereka. Di dalamnya, informasi yang harus diberikan antara lain:

• Konsumsi air, bahan mentah dan energi serta tindakan yang diambil

untuk meningkatkan efisiensi energi

• Kegiatan untuk mengurangi polusi udara, air atau tanah, termasuk

polusi udara dan biayanya, dan

• Jumlah provisi untuk resiko lingkungan

ü Pengukuran Akuntansi

Akuntansi di Prancis memiliki karakteristik ganda: perusahaan secara tersendiri harus mematuhi peraturan yang tetap, sedangkan kelompok usaha konsolidasi memiliki fleksibilitas lebih besar. Akuntansi untuk perusahaan secara individual merupakan dasar hukum untuk membagikan dividend an menghitung pendapatan kena pajak.

Aktiva berwujud umumnya dinilai berdasarkan biaya historis. Meskipun diperbolehkan, revaluasi tetap dikenakan pajak sehingga jarang ditemukan dalam praktik. Aktiva tetap didepresiasikan menurut provisi pajak, umumnya menurut dasar garis lurus atau saldo menurun. Persediaan harus dinilai berdasarkan nilai yang rendah antara biaya atau nilai realisasi dengan menggunakan metode FIFO atau metode rata-rata tertimbang.

Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya, namun dapat dikapitalisasikan dalam keadaan tertentu. Aktiva yang disewagunausahakan tidak dikapitalisasi dan beban sewa yang dibayar langsung dibebankan. Imbalan pension dan pascakerja lain pada umumnya dibebankan pada saat dibayarkan dan komitmen masa depan jarang diakui sebagai kewajiban.kebanyakan resiko dan ketidakpastian lainnya dapat dicadangkan.

Dengan beberapa pengecualian,laporan keuangan konsolidasi Prancis mengikuti pendekatan penyajian wajar berupa pelaporan substansi mengungguli bentuk. Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan metode kewajiban dan didiskontokan apabila penyelesaian perbedaan temporer dapat distimasikan.

Metode pembelian (purchase method) umumnya dicatat untuk penggabungan usaha, namun metode penyatuan kepemilikan (pooling method) dapat digunakan dalam beberapa kondisi. Muhibah (goodwill) umumnya dikapitalisasi dan diamortisasi terhadap laba, namun tidak ditentukan berapa lama periode amortisasi yang maksimum. Konsolidasi proporsional digunakan untuk usaha patungan dan metode ekuitas digunkana untuk mencatat investasi pada perusahaan yang tidak dikonsolidasikan yang dapat dipengaruhi secara signifikan. Praktik translasi mata uang asing dengan menggunakan IAS 21. Aktiva dan kewajiban perusahaan anak yang berdiri sendiri ditranslasikan dengan menggunakan kurs penutupan (akhir tahun) dan perbedaan translasi dimasukkan ke dalam ekuitas. Laporan keuangan anak perusahaan yang berdiri sendiri ditranslasikan dengan menggunakan metode kurs historis (temporal), dan perbedaan translasi dicatat ke dalam laba. Standar Pelaporan Keuangan Internasional akan menjadi dasar laporan konsolidasi di Prancis setelah tahun 2005.

2.JERMAN

Lingkungan akuntansi di Jerman mengalami perubahan terus-menerus dan hasilnya luar biasa. Hukum perusahaan tahun 1965 mengubah system pelaporan keuangan di Jerman mengarah pada ide-ide Inggris-Amerika (berlaku pada perusahaan besar). Pengungkapan lebih banyak, konsolidasi terbatas dan laporan keuangan manajemen diwajibkan. Laporan manajemen dan persyaratan audit tambahan menjadi ketentuan wajib setelah pemberlakuan Undang-Undang Publikasi Perusahaan tahun 1969.

ü  Undang-Undang baru diberlakukan pada tahun 1998:

1) Perusahaan menerbitkan saham atau utang pada sebuah pasar modal yang rerorganisir untuk mengungkapkan prinsip yang diterima secara internasional dalam laporan keuangan konsolidasi yang dibuatnya.

2) Memperbolehkan pendirian organisasi sektor swasta untuk menetapkan

standar akuntansi atas laporan keuangan konsolidasi.

Perlindungan terhadap Kreditor merupakan perhatian yang fundamental bagi akuntansi di Jerman yang dimasukkan dalam Hukum Komersial. Penilaian neraca yang konsevatif merupakan hal utama bagi perlindungan kreditor.

Hukum pajak secara garis besar menentukan akuntansi komersial. Prinsip Penentuan (Masggeblichkeitsprinzip) menentukan bahwa laba kena pajak ditentukan oleh apa yang tercatat dalam catatan keuangan perusahaan. Dominasi akuntansi pajak berarti tidak ada perbedaan yang dibuat antara laporan keuangan yang disusun untuk keperluan pajak dan yang disajikan dalam laporan keuangan.

ü  Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi

Sebelum tahun 1998, Jerman tidak memiliki fungsi penetapan standar akuntansi keuangan sebagaimana yang dipahami di Negara-negara berbahasa Inggris. Institut Jerman, Bursa Efek Frankfurt, asosiasi dagang jerman dan para akademisi akuntansi memberikan konsultasi dalam berbagai tahap pembuatan hukum yang mempengaruhi akuntansi dan pelaporan keuangan. Undang-undang tentang Pengendalian dan Transparansi (KonTraG) tahun 1998 mengenalkan keharusan bagi Kementrian kehakiman untuk mengakui badan swasta yang menetapkan standar nasional untuk memenuhi tujuan berikut:

• Mengembangkan rekomendasi atas penerapan standar akuntansi

dalam laporan keuangan konsolidasi.

• Memberikan nasihat kepada kementrian kehakiman atas legislasi akuntansi keuangan yang baru.

• Mewakili Jerman dalam organisasi akuntansi Internasional, seperti

IASB.

Tidak lama kemudian Komite Standar Akuntansi Jerman (German Accounting Standards Committee-GASC) didirikan dan langsung diakui oleh Kementrian Kehakiman sebagai pihak berwenang dalam menetapkan standar di Jerman. GASC membawahi Badan Standar Akuntansi Jerman (German Accounting Standards Board-GASB) yang melakukan pekerjaan teknis dan mengeluarkan standar akuntansi.

GASB adalah rekomendasi wajib yang hanya berlaku untuk laporan keuangan konsolidasi. GASB dibentuk untuk  mengembangkan suatu standar Jerman yang sesuai dengan standar akuntansi internasional. GASB telah mengeluarkan Standar Akuntansi Jerman (German Accounting Standards-GAS) untuk permasalahan seperti laporan arus kas, pelaporan segmen, pajak tangguhan, dan translasi mata uang asing. Namun pada tahun 2003, GASB menerapkan strategi baru dan menyelaraskan program kerjanya dengan usaha IASB untuk mencapai konverjensi standar akuntansi secara global. Perubahan ini mengakui ketentuan Unit Eropa atas IFRS bagi perusahaan emiten pada tahun 2005.

Terdapat dua kelompok auditor yang ditetapkan oleh hukum untuk

memeriksa audit independen dalam perusahaan:

• Wirtschaftsprufer (WP) atau Pemeriksa perusahaan, yang diwajibkan untuk bergabung dalam kamar Akuntansi Resmi (Wirtschaftspruferkammer), yang didirikan pada tahun 1971 sebagai badan pengatur WP.

• Vereidigte Buchprufer (pemeriksa buku tersumpah) terbentuk pada tahun 1980-an, yang hanya diperbolehkan untuk mengaudit perusahaan berukuran kecil dan menengah.

Undang-undang Akuntansi tahun 1985 secara khusus menentukan isi dan

bentuk laporan keuangan , yang meliputi:

1) Neraca

2) Laporan Laba Rugi

3) Catatan atas Laporan keuangan

4) Laporan Manajemen

5) Laporan Auditor

Ada tiga kelompok ukuran organisasi usaha; kecil, menengah dan besar yang didefinisikan dalam jumlah dalam neraca, jumlah penjualan per tahun, dan jumlah karyawan. Perusahaan yang memiliki surat berharga yang diperdagangkan kepada public pasti dalam kategori besar.

Perusahaan kecil dapat menyusun neraca dalam bentuk yang diringkas. Perusahaan berukuran kecil dan menengah dapat menyusun laporan laba rugi, catatan laporan keuangan memiliki ketentuan pengungkapan yang lebih sedikit. Perusahaan yang sahamnya diperdagangkan kepada public harus menyediakan laporan arus kas konsolidasi.

Pengungkapan Catatan Laporan Keuangan berupa catatan kaki sebagai jalan untuk mencapai penyajian yang benar dan jujur pada saat penyusunan yang berbasis pajak.

Laporan manajemen menjelaskan posisi keuangan dan perkembangan usaha selama tahun tersebut, peristiwa setelah tanggal neraca yang penting, antisipasi terhadap perkembangan masa depan, dan kegiatan pengembangan dan penelitianya.

Perusahaan yang didirikan menurut hukum komersial diwajibkan untuk menyusun laporan wajib yang harus mendapat persetujuan dalam rapat tahunan pemegang saham yang berisi :neraca, lapioran laba rugi, laporan usaha, proposal atas penentuan penggunaan (apropriasi) laba di tahan, skedul pendukung.

Catatan yang menyertai neraca dan laporan laba rugi menjelaskan kebijakan akuntansi dan memberikan detail pendukung . Laporan usaha berisi garis besar usaha dan informasi mengenai operasi, posisi keuangan dan hasil operasi. Sejumlah skedul pendukung juga wajib dibuat, terpisah dari catatan atas laporan keuangan, yang meliputi:

a)Perubahan dalam modal saham dan cadangan wajib
b)Perubahan dalam obligasi dan utang jangka panjang dan jangka pendek
c)Perubahan dalam aktiva tetap dan akumulasi depresiasi
d) Aktiva dalam penjaminan

e) Jaminan utang

f) Perubahan dalam provisi

g) Jumlah yang terutang kepada dan yang tertagih dari pemegang saham pengendali

h) Kepemilikan ekuitas dalam anak perusahaan dan jumlah lembar saham perusahaan yang dimiliki oleh anak perusahaan tersebut.

i) Piutang yang berasal dari anak perusahaan

j) Transaksi dengan direktur, auditor wajib, pemegang saham pengendali dan pihak ketiga yang menimbulkan konflik kepentingan

k) Remunerasi yang dibayarkan kepada direktur dan auditor wajib Informasi ini disusun untuk satu tahun tunggal berdasarkan suatu induk perusahaan dan diaudit oleh auditor wajib. HUkum komersial tidak mengharuskan laporan arus kas.

4.BELAND A

Standar akuntansi adalah regulasi atau aturan (termasuk pula hukum dan anggaran dasar) yang mengatur penyusunan laporan keuangan. Penetapan standar adalah proses perumusan atau formulasi standar akuntansi. Standar merupakan hasil dari penetapan standar. Namun, praktek sebenarnya berbeda dari yang ditentukan standar. Hal itu disebabkan 4 hal:

1) di kebanyakan negara hukuman atas ketidakpatuhan dengan ketentuan akuntansi resmi cenderung lemah dan tidak efektif

2) secara sukarela perusahaan boleh melaporkan infomasi lebih banyak daripada yang diharuskan

3) beberapa Negara memperbolehkan perusahaan untuk mengabaikan standar akuntansi jika dengan melakukannya operasi dan posisi keuangan perusahaan akan tersajikan secara lebih baik hasil

4) dan di beberapa Negara standar hanya berlaku untuk laporan keuangan perusahaan secara tersendiri, dan bukan untuk laporan konsolidasi.

Penetapan standar akuntansi melibatkan gabungan kelompok sector swasta yang meliputi profesi akuntansi, pengguna dan penyusun laporan keuangan, para karyawan dan kelompok public yang meliputi badan-badan seperti otoritas pajak, kementrian yang bertanggungjawab atas hukum komersial dan komisi pasar modal.

Akuntansi di Belanda memiliki beberapa paradoks yang menarik. Belanda memiliki ketentuan akuntansi dan pelaporan keuangan yang relative permisif, tetapi standar praktik profesional yang sangat tinggi. Belanda merupakan negara hukum kode, namun akuntansinya berorientasi pada penjayian wajar.

Kualitas laporan keuangan Belanda sangat seragam. Laporan keuangan wajib harus disusun dalam bahasa Belanda namun dalam bahasa Inggris, Perancis, dan Jerman dapat diterima. Laporan keuangan harus memuat hal- hal berikut: neraca, laporan laba rugi, catatan-catatan , laporan direksi, dan informasi lain yang direkomendasikan. Laporan keuangan tahunan harus disajikan baik berdasarkan induk perusahaan saja maupun konsolidasi. Kelompok-kelompok perusahaan untuk tujuan konsolidasi terdiri dari perusahaan-perusahaan yang membentuk unit ekonomi yang berada di bawah kendali yang sama.

Meskipun metode penyatuan untuk penggabungan usaha dapat digunakan dalam kondisi tertentu, metode tersebut sudah jarang digunakan di Belanda. Goodwill merupakan perbedaan antara biaya akuisisi dengan nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dibeli. Fleksibilitas Belanda dalam pengukuran akuntansi dapat terlihat dengan diperbolehkannya penggunaan nilai kini untuk aktiva berwujud seperti persediaan dan aktiva yang disusutkan. Karena perusahaan-perusahaan Belanda memiliki fleksibilitas dalam menerapkan aturan pengukuran, dapat diduga bahwa terdapat kesempatan untuk melakakukan perataan laba. Pos-pos tertentu dapat mengabaikan laporan laba rugi dan langsung disesuaikan terhadap cadangan dalam ekuitas pemegang saham.

Hal ini antara lain:

1. Kerugian akibat bencana yang tidak mungkin atau tidak umum untuk diasuransikan

2. Kerugian akibat nasionalisasi atau sejenis penyitaan lainnya

3. Konsekuensi akibat restrukturisasi keuangan

Akuntansi Belanda memiliki beberapa Pardoks yang menarik. Belanda memiliki ketentuan Akuntansi dan pelaporan keuangan yang realtif permisif, tetapi standar praktik profesional yang sangat tinggi.Belanda merupakan negara hukum kode namun akuntansinya berorientasi pada penyajian wajar . Pelaporan keuangan dan akuntansi pajak merupakan dau aktivitas terpisah. Lebih lanjut lagi , orientasi kewajaran berkembang tanpa adnya pengaruh dari pasar saham. Inggris dan Amrika Serikat telah mempengaruhi akuntansi Belanda sama seperti atau bahkan melabihi negara-negara kontinental lainnya, dan tidak seperti Eropa kontinental lainnya, profesi akuntansi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap standar dan aturan akuntansi.

Belanda merupakan salah satu pendukung pertama atas standar internsional untuk akuntansi dan praktik yang dapat diterima. Belanda juga menjadi tempat bagi beberapa perusahaan multinasional terbesar didunia, seperti Philips, Royal Dutch/Shell dan Unilever. Dewan pelaporan Tahunan mengeluarkan tuntunan terhadap prinsip akuntansi yang dapat diterima secara umum.

5.INGGRIS

Akuntansi di Inggris berkembang sebagai cabang ilmu yang independent dan secara pragmatis menyikapi kebutuhan dan praktik usaha. Seiring berjalannya waktu, legislasi perusahaan yang berurutan menambah struktur dan ketentuan lain, tetapi masih memungkinkan akuntan memiliki fleksibilitas yang cukup dalam penerapan pertimbangan yang profesional. Sejak tauhun 1970-an, sumber perkembangan hukum perusahaan yang paling penting adalah Direktif UE, khususnya Direktif Keempat dan Ketujuh. Pada saat yang bersamaan standar akuntansi dan proses penetapan standar telah menjadi semakin tegas.

Warisan akuntansi Inggris bagi dunia sangat penting. Inggris merupakan negara di dunia yang pertama mengembangkan profesi akuntansi yang kita kenal sekarang. Konsep peyajian hasil dan posisi keuangan yang wajar (pandangan yang benar dan wajar) juga berasal dari Inggris. Pemikiran dan praktik akuntansi professional diekspor ke Australia, Kanada, Amerika Serikat dan bekas wilayah jajahan Inggris seperti Hong Kong, India, Kenya, Selandia Baru, Nigeria, Singapura, dan Afrika Selatan.

ü  Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi

Dua sumber utama standar akuntansi keuangan di Inggris adalah hukum perusahaan dan profesi akuntansi. Kegiatan perusahaan yang didirikan di Inggris secara luas diatur oleh aktiva yang disebut sebagai undang-undang perusahaan. Undang-undang perusahaan disesuaikan, diperluas dan dikonsolidasikan sepanjang tahun. Sebagai contoh pada tahun 1981, Direktif Keempat UE diberlakukan, menambah aturan wajib menyangkut bentuk, prinsip akuntansi, dan konvensi dasar akuntansi. Hal ini memperkenalkan bentuk standar laporan keuangan di Inggris untuk pertama kalinya. Perusahaan dapat memilih bentuk alternatif neraca dan empat bentuk akun laba rugi. Unadang-undang tahun 1981 juga menetapkan lima prinsip dasar akuntansi:

1. Pendapatan dan beban harus ditandingkan menurut dasar akrual.

2. Pos aktiva dan kewajiban secara terpisah dalam setiap kategori aktiva dan kewajiban dinilai secara terpisah.

3. Prinsip koservatisme (kehati-hatian) diterapkan, khususnya dalam pengakuan realisasi laba dan seluruh kewajiban dan kerugian yang diketahui.

4.Penerapan kebijakan akuntansi yang konsisten dari tahun ke tahun diwajibkan.

5. Prinsip kelangsungan usaha diterapkan untuk perusahaan yang menggunakan akuntansi

Berikut enam badan akuntansi di Inggris yang berhubungan dengan Komite Konsultasi Badan Akuntansi yang berdiri pada tahun 1970:

1. Institut Akuntan Berizin Resmi di Inggris dan Wales (The Institute of Chartered Accountants in England and Wales–ICAEW)

2. Institut Akuntan Berizin Resmi di Irlandia (The Institute of Chartered Accountants in Ireland–ICAI)

3. Institut Akuntan Berizin Resmi di Skotlandia (The Institute of Chartered Accountants in Scotland__ICAS)

4. Asosiasi Akuntan Berizin Resmi dan Berserikat (The Association of Chartered Certified Accountants–ACCA)

5. Institut Akuntan Manajemen Berizin Resmi (The Chartered Institute of Management Accountants–CIMA)

6. Institut Keuangan dan Akuntansi Publik Berizin Resmi (The Chartered Institute of Finance and Accountancy–CIPFA

ü  Pelaporan Keuangan

Pelaporan keuangan Inggris termasuk yang paling komprehensif di dunia. Laporan keangan umumnya mencakup:

1. Laporan Direksi

2. Laporan Laba dan Rugi dan Neraca
3. Laporan Arus Kas
4. Laporan Total Keuntungan dan Kerugian yang Diakui
5. Laporan Kebijakan Akuntansi
6. Catatan atas Referensi dalam Laporan Keuangan

7. Laporan Auditor

ü  Pengukuran Akuntansi

Inggris memperbolehkan baik metode akuisisi dan merger dalam mencatat akuntansi untuk penggabungan usaha. Berdasarkan metode akuisisi, goodwill dihitung sebagai perbedaan antara nilai wajar penyerahan yang dilakukan dan nilai wajar aktiva yang diperoleh. Goodwill ikapitalisasikan dan diamortisasikan paling lama 20 tahun.metode ekuitas digunkana untuk perusahaan asosiasi (dimana perusahaan memiliki 20 persen atau lebih hak suara dan tidak dilakukan konsolidasi) dan lembaga patungan berbentuk perusahaan. SSAp 20 berhubungan dengan translasi mata uang asing dan mengharuskan metode kurs penutupan untuk anak perusahaan independen dan metode temporal untuk anak perusahaan yang terintegrasi. Menurut metode pertama translasi dimasukkan ke dalam cadangan ekuitas pemegang saham, sedangkan menurut metode terakhir dimasukkan ke dalam akun laba dan rugi.

Aktiva dapat dinilai menggunakan biaya histories, biaya kini atau gabungan keduanya. Oleh karena itu revaluasi terhadap tanah dan gedung diperbolehkan. Dalam praktik hanya sedikit perusahaan Inggris yang melakukan kapitalisasi dan biaya pengembangan. Persediaan dinilai sebesar yang lebih rendah antara biaya atau realisasi bersih berdasarkan FIFO atau harga rata-rata, sedangakan LIFO tidak diperbolehkan.

6.AMERIKA SERIKAT

Akuntansi di Amerika Serikat diatur oleh Badan Sektor Swasta (Badan Standar Akuntansi Keuangan, atau Financial Accounting Standards Boardi – FSAB), namun sebuah lembaga pemerintah (Komisi Pengawas Pasar Modal atau Securities Exchange Commission – SEC) juga memiliki kekuasaan untuk menerapakan standarnya sendiri.

Hingga tahun 2002 Institut Amerika untuk Akuntan Publik bersertifikat, badan sektor swasta lainnya, menetapkan Standar Auditing. Pada tahun itu Badan Pengawas Akuntansi Perusahaan Publik didirikan dengan kekuasaan yang luas untuk mengatur audit dan auditor perusahaan publik. Perusahaan di AS dibentuk berdasarkan hukum negara bagian, bukan hukum federal.

Setiap negara bagian memiliki hukum perusahaannya sendiri. Secara umum, hukum berisi ketentuan minimal atas pencatatan akuntansi dan penerbitan laporan keuangan secara periodik. Banyak hukum perusahaan ini yang tidak ditegakkan secara ketat, dan laporan yang diserahkan kepada badan-badan lokal sering kali tidak tersedia untuk publik. Karenanya, ketentuan pelaporan keuangan dan audit tahunan secara realitas hanya tedapat pada tingkat federal, seperti yang ditentukan oleh SEC. SEC memiliki kekuasaan atas perusahaan-perusahaan yang mencatatkan sahamnya pada bursa-bursa efek AS dan perusahaan yang sahamnya diperdagangkan over the counter. Perusahaan dengan kewajiban terbatas lainnya tidak menghadapi ketentuan wajib untuk pelaporan keuangan, sehingga menbuata Amerika Serikat terlihat tidak normal menurut Standar Internasional.

Laporan keuangan yang seharusnya dibuat oleh perusahan di Amerika Serikat meliputi komponen:

1. Laporan manajemen

2. Laporan auditor independen

3. Laporan keuangan utama ( laporan laba rugi, lapooran arus kas, laporan laba komprehensif, dan laporan ekuitas pemegang saham)

4. Diskusi manajemen dan analisis atau hasil operasi dan kondisi keuangan

5. Pengungkapan atas kebijakan akuntansi dengan pengaruh paling penting terhadap lapopran keuangan.
6. Catatan atas laporan keuangan
7. Perbandingan data keuangan tertentu selama lima atausepuluh tahun
8. Data kuartal terpilih

v IFRS

Compliance terhadap IFRS telah dilakukan oleh ratusan Negara di dunia diantaranya adalah Korea, India dan Canada yang akan melakukan konvergensi terhadap IFRS pada tahun 2011.  Data dari International Accounting Standard Board (IASB) menunjukkan  saat ini terdapat 102 negara yang telah menerapkan IFRS dengan berbagai tingkat keharusan yang berbeda-beda. Sebanyak 23 negara mengizinkan penggunaan IFRS secara sukarela, 75 negara mewajibkan penggunaan IFRS untuk seluruh perusahaan domestik, dan empat Negara mewajibkan penggunaan IFRS untuk perusahaan domestik tertentu.

Compliance terhadap IFRS memberikan manfaat terhadap keterbandingan laporan keuangan dan peningkatan transparansi. Melalui compliance maka laporan keuangan perusahaan Indonesia akan dapat diperbandingkan dengan laporan keuangan perusahaan dari negara lain, sehingga akan sangat jelas kinerja perusahaan mana yang lebih baik. Selain itu, program konvergensi juga bermanfaat untuk mengurangi biaya modal (cost of capital), meningkatkan investasi global, dan mengurangi beban penysusunan laporan keuangan.

International Financial Reporting Standards (IFRS) dijadikan sebagai referensi utama pengembangan standar akuntansi keuangan di Indonesia karena IFRS merupakan standar yang sangat kokoh. Penyusunannya didukung oleh para ahli dan dewan konsultatif internasional dari seluruh penjuru dunia. Mereka menyediakan waktu cukup dan  didukung dengan masukan literatur dari ratusan orang dari berbagai displin ilmu dan dari berbagai macam jurisdiksi di seluruh dunia.

Dengan telah dideklarasikannya program konvergensi terhadap IFRS ini, maka pada tahun 2012 seluruh standar yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan  IAI akan mengacu kepada IFRS dan diterapkan oleh entitas.

Standar  akuntansi  internasional  (IFRS)  adalah  wahana  untukmenciptakan  komparabilitas  yang  lebih  tinggi  di  antara  berbagai  laporankeuangan yang dibuat oleh berbagai entitas bisnis di berbagai negara. Denganadanya IFRS berarti laporan keuangan akan mengacu hanya pada satu aturansehingga  memudahkan  para  pihak-pihak  yang  berkepentingan  dalammenggunakannya.

Sebagai contoh misalnya bankir yang menerima permintaankredit dari 12 perusahaan di 12 negara yang berbeda.Meski demikian, IFRS tidk serta merta langsung dapat diterapkan dalamtaraf  nasional.  Meskipun  sudah  ada  beberapa  negara  yang  telahmengadopsinya secara penuh, beberapa negara yang lain masih memerlukantahapan-tahapan lebih lanjut untuk menkorvengensi GAAP nasionalnya keIFRS.

ü Rerangka Konseptual IFRS

Rerangka kerja IASB telah disetujui oleh Dewan IASC pada bulanApril 1989 untuk diterbitkan pada bulan Juli 1989, dan telah diadopsi olehIASB pada bulan April 2001. Secara singkat, rerangka konseptual tersbutadalah sebagai berikut :

•Mendefinisikan tujuan laporan keuangan

•Mengidentifikasi karakteristik kualitatif yang membuat informasi dalamlaporan keuangan berguna

•Asumsi-asumsi dasar

•Mendefinisikan unsur-unsur dasar laporan keuangan dan konsep-konsepuntuk mengakui dan mengukur mereka dalam laporan keuangan

•Menyediakan konsep pemeliharaan modal

Selama beberapa dekade, seperangkat standar dan prosedur umumdalam pelaporan keuangan adalah prinsip akuntansi yang berlaku umum (generally  accepted  accounting  principle—GAAP). Istilah  “diterimaumum” berarti bahwa sebauh badan pembuat akuntansi yang berwenangtelah menetapkan prinsip pelaporan di bidang tertentu, atau bahwa dariwaktu ke waktu suatu praktik tertentu telah dipandang tepat karena dapatditerapkan secara universal.Prinsip akuntansi yang diterima umum (GAAP) merupakan prinsip-prinsip yang dirumuskan oleh sebuah lembaga akuntansi di Amerika yangdikenal dengan nama Financial Accounting Standard Board (FASB).

Misiutama  dari  organisasi  ini  sebenarnya  adalah  untuk  membentuk  danmemperbaiki standar-standar akuntansi serta pelaporan keuangan dalamrangka membimbing dan mendidik publik, yang meliputi emiten, auditor,serta pemakai laporan keuangan. GAAP sendiri merupakan satu dari empat jenis  ketetapan  yang  dikeluarkan  oleh  FASB,  yakni  1)  standard  aninterpretasi (GAAP), 2) Konsep akuntansi keuangan (SFACs), 3) bulletinteknis FASB, dan 4) Pernytaan Emerging Issues Task Force (EITF).Sejak  diluncurkannya,  GAAP  (US-GAAP)  telah  menjadi  standar akuntansi yang paling diterima oleh seluruh komunitas akuntansi dunia. Halini menjadikan US-GAAP sebagai kiblat dari standar akuntansi di beberapanegara termasuk Indonesia.

Meski demikian, beberapa negara yang tidakmengadopsi GAAP memunculkan praktik akuntansi yang berbeda sepertiyang telah dibahas sebelumnya.Perbedaan praktik akuntansi tersebut akhirnya membuat sebagaianbesar negara menyadari kebutuhan akan standar yang lebih seragam.Karena  hal  ini,  maka  dibentuklah  International  Accounting  Standards Committee (IASC) pada tahun 1973 yang bertujuan untuk menyeragamkanstandar-standar akuntansi di antara negara. Tujuan IASC dalam penetapanstandar adalah untuk memperbaiki dan menyeragamkan secara umumregulasi,  standar,  serta  prosedur  akuntasi  yang  berhubungan  denganpenyajian laporan keuangan.Tahap  awal  beridirnya  IASC  tidaklah  sesuai  dengan  apa  yangdiharapkan.

Keberadaan IASC sebagai pembuat standar akuntansi yangunik menemui banyak kendala dalam mengajak komunitas akuntansi untukmenggunakan aturannya. Meskipun sebagian besar professional akuntansisecara  teoritis  setuju  untuk  menggunakan  IFRS  pada  level  nasional,sebagian besar negara menyusun standar dengan berkiblat kepada negara-negara yang mereka hargai (Amerika Serikat dan Inggris) dan hanyasebagian kecil yang mengacu kepada standar yang diajukan oleh IASC. DiEropa, IFRS telah digunakan oleh sebagian entitas pelaporan di Italia,sedang di negara lainnya seperti Malaysia, IFRS digunakan hanya sebagaibahan pertimbangan dalam pembuatan standar nasional. Hal ini secaraeksplisit membuktikan bahwa IFRS hanya diadopsi sebagai bagian dariGAAP nasional. Melalui  perjalanan  panjang,  akhirnya  pada  tahun  2000,  semuaanggota  IASC  sepakat  untuk  merestukturisasi  IASC  menjadi  sebuahlembaga professional dengan struktur baru.

Memasuki awal tahun 2001,terbentuklah lembaga baru yang disebut International Financial StandardBoard (IASB) yang kemudian mengadopsi standar yang dirumuskan olehIASC dan menjadikannya standar akuntansi internasional. PembentukanIASB ini kemudian memperkuat posisi IFRS sebagai standar akuntansi internasional yang diterima oleh sebagian besar negara di dunia. Pada tahun2005, 7000 perusahaan yang listing             di bursa efek di 25 negara di Uni Eropa,dan beberapa negara lain seperti Australia, Selandia Baru, Rusia, dan Afrika Selatan memproduksi laporan keuangan tahunan dengan menggunakansatu standar, yakni IFRS.Lebih lanjut, beberapa negara yang menggunakan GAAP sebagaistandar keuangannya kini mulai melakukan pembenahan untuk melakukankonvergensi ke IFRS. Sebagai contoh, Kanada yang memiliki GAAP yangsangat mirip dengan US-GAAP mengumumkan akan mengeliminasi GAAP-nya dan menggantinya dengan IFRS pada Tahun 2007. Bahkan, China telahmewajibkan  perusahaan-perusahaan  yang listing

di  bursa  efek  untukmenggunakan IFRS pada tahun 2007.

Dengan melihat fakta bahwa 15.000 perusahaanlisting di AmerikaSerikat  masih  menggunakan  US-GAAP  sebagai  pedoman  pembuatanlaporan keuangan, maka timbul pertanyaan apakah laporan keuangan harusdisusun berdasarkan satu atau salah satu dari kedua standar akuntansitersebut (IFRS atau US-GAAP).Untuk mengatasi persoalan ini, IASB sebagai lembaga otoritas IFRSdan FASB sebagai lembaga otoritas GAAP terus melakukan pertemuanuntuk melakukan konvergensi GAAP dengan IFRS.

March 15, 2011

softskill bhs inggris 2

Filed under: Uncategorized — sholicha @ 2:59 pm

Nama         : Amalin Sholecha

NPM           : 20207093

Kelas         : 3eb06 ( kelas asal 4EB06)

Tugas softskill Bhs.Inggris 2

Part 1.

1.    The committe has met twice and…

a.    They reached a final decision.

b.    A final decision was reached.

c.    Its decision was reached.

d.    Its has reached a final decision.

Jawaban       : D

2.    The manager won’t be able to attend the shareholders’ meeting tomorrow because…

a.    He must to give a lecture.

b.    He will be giving a lecture.

c.     Of he will give a lecture.

d.    He will have giving a lecture.

Jawaban       : B

3.    Brenda’s score on the test is the highest in the class…

a.    She should study hard last night.

b.    She should have studied hard last night.

c.    She must have studied hard last night.

d.    She had to study hard last night.

Jawaban       : C

4.    Mother wanted to serve some coffe to my guests however…

a.    She hadn’t many coffee.

b.    There is not a great amount of coffee.

c.    She didn’t have any coffee.

d.    She was out of coffees.

Jawaban       : C

5.    Having been served lunch…

a.    The problems were discussed by the participants.

b.    The participants discussed the problems.

c.    It was discussed by the participants.

d.    A discussion of the problems were made by the participants.

Jawaban       : B

6.    East Kalimantan relies heavily on income oil and natural gas, and…

a.    Aceh province also.

b.    Aceh province too.

c.    Aceh province is as well.

d.    So does Aceh province.

Jawaban       : D

7.    The participants have had some problems deciding…

a.    When they should announce the result of the meeting.

b.    When are they going to announce the result of the meeting.

c.    When should they announce the result of the meeting.

d.    The time when the result of the meeting to announce.

Jawaban       : A

8.    This year will be more difficult for our organization because…

a.    We have less money and volunteers than last year.

b.    There is a little money and less volunteers than last year.

c.    It has less money and fewer volunteers than it had last year.

d.    It has fewer money and less volunteers than it had last year.

Jawab            : C


9.    Professor Baker told his students that…

a.    They can turn over their reports on Mondays.

b.    The reports can turn over on Monday.

c.    They could hand in their reports on Monday.

d.    The reports they can hand in on Monday.

Jawaban       : C

10. The adder is a venomous snake… bite may prove fatal of humans.

a.    Its.

b.    Whom its.

c.    That.

d.    Whose.

Jawaban       : D


Part 2

1.    If you buy one box at the regular price, you would receive another one at no

A                                 B                                 C                        D

extra cost.

Jawaban       : A (seharusnya bought)


2.    Located in the cranial cavity in the skull, the brain is the larger mass of nerve

A                                                                                B                           C

tissue in the human body.

D

Jawaban       : B (seharusnya the largest)

3.    Profesor Duncan recommended  that we are present at the reception this

A                               B

afternoon in order to meet the representatives from the Ford Foundation.

C                                 D

Jawaban       : A (seharusnya be)


4.    There have been little change in the patient’s condition since she was moved to

A                     B                                      C

the intensive care unit.

D

Jawaban       : A (seharusnya there has been)


5.    As a new employee, your duties are mailing the correspondence, receive phone

A                                                                        B

calls, and calling the members before meeting.

C                           D

Jawaban       : B (seharusnya receiving)


6.    Passengers are able to clearly see the outline of the whole isolated island from

A                                    B                  C                                             D

the airplane.

Jawaban       : B (seharusnya passengers are able to see the outline of the whole isolated island from the airplane.)


7. Like others from of energy, natural gass may be used to heat homes, run

A                                             B                     C

automobiles, and cook food.

D

Jawaban       : A (seharusnya other)

8.    Neither of the two candidates who had applied for the industrial Engineering

A                                                         B

Department were aligible for the scholarship.

C                                   D

Jawaban       : C (seharusnya was)

9.    Having chose the topic for their essays, the students were instructed to make

A                                        B                                                  C

either a preliminary outline or a rough draff.

D

Jawaban       : A (seharusnya chosen)

10. If he would have lived a little longer, he probably would have won the presidential

A                             B                       C                               D

election.

Jawaban       : A (seharusnya would had)


11. Despite the increase in airfares in Indonesia during the monetary crisis, most

A                                        B                                               C

people still prefer travel by air.

D

Jawaban       : D (seharusnya to travel)


12. This tea pot  has the same design, but it is different shaped from that one.

A                                             B         C                     D

Jawaban       : B (seharusnya differently)


13. Voslov Nijinsky achieved world recognition as both dancer and a choreographer.

A                     B                     C         D

Jawaban       : D (seharusnya a dancer)


14. After the runner had run for a halfmile, he had passed the stick to the next

A                     B                     C                                      D

runner.

Jawaban       : C (seharusnya he passed)


15. The prices of cars are as high that most people can not afford to buy them.

A                        B                              C                     D

Jawaban       : B (seharusnya so)

February 21, 2011

Tugas akuntansi Internasional

Filed under: Uncategorized — sholicha @ 4:50 pm

TUGAS SOFT SKILL – AK. INTERNASIONAL

Definisi akuntansi internasional

Konsep dari akuntansi universal atau dunia adalah yang paling luas ruang lingkupnya. Konsep ini mengarahkan akuntansi internasioanal menuju formulasi dan studi atas satu kumpulan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara universal. Tujuannya adalah untuk mendapatkan satu standardisasi lengkap atas prinsip-prinsip akuntansi secara internasional.

Di dalam kerangka kerja konsep ini, akuntansi internasional dianggap sebagai sebuah sistem universal yang dapat diterapkan di semua negara. Sebuah seperangkat prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (generally accepted accounting principles-GAAP) yang diterima di seluruh dunia, seperti yang berlaku di Amerika Serikat, akan dibentuk. Praktik dan prinsip-prinsip yang dikembangkan akan dapat diberlakukan di seluruh negara. Konsep ini akan menjadi sasaran tertinggi dari suatu sistem internasional.

Konsep dari akuntansi komparatif atau akuntansi internasional mengarahkan akuntansi internasional kepada studi dan pemahaman atas perbedaan-perbedaan nasional di dalam skuntansi. Hal ini meliputi :

1.      Kesadaran akan adanya keragaman internasional di dalam akuntansi perusahaan dan

praktik-praktik pelaporan.

2.     Pemahaman akan prinsip-prinsip dan praktik-praktik akuntansi dari masing-masing

negara.

3.    Kemampuan untuk menilai dampak dari beragamnya praktik-praktik akuntansi pada

pelaporan keuangan.

Munculnya paradigma baru di dalam akuntansi internasional memperluas kerangka kerja dan pemikiran untuk memasukkan ide-ide baru dari akuntansi internasional. Sebagai akibatnya, terbit daftar yang sangat panjang akan konsep-konsep dan teori-teori

akuntansi yang dibuat oleh Amenkhienan untuk memasukkan hal-hal sebagai berikut :

1. Teori universal atau dunia

2. Teori multinasional

3. Teori komparatif

4. Teori transaksi-transaksi internasional

5. Teori translasi

Latar Belakang Sejarah

Terutama sejak Perang Dunia Kedua, banyak negara telah mengembangkan sistem nasional untuk mengatur bentuk dan isi rekening perusahaan.

Di beberapa negara, tanggung jawab ini telah disediakan untuk pemerintah dan telah diatur dalam tindakan hukum tertentu, biasanya di bawah hukum perusahaan. Sebuah contoh di sini adalah komtabel Rencana (Umum Rencana Akuntansi) sistem kodifikasi rinci sangat di Perancis dan beberapa negara Eropa lainnya.

Di negara lain, tanggung jawab telah habis seluruhnya atau sebagian besar oleh perwakilan badan akuntansi profesional yang bertindak baik atas otoritas mereka sendiri atau hanya dengan dukungan hukum yang paling umum untuk mengatur “praktek yang baik” standar akuntansi.

Di negara-negara di mana pasar yang signifikan untuk modal jangka panjang telah berevolusi, pengaruh tambahan pada norma akuntansi telah datang dari “daftar perjanjian” dibuat oleh perusahaan yang mencari hak-hak untuk berdagang di bursa saham.

Dalam posisi khusus adalah berbasis rezim aturan ditemukan di Amerika Serikat. Ini dioperasikan bersama-sama oleh US Securities & Exchange Commission (SEC) untuk lebih dari 12.000 perusahaan yang terdaftar di pasar modal Amerika dan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB), sebuah badan independen non-reguler yang SEC delegasi tugas dari menetapkan standar akuntansi untuk perusahaan pada umumnya. Tentang 140 Laporan yang ada Standar Akuntansi Keuangan merupakan bagian penting dari US Prinsip Akuntansi umum (US GAAP). SEC mengharuskan asing (termasuk Eropa) pendaftar baik untuk menyiapkan laporan US GAAP langsung atau untuk mendamaikan mereka dengan informasi yang diperlukan dalam SEC Formulir 2.

Munculnya perusahaan multinasional dan peningkatan besar dalam pergerakan modal internasional selama dekade kemudian telah sejajar, di tingkat dunia, oleh penciptaan organisasi internasional yang terlibat dalam berbagai cara dengan standar perilaku komersial.

Salah satunya adalah Komite Standar Akuntansi Internasional (IASC) dibentuk pada tahun 1973 oleh badan akuntansi dari sembilan negara dan dengan keanggotaan, pada tahun 2000, badan akuntansi dari lebih dari 100 negara. IASC memproduksi sekitar 40 Standar Akuntansi Internasional (IAS) dan beberapa 20 “Standar Interpretasi” untuk membantu sesuai dengan IAS. Tubuh ini standar telah sangat berpengaruh mengenai laporan keuangan konsolidasi, dan standar asli pada laporan keuangan konsolidasi (IAS 3) memberikan kontribusi terhadap perumusan Akuntansi Ketujuh Uni Eropa Directive (lihat di bawah).

Undang-undang yang disahkan pada tahun 1998 di Belgia, Perancis, Jerman dan Italia untuk memfasilitasi penggunaan IAS untuk laporan perusahaan yang terdaftar dan ekonomis yang signifikan, namun jumlah kecil perusahaan juga menggunakan IAS sukarela.

Juga relevan dalam konteks ini adalah Organisasi Internasional Komisi Efek (IOSCO), didirikan pada tahun 1983 sebagai sebuah komite badan pemerintah (seperti SEC) dengan kekuasaan pengaturan terhadap bursa saham.

Namun, hanya satu organisasi di atas tingkat nasional telah membuat norma-norma akuntansi subyek hukum, yaitu Uni Eropa.

Akuntansi Dewan Standar Internasional dan IAS / IFRS

IAS: sejarah dan proses produksi

Internasional Komite Standar Akuntansi didirikan pada tahun 1973 oleh organisasi-organisasi profesional terkemuka di Australia, Kanada, Jerman, Irlandia, Jepang, Meksiko, Belanda, Inggris dan Amerika Serikat.

Sampai dengan 2000, penerimaan umum dari IAS adalah untuk waktu yang lama terhambat oleh praktik yang memungkinkan beberapa pilihan yang berbeda untuk memenuhi persyaratan. Situasi ini tercermin’s asli papan IASC struktur dan metode pemungutan suara, yang cenderung ke arah pembentukan konsensus. Kepatuhan dengan IAS selanjutnya tergantung pada “upaya terbaik” Teman-anggota tubuh IASC. perjanjian properti yang dioperasikan oleh bursa efek merupakan mekanisme kepatuhan kuat.

Pada akhir 1980-an IOSCO mengulurkan kemungkinan bahwa IAS mungkin, jika sesuai direvisi, dapat diterima untuk laporan keuangan perusahaan asing tercatat di bursa efek anggotanya. Itu dibuat jelas, bagaimanapun, bahwa revisi IAS perlu membatasi pilihan yang tersedia secara substansial. Selama bertahun-tahun berikutnya 10, IASC bekerja sama dengan IOSCO untuk menghasilkan set “standar inti” yang akan memenuhi persyaratan anggota IOSCO, termasuk SEC.

Sepuluh pertama revisi IAS muncul pada tahun 1993, beberapa di antaranya kemudian diterima baik seluruhnya atau sebagian untuk digunakan oleh perusahaan yang tercatat di bursa efek diatur oleh anggota IOSCO. Sebuah batch lebih lanjut, termasuk beberapa yang baru IAS seluruhnya, selesai pada tahun 1999. Tahap penting dalam proses ini tercapai Mei 2000 ketika IOSCO merekomendasikan bahwa emiten multinasional pada saham ‘bursa anggotanya harus dapat menggunakan IAS dalam laporan keuangan lintas batas penawaran dan listing.

Pada akhir 1999, IASC memutuskan untuk mengubah konstitusi dengan efek dari tahun 2001. Inti dari organisasi baru ini adalah Dewan Standar Akuntansi Internasional ( IASB) yang berbasis di London dan terdiri dari 14 anggota dengan-setting kekuatan standar. Hanya delapan suara yang diperlukan untuk lulus standar, “dengan alasan bahwa ini akan mengarah pada kompromi sedikit dalam kata-kata standar dan standar akan menjadi lebih jelas, ketat dan kurang cenderung memberikan pilihan eksplisit atau implisit, terhadap akuntansi yang dibutuhkan” .

IASB menerbitkan standar dalam serangkaian pernyataan sekarang disebut Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS). Hal ini juga menerbitkan serangkaian Interpretasi Standar Akuntansi Internasional, yang dikembangkan oleh Pelaporan Keuangan Internasional Komite Interpretasi (IFRIC, sebelumnya disebut Interpretasi Standing Committee (SIC) The IASB tersebut disertai dengan Standar Dewan Pertimbangan sekitar 45 anggota.

KONVERGENSI, STANDAR AKUNTANSI DAN HARMONISASI

Sampai saat sekarang ini, negara barat masih gencar mempromosikan perlunya harmonisasi standar akuntansi internasional. Tujuan utama upaya tersebut adalah untuk meningkatkan daya banding (comparability) laporan keuangan terutama bagi perusahaan multinasional yang beroperasi di berbagai belahan dunia. Tidak mengherankan jika pihak barat membentuk suatu badan yang dinamakan International Accounting Standard Committee (IASC), yang sekarang berubah namanya menjadi International Accounting Standard Board (IASB). Badan ini bertugas menghasilkan standar akuntansi internasional (International Financial Reporting Standards-IFRS).

Pada dasarnya standar akuntansi merupakan pengumuman atau ketentuan resmi yang dikeluarkan badan berwenang di lingkungan tertentu tentang pedoman umum yang dapat digunakan manajemen untuk menghasilkan laporan keuangan. Dengan adanya standar akuntansi, laporan  keuangan diharapkan dapat menyajikan informasi yang relevan dan dapat dipercaya kebenarannya. Standar akuntansi juga digunakan oleh pemakai laporan keuangan seperti investor, kreditor, pemerintah, dan masyarakat umum sebagai acuan untuk memahami dan menganalisis laporan keuangan sehingga memungkinkan mereka untuk mengambil keputusan yang benar. Dengan demikian, standar akuntansi memiliki peranan penting bagi pihak penyusun dan pemakai laporan keuangan sehingga timbul keseragaman atau kesamaan interpretasi atas informasi yang terdapat dalam laporan keuangan.

Secara garis besar ada empat hal pokok yang diatur dalam standar akuntansi. Yang pertama berkaitan dengan definisi elemen laporan keuangan atau informasi lain yang berkaitan. Definisi digunakan dalam standar akuntansi untuk menentukan apakah transaksi tertentu harus dicatat dan dikelompokkan ke dalam aktiva, hutang, modal, pendapatan dan biaya. Yang kedua adalah pengukuran dan penilaian. Pedoman ini digunakan untuk menentukan nilai dari suatu elemen laporan keuangan baik pada saat terjadinya transaksi keuangan maupun pada saat penyajian laporan keuangan (pada tanggal neraca). Hal ketiga yang dimuat dalam standar adalah pengakuan, yaitu kriteria yang digunakan untuk mengakui elemen laporan keuangan sehingga elemen tersebut dapat disajikan dalam laporan keuangan. Yang terakhir adalah penyajian dan pengungkapan laporan keuangan. Komponen keempat ini digunakan untuk menentukan jenis informasi dan bagaimana informasi tersebut disajikan dan diungkapkan dalam laporan keuangan. Suatu informasi dapat disajikan dalam badan laporan (Neraca, Laporan Laba/Rugi) atau berupa penjelasan (notes) yang menyertai laporan keuangan.

Keempat hal itulah yang diusahakan oleh negara barat untuk diharmonisasikan secara internasional. Mereka percaya bahwa harmonisasi standar akuntansi internasional akan meningkatkan daya banding laporan keuangan secara internasional, dapat menghemat biaya terutama bagi penyaji dan pemakai laporan keuangan, dan memperbaiki standar akuntansi nasional masing-masing negara (Turner 1983).

Sebagai respon atas kebutuhan harmonisasi standar akuntansi, berbagai upaya telah dilakukan oleh negara kapitalis. Salah satunya adalah dengan dengan mendirikan International Accounting Standard Committee (IASC) pada tahun 1973, yang sekarang berubah nama menjadi International Accounting Standard Board (IASB). Jumlah keanggotaan IASC sampai sekarang meliputi lebih dari 150 organisasi profesi akuntansi yang berasal dari negara maju dan berkembang, termasuk Indonesia. Tujuan utama badan ini adalah memformulasikan standar akuntansi yang dapat diterapkan secara internasional. Sampai sekarang IASB telah mengeluarkan lebih dari 50 standar akuntansi. Meskipun IASB berhak untuk menetapkan dan mengeluarkan standar akuntansi, badan tersebut tidak memiliki kekuatan hukum untuk memaksakan penerapan standar akuntansi yang dihasilkan.

Tujuan Akuntansi Internasional

Akuntansi Internasional

Adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi antarnegara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya. Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis.

Tujuan Akuntansi Internasional

1.     Mengidentifikasi sejarah perkembangan akuntansi internasional

2.     Memperkenalkan berbagai perbedaan nasional dalam sistem akuntansi di dunia

3.      Meringkas evolusi bisnis sampai zaman modern

4.     Membahas pentingnya dimensi akuntansi dalam bisnis global dan topik-topik penting yang membentuk akuntansi internasional

November 18, 2010

etika dalam auditing dan KAP

Filed under: Uncategorized — sholicha @ 8:37 am

Etika secara garis besar didefinisikan sebagai perangkat prinsip atau nilai moral. Kebutuhan akan etika dalam masyarakat cukup penting karena pada dasarnya berhubungan dengan hukum. Dilema etika adalah situasi yang dihadapi seseorang dimana keputusan mengenai perilaku yang layak harus dibuat.

Auditing adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi untuk menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi yang dimaksud dengan kriteria – kriteria yang dimaksud yang dilakukan oleh seorang yang kompeten dan independen .

Etika dalam Auditing adalah suatu prinsip untuk melakukan proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi untuk menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi yang dimaksud dengan kriteria – kriteria yang dimaksud yang dilakukan oleh seorang yang kompeten dan independen .

PRINSIP-PRINSIP KODE ETIKA PERILAKU PROFESIONAL

Prinsip-prinsip aturan perilaku profesional mengandung 7 cakupan umum :
1. Suatu pernyataan dari maksud prinsip-prinsip tersebut.
Banyak dari kode etik AICPA yang dapat dilanggar tanpa harus melanggar hukum/peraturan. Alasan utama dari kode etik ini adalah menyemangati anggotanya untuk melatih disiplin diri di dalam/di luar hukum/peraturan.
2. Tanggung jawab

Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional CPA harus menggunakan pertimbangan profesional dan moral yang sensitif dalam semua aktifitasnya. Sebagaimana disebutkan dalam bab I, CPA/akuntan publik melaksanakan suatu peran penting di masyarakat. Mereka bertanggung jawab, bekerja sama satu sama lain untuk mengembangkan metode akuntansi dan pelaporan, memelihara kepercayaan publik, dan melaksanakan tanggung jawab profesi bagi sendiri.
3. Kepentingan publik
CPA wajib memberikan pelayanannya bagi kepentingan publik, menghormati kepercayaan
publik, dan menunjukkan komitmen serta profesionalisme. Salah satu tanda yang membedakan profesi adalah penerimaan tanggung jawabnya kepada publik. CPA diandalkan oleh banyak unsur masyarakat, termasuk klien, kreditor, pemerintah, pegawai, investor, dan komunitas bisnis serta keuangan. Kelompok ini mengandalkan obyektifitas dan integritas CPA untuk memelihara fungsi perdagangan yang tertib.
4. Integritas
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, CPA harus melaksanakan semua tanggung jawab profesionalnya dengan integritas tertinggi. Perbedaan karakteristik lainnya dari suatu profesi adalah pengakuan anggotanya akan kebutuhan memiliki integritas. Integritas menurut CPA bertindak jujur dan terus terang meskipun dihambat kerahasiaan klien. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi. Integritas dapat mengakomodasi kesalahan akibat kurang berhati-hati dan perbedaan pendapat yang jujur,akantetapi,integritastidakdapatmengakomodasikecurangan/pelanggaranprinsip.
5. Obyektifitas dan independensi
Seorang CPA harus mempertahankan obyektifitas dan bebas dari konflik kepentingan dalam melaksanakan tanggung jawab profesional. Seorang CPA dalam praktek publik harus independent dalam kenyataan dan dalam penampilan ketika memberikan jasa auditing dan jasa atestasi lainnya. Prinsip obyektifitas menuntut seorang CPA untuk tidak memihak, jujur secara intelektual, dan bebas dari konflik kepentingan. Independensi menghindarkan diri dari hubungan yang bisa merusak obyektifitas seorang CPA dalam melakukan jasa atestasi.
6. Kemahiran
Seorang CPA harus melakukan standar teknis dan etis profesi, terus berjuang meningkatkan kompetensi mutu pelayanan, serta melaksanakan tanggung jawab profesional dengan sebaik- baiknya. Prinsip kemahiran (due care) menuntut CPA untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya. CPA akan memperoleh kompetensi melalui pendidikan dan pengalaman dimulai dengan menguasai ilmu yang disyaratkan bagi seorang CPA. Kompetensi juga menuntut CPA untuk terus belajar di sepanjang karirnya.
7. Lingkup dan sifat jasa
Seorang CPA yang berpraktik publik harus mempelajari prinsip kode etik perilaku profesional dalam menentukan lingkup dan sifat jasa yang akan diberikan. Dalam menentukan apakah dia akan melaksanakan atau tidak suatu jasa, anggota AICPA yang berpraktik publik harus mempertimbangkan apakah jasa seperti itu konsisten dengan setiap prinsip perilaku profesional CPA.n kesan masyarakat terhadap profesi akuntan publik.

Independensi Auditor
Carey dalam Mautz (1961:205) mendefinisikan independensi akuntan publik dari segi integritas dan hubungannya dengan pendapat akuntan atas laporan keuangan.

Independensi meliputi:

(1) Kepercayaan terhadap diri sendiri yang terdapat pada beberapa orang profesional. Hal ini merupakan bagian integritas profesional.

(2) Merupakan istilah penting yang mempunyai arti khusus dalam hubungannya dengan pendapat akuntan publik atas laporan keuangan. Independensi berarti sikap mental yang bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh pihak lain, tidak tergantung pada orang lain. Independensi juga berarti adanya kejujuran dalam diri auditor dalam mempertimbangkan fakta dan adanya pertimbangan yang obyektif tidak memihak dalam diri auditor dalam merumuskan dan menyatakan pendapatnya.

Independensi akuntan publik merupakan dasar utama kepercayaan masyarakat pada profesi akuntan publik dan merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk menilai mutu jasa audit.

Independensi akuntan publik mencakup dua aspek, yaitu :

(1) independensi sikap mental,

(2) independensi penampilan.

Independensi sikap mental berarti adanya kejujuran di dalam diri akuntan dalam mempertimbangkan fakta-fakta dan adanya pertimbangan yang obyektif tidak memihak di dalam diri akuntan dalam menyatakan pendapatnya Independensi penampilan berarti adanya kesan masyarakat bahwa akuntan publik bertindak independen sehingga akuntan publik harus menghindari faktor-faktor yang dapat mengakibatkan masyarakat meragukan kebebasannya. Independensi penampilan berhubungan dengan persepsi masyarakat terhadap independensi akuntan publik (Mautz, 1961:204-205).

Selain independensi sikap mental dan independensi penampilan, Mautz mengemukakan bahwa independensi akuntan publik juga meliputi independensi praktisi (practitioner independence) dan independensi profesi (profession independence). Independensi praktisi berhubungan dengan kemampuan praktisi secara individual untuk mempertahankan sikap yang wajar atau tidak memihak dalam perencanaan program, pelaksanaan pekerjaan verifikasi, dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan. Independensi ini mencakup tiga dimensi, yaitu independensi penyusunan progran, independensi investigatif, dan independensi pelaporan. Independensi profesi berhubungan dengan kesan masyarakat terhadap profesi akuntan publik.

TANGGUNG JAWAB AUDITOR

KODE ETIKA PROFESIONAL DALAM PROFESI AKUNTAN
Kode ini menjelma dalam kode etik profesional AKDA, ada 3 karakteristik dan hal-hal yang
ditekankan untuk dipertanggungjawabkan oleh CPA/Akuntan Publik kepada publik.
1. CPA harus memposisikan diri untuk independen, berintegritas, dan obyektif.
2. CPA harus memiliki keahlian teknik dalam profesinya.
3. CPA harus melayani klien dengan profesional dan konsisten dengan tanggung jawab mereka
kepada publik.

HUBUNGAN MANAJERIAL ATAU KARYAWAN-JASA AKUNTANSI UNTUK AUDIT KLIEN

Di bawah kondisi tertentu auditor dapat memberikan jasa auditing dan pembukuan untuk klien yang sama. Satu alasan untuk membolehkan hubungan tersebut adalah bahwa auditor menilai kewajaran dari hasil keputusan operasi manajemen bukan kebijaksanaan dari keputusan. Syarat- syaratnya:

1. Klien harus menerima tanggung jawab atas laporan keuangan. Ketika diperlukan, auditor harus membantu kliennya untuk memahami masalah-masalah akuntansi secukupnya agar klien dapat menjalankan tanggnug jawabnya..
2. Auditor tidak boleh menjadi pegawai/manajemen. Ini berarti bahwa sebaiknya auditor tidak memberi kuasa atas transaksi, pemeliharaan atas harta klien atau kuasa penugasan pada kepentingan klien.
3. Ketika laporan keuangan disiapkan dari buku dan catatan yang dikelola oleh auditor, auditor
tersebut harus menaati standar audit yang berlaku umum.

Akuntan Publik dan Auditor Independen

Kantor akuntan publik merupakan tempat penyediaan jasa oleh profesi akuntan publik bagi masyarakat berdasarkan SPAP. Kantor akuntan publik dapat menyediakan jasa: (1) audit atas laporan historis, (2) atestasi atas laporan keuangan prospektif atau asersi lain, (3) jasa akuntansi dan review, (4) jasa konsultasi. Perlu dibedakan istilah akuntan publik dan auditor independen.

Akuntan publik menyediakan berbagai jasa yang diatur SPAP (auditing, atestasi, akuntansi dan review, dan jasa akuntasi).Auditor independen menyediakan jasa audit atas dasar standar auditing yang tercantum pada SPAP.

Older Posts »

The Banana Smoothie Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.